Buzz
·
22 Juli 2021 11:05
·
waktu baca 3 menit

Vaksinasi Pertama

Konten ini diproduksi oleh Muhammad Haryo Pambudi
Vaksinasi Pertama (333693)
searchPerbesar
Dokumentasi: Pixabay.com
Halo, di sini saya akan menceritakan pengalaman vaksin untuk pertama kalinya. Cerita ini bermula ketika saya ingin melengkapi berkas-berkas untuk persyaratan registrasi fisik di salah satu universitas di Indonesia. Di antara beberapa persyaratan tersebut, terdapat satu persyaratan yang mengharuskan setiap mahasiswa baru untuk memiliki surat keterangan sehat.
ADVERTISEMENT
Sekitar jam 9 pagi saya berangkat dari rumah menuju puskesmas untuk membuat surat keterangan sehat. Sesampainya di sana, saya langsung mengambil nomor antrean dan melakukan pengecekan suhu, pengukuran tekanan darah (tensi), nadi, dan respirasi. Saya diberi catatan yang berisi pengecekan dan pengukuran yang telah dilakukan sebelumnya. Setelah nomor antrean dipanggil, saya diarahkan ke dalam ruangan poli umum, di situ saya memberikan catatan pengecekan dan pengukuran.
Selanjutnya, saya menuju ruangan yang menjadi penentu saya dinyatakan sehat atau tidak sekaligus melakukan pembayaran. Sesampainya di ruangan tersebut, saya justru disuruh untuk melakukan vaksinasi terlebih dahulu. Saat itu saya kaget dan mencoba menjelaskan bahwa saya hanya seorang calon mahasiswa baru bukan pekerja dan hanya ingin membuat surat keterangan sehat saja. Tetapi tetap saja saya diharuskan untuk melakukan vaksinasi terlebih dahulu.
ADVERTISEMENT
Akhirnya pun saya menuju tempat di mana vaksinasi dilakukan, ketika sampai di sana, saya harus fotokopi ktp terlebih dahulu, jadi harus keluar puskesmas untuk mencari tempat fotokopi. Selama perjalanan hati saya ingin berkata, “Mau buat surat keterangan sehat kok ribet banget”, tetapi setelah dipikir-pikir saya melakukan vaksinasi juga untuk kebaikan diri saya.
Setelah fotokopi KTP selesai, saya kembali ke puskesmas dan menuju tempat vaksinasi. Sebelum melakukan vaksinasi, saya kembali melakukan pengukuran tekanan darah, nadi, dan respirasi. Selain itu saya ditanya apakah ada keluhan selama ini, riwayat penyakit, kehilangan indera penciuman dan perasa atau tidak. Dokter membuat kesimpulan bahwa saya memenuhi syarat untuk melakukan vaksinasi.
Akhirnya saat yang ditunggu telah tiba, yaitu melakukan vaksinasi. Setelah melakukan vaksinasi, saya mengisi formulir berupa nomor telepon dan alamat email untuk pemberitahuan pelaksanaan vaksinasi kedua dan untuk mengunduh sertifikat vaksin online. Saya diberikan kertas yang berisi bahwa saya telah melakukan vaksinasi pertama, kertas ini akan dibawa lagi saat melakukan vaksinasi kedua.
Vaksinasi Pertama (333694)
searchPerbesar
Dokumentasi: Milik pribadi.
Saya kembali menuju ruangan pembayaran untuk penerbitan surat keterangan sehat. Saya melakukan vaksin di puskesmas tersebut gratis. Jadi hanya dikenai biaya pembuatan surat keterangan sehat saja.
ADVERTISEMENT
Saya berpendapat alasan mengapa saya disuruh melakukan vaksinasi karena untuk mempercepat laju vaksinasi di Indonesia dan terdapat target vaksinasi harian yang harus dicapai oleh puskesmas.

Penutup

Sekian cerita dari pengalaman pertama saya divaksin yang tidak terduga. Semoga bermanfaat! Jangan lupa untuk tetap melaksanakan protokol kesehatan dalam menjalani aktivitas di luar rumah agar pandemi virus corona segera berakhir.