Entertainment
·
20 Juli 2021 14:36
·
waktu baca 3 menit

Pengalaman Pertama Menulis di Media Kumparan

Konten ini diproduksi oleh Muhammad Haryo Pambudi
Pengalaman Pertama Menulis di Media Kumparan (295366)
searchPerbesar
sumber gambar : pixabay.com
Halo, bertemu lagi dengan saya, pada kesempatan ini saya ingin menceritakan pengalaman pribadi saya menulis di media kumparan. Sedikit informasi untuk kalian, kumparan.com merupakan media kolaboratif Indonesia sebagai wadah membaca, membuat, dan berbagi beragam berita dan informasi. Selain itu, media kumparan juga memberi kesempatan bagi masyarakat Indonesia untuk mengirimkan tulisan opini dan cerita.
ADVERTISEMENT
Saya mengetahui media kumparan dari media sosial Instagram dan facebook. Ketika saya melihat pertama kali berita dan opini yang ada, saya merasa tertarik untuk mengikuti perkembangan media kumparan dan ingin menjadi salah satu kontribusinya. Di saat itu juga saya langsung mencari informasi mengenai cara menjadi kontributor di media kumparan.
Setelah mendapat informasi, saya membuat akun kumparan dan mulai mencari ide untuk menulis. Singkat cerita, satu karya tulis saya akhirnya selesai dan siap untuk ditinjau oleh tim redaktur kumparan. Tetapi jalan tidak selalu lurus, karya tulis pertama saya ditolak oleh tim redaktur kumparan. Selanjutnya saya mencoba memperbaiki kesalahan yang ada dan kembali mengirimkan tulisan untuk ditinjau.
Tulisan saya kembali ditolak oleh tim redaktur kumparan hingga jika di total jumlah penolakan hingga 11 kali. Tidak berhenti sampai di situ, saya kembali mencoba mengirim tulisan dengan judul dan penulisan yang baru. Akhirnya pada percobaan ke 12, tulisan saya berhasil diterbitkan oleh media kumparan yang berjudul “Kisah Perjuangan Menggapai Mimpi Perguruan Tinggi Negeri”. Saya sangat senang dan langsung sujud syukur saat itu.
ADVERTISEMENT
Kegagalan membuat saya mengevaluasi kesalahan-kesalahan yang dilakukan. Berikut beberapa alasan mengapa tulisan saya ditolak oleh tim redaktur kumparan :

1. Foto profil

TIdak hanya pada konten saja yang dinilai oleh tim redaktur kumparan, ternyata biodata dan profil juga mempengaruhi disetujui atau tidak oleh tim redaktur kumparan. Kesalahan saya saat itu yaitu foto profil yang buram alias tidak jelas.

2. Konten tidak masuk ke dalam kategori opini atau cerita

Kesalahan kedua yang saya lakukan yaitu menulis konten yang tidak termasuk opini atau cerita. Setelah saya perhatikan kembali, ternyata memang benar tulisan saya tidak termasuk opini ataupun cerita, saat itu judul penulisan saya mengenai “Cara Agar Berlari Tidak Mudah Lelah”. Tim redaktur kumparan memberikan saran untuk menulis cerita seperti anda bercerita bersama kawan anda. Dari saran tersebut membuat saya mengubah tulisan saya dengan menganggap seolah-olah pembaca adalah kawan saya sendiri.
ADVERTISEMENT

3. Gambar melanggar hak cipta dan tidak memenuhi aspek rasio ukuran

Saat konten sudah selesai biasanya saya mulai mencari gambar sebagai pendukung, saat itu kesalahan saya adalah menggunakan gambar yang ada di mesin pencari, walaupun sudah mencantumkan sumber ternyata tetap tidak diperbolehkan, akhirnya saya mencari gambar yang bebas hak cipta yaitu di pixabay dan unsplash. Selain itu, kesalahan saya selanjutnya adalah ukuran gambar yang tidak memenuhi syarat minimal , yaitu perbandingan 16:9.

4. Terlalu banyak tipo dalam penulisan

Kesalahan penulisan kata menjadi salah satu alasan yang paling sering diberi tahu oleh tim redaktur kumparan saat tulisan saya ditolak. Solusinya yaitu harus merujuk pada Kamus Besar Bahasa Indonesia dan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia.
ADVERTISEMENT

5. Paragraf yang berantakan

Kerapian penulisan seperti pada paragraf menjadi pertimbangan sendiri oleh tim redaktur kumparan, tulisan saya saat itu paragrafnya ternyata masih berantakan alias tidak rapi.
Pembelajaran yang bisa saya petik adalah teruslah mencoba, jangan takut gagal dan pantang menyerah, karena yakinlah pada suatu saat nanti pasti berhasil.

Penutup

Sekian cerita pengalaman pertama saya menulis di media kumparan. Semoga cerita ini bisa memotivasi kalian dalam menulis, terima kasih.