Buzz
·
4 September 2021 20:44
·
waktu baca 3 menit

Rencana Tidak Sesuai Realita

Konten ini diproduksi oleh Muhammad Haryo Pambudi
Rencana Tidak Sesuai Realita (558800)
searchPerbesar
Photo by Pexels from Pixabay
Setelah sebelumnya saya menceritakan mengenai hari pertama kuliah, di kesempatan ini juga masih tetap sama temanya, yaitu tentang kuliah, tetapi dengan cerita yang berbeda tentunya.
ADVERTISEMENT
Cerita ini bermula ketika ada mata kuliah yang mengharuskan mempresentasikan dan membuat makalah kelompok, yaitu mata kuliah jati diri universitas. Singkat cerita, kelas saya sudah membagi menjadi beberapa kelompok.
Sebagai ketua salah satu kelompok, saya sudah berbagi tugas dengan teman kelompok, yaitu satu minggu sebelum pelaksanaan presentasi dan 3 hari sebelum pengumpulan makalah. Saat itu menunjukkan hari senin, pengumpulan tugas makalah hari jum’at, dan presentasi makalah minggu depan.
Karena waktu pengumpulan yang lebih cepat, jadi kelompok saya memprioritaskan makalah terlebih dahulu. Kelompok kami mendapat tugas mengenai biografi Jenderal (Purn) Soesilo Soedarman. Pembagian tugas merata dengan sempurna, mulai dari kata pengantar hingga lampiran.
Alhamdulillah setelah 3 hari penyusunan makalah dengan beberapa kali revisi, dapat diselesaikan dan dikumpulkan dengan baik di meja dosen di hari jum’at.
ADVERTISEMENT
Setelah makalah selesai, kelompok saya lanjut berdiskusi mengenai presentasi makalah kelompok yang akan dilaksanakan di hari senin. Terkait pembagian tugas ada sedikit perubahan karena menyesuaikan dengan presentasi yang tidak membutuhkan banyak tulisan, tetapi melalui penjelasan secara verbal.
Singkat cerita, pembuatan power point pun selesai di hari minggu, tinggal menunggu waktu presentasi kelompok. Saya juga sudah mengingatkan teman-teman terkait deskripsi kerja yang telah diberikan dan bersiap untuk presentasi besok.
Waktu berlalu, tidak terasa hari yang ditunggu telah tiba, kelompok saya mendapat urutan kedua presentasi. Sebelum itu, dosen mata kuliah saya melaksanakan pembukaan dengan berkomunikasi dengan mahasiswanya, di sela-sela pembicaraan, nama saya dipanggil oleh dosen untuk ditanya mengenai kelanjutan presentasi.
Disaat saya ingin menjawab pertanyaan dosen, ternyata mic laptop saya rusak dan menyebabkan suara saya tidak tersampaikan. Saya merasa tidak enak ke dosennya saat itu, saya menyampaikan lewat kolom chat bahwa mic saya rusak. Alhamdulillah ada satu teman saya yang menjelaskan kepada dosen melalui on mic bahwa mic saya sedang ada gangguan, hal itu membuat saya sangat lega.
ADVERTISEMENT
Akhirnya saya beralih ke ponsel seluler untuk melanjutkan meeting presentasi kelompok.
Kelompok urutan pertama sudah melakukan presentasi dengan baik dan lancar, selanjutnya yaitu kelompok saya. Ketika ingin melakukan presentasi, ternyata presentan kelompok saya tidak bisa melakukan share screen, sehingga dilanjutkan ke kelompok berikutnya.
Selagi menunggu presentasi kelompok selanjutnya selesai, kami kembali berdiskusi di grup untuk membahas siapa yang akan menggantikan tugas presentan dan yang akan mempresentasikan.
Karena situasi kondisi yang tidak kondisif dan beberapa pertimbangan, akhirnya diputuskan bahwa yang akan mempresentasikan hanya satu orang dan satu orang presentan, berbeda dengan rencana awal yang semua anggota kelompok yang berjumlah 16 orang dan seharusnya ikut mempresentasikan.
Dari presentasi kelompok tersebut saya mendapat pelajaran bahwa sebuah rencana itu tidak selalu berjalan lurus, tetapi terkadang penuh lika-liku, selain itu juga perlunya rencana cadangan jika rencana utama tidak dapat terlaksana dengan baik.
ADVERTISEMENT