Buzz
·
23 Juli 2021 16:35
·
waktu baca 3 menit

Perjalanan Menulis

Konten ini diproduksi oleh Muhammad Haryo Pambudi
Perjalanan Menulis (52037)
searchPerbesar
sumber gambar : pixabay.com
Pada kesempatan ini saya ingin menceritakan pengalaman saya selama menjadi menulis. Di kehidupan nyata, tulisan saya sangat jelek sekali seperti ceker ayam, sering juga disebut tulisan dokter. Sejak sekolah dasar hingga saat ini menjadi mahasiswa, tulisan saya masih sama seperti yang dulu. Dulu, sering sekali saya ditegur oleh guru karena takjub melihat tulisan saya yang luar biasa jelek. Bahkan pernah ada guru yang tidak mau menerima tulisan jelek, jadi kalau kalau mengumpulkan tugas tetapi tulisannya jelek, maka tidak diterima.
ADVERTISEMENT
Banyak yang mengatakan kalau tulisan jelek itu salah satu tanda orang pintar, tetapi itu tidak berlaku pada diri saya. Jarang sekali saya mendapatkan rangking di sekolah, nilai saya juga biasa saja, tidak ada yang spesial dalam diri saya.
Lanjut, saya sebenarnya orang yang bisa dibilang kurang suka menulis dan membaca pada awalnya. Tetapi saat saya mencoba menulis untuk pertama kali, ternyata menulis itu sangat asik sekali dan membuat ketagihan. Media tempat saya menulis awalnya di blog pribadi saya yang dibuat pada bulan April tahun 2020.
Selama ngeblog itulah yang membuat saya menjadi suka menulis dan membaca karena sebelum membuat sebuah artikel di blog diharuskan membaca banyak referensi.
Seiring berjalannya waktu saya semakin menikmati pekerjaan menulis, tidak hanya melalui blog pribadi, saya juga mulai belajar menulis di beberapa media online. Di setiap media online tersebut memiliki syarat dan ketentuan serta gaya penulisan yang berbeda-beda, sehingga setiap menulis saya harus menyesuaikan gaya penulisannya.
ADVERTISEMENT
Melalui tulisan saya mengekspresikan dan menceritakan pengalaman diri saya dan memberi informasi yang bermanfaat. Hal positif yang bisa saya dapatkan selama menulis yaitu, pertama, saya belajar untuk rajin membaca dan meriset, karena dalam membuat sebuah tulisan harus memiliki banyak referensi dan meriset, baik dalam hal kata kunci maupun persaingan.
Kedua, menambah pengetahuan, semakin banyak referensi yang dibaca membuat pengetahuan saya bertambah.
Ketiga, belajar mengolah informasi, ketika mencari referensi atau rujukan yang mau ditulis, saya harus bisa mengolah informasi terlebih dahulu, apakah itu benar atau tidak.
Keempat, menambah relasi pertemanan. Banyak sekali komunitas penulis yang saya ikuti, selain untuk menambah relasi pertemanan juga saling berbagi pengalaman selama menulis.
Kelima, kehidupan lebih produktif. Dengan menulis menambah kegiatan dalam keseharian saya sebagai mahasiswa sehingga bisa lebih produktif dalam menjalani kehidupan. Sebagai anak muda tentu saja saya tidak ingin menyia-nyiakan masa muda yang penuh semangat.
ADVERTISEMENT
Keenam, membuat pikiran menjadi lebih kreatif. Sebelum menulis saya harus mencari ide mengenai apa yang akan saya tulis nanti, saat sudah ditemukan idenya selanjutnya adalah merangkai kata-kata agar ketika dibaca enak dilihat.
Ketujuh, menulis sebagai wadah saya untuk komunikasi dengan orang lain. Disaat saya sudah menerbitkan tulisan, terkadang ada beberapa orang yang berkomentar mengenai tulisan saya, baik itu memberikan saran ataupun kritikan, hal itu saya manfaatkan sebagai sarana komunikasi antara penulis dan pembaca.

Penutup

Sekian cerita saya mengenai perjalanan menulis saya, semoga bermanfaat, terima kasih !
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020