Buzz
·
21 Juli 2021 13:55
·
waktu baca 3 menit

Menanam 'Saham' di Dunia Pendidikan

Konten ini diproduksi oleh Muhammad Rifai
Menanam 'Saham' di Dunia Pendidikan (17926)
searchPerbesar
Melukis mural pada dinding bangunan PAUD Ar-Riyadh, kampung Pabuaran Hilir, Desa. Sukatani (Gambar: dokpri)
Minggu lusa lalu, sembari mengisi kekosongan kegiatan, saya mencoba menyalurkan salah satu kesenangan yang sangat sulit teraplikasikan kini, menggambar mural. Ini bukan hobi, bakat terpendam apalagi suatu pekerjaan yang digeluti agar menghasilkan cuan. Ini hanya salah-satu kesenangan saya untuk merangsang otak supaya memproduksi hormon dopamin agar perasaan senang dan gembira muncul. Dulu waktu semasa SMA pernah beberapa kali menjadi seksi pubdekdok pada kegiatan keorganisasian dan saya sering mencurahkan ide-ide untuk memberikan sedikit sentuhan bagaimana dekorasi panggung pentas agar terlihat enak dimata audiens dan mengecat ataupun menggambar mural kadang dibutuhkan untuk memberikan sedikit sentuhan kreatif.
ADVERTISEMENT
Kali ini, bersyukur ada kesempatan untuk melakukan hal itu kembali. Mendekorasi salah satu bangunan Pendidikan Usia Dini (PAUD) yang berada di wilayah saya sendiri. Bangunan persegi panjang dengan setengah sekatan di tengah, berfungsi membagi ruangan menjadi dua kelas, cukup luas untuk tempat proses mengajar bagi murid paud yang jumlahnya tak kurang dari 50-an anak didik. Cukup banyak memang, tapi itu adalah jumlah dari peserta didik paud dan peserta didik sekolah agama yang beroperasi di siang harinya, sehabis zuhur.
Dinding bangunan masih terbilang polos melompong, hanya ada beberapa ornamen/aksesoris yang mana biasa terdapat di PAUD/TK dan sedikit dekorasi mural yang (mungkin, jika saya tak salah ingat) tahun lalu kami (saya, tiga teman, dan ibu pemilik paud) kerjakan dan diproject kali inipun "kami" lagi yang akan mendekor, menggambar supaya terkesan lebih hidup.
ADVERTISEMENT
Pertama, kami memulai menggambar sketsa awal dengan pensil, mewarnai dengan cat dan melakukan perbaikan di sana-sini jika terasa ada yang kurang (finishing). Tak ada tema ajeg yang kami tentukan, maklum, kami bukanlah seorang professional art. Tiap gambar mural, hampir-hampir terkesan isi pikiran kami sendiri. Kenapa? karena gambar apa yang bagus menurut kami akan kami aplikasikan dan gambarkan. Tugas saya lebih banyak membuat sketsa awal dan mewarnai didominasi oleh yang lain karena mereka lebih telaten dan hasil warnaan yang lebih rapi dibanding saya.
Menanam 'Saham' di Dunia Pendidikan (17927)
searchPerbesar
Melukis dapat memicu otak melepaskan hormon dopamin untuk menstimulus rasa senang dan bahagia muncul. (Gambar: dokpri)
Pilihan gambar mural tetap ramah untuk anak, seperti huruf abjad, huruf hijaiyah, gambar buah-buahan, gambar hewan-hewan, pohon, bunga-bunga, pelangi yang semuanya kami warnai dengan pilihan warna yang terang (full colour) supaya pesan kegembiraan terproyeksi dan ditangkap baik oleh anak didik. Untuk hasil gambar kami tak berani berkata ini bagus apalagi sempurna tapi dari kesaksian para anak didik yang melihat tak ada yang berucap tak bagus, semua kompak menilai "Wahh... bagus banget...!" , dan kalimat itu yang membuat saya tertegun, pada akhirnya ada juga orang tepat yang mau mengapresiasi. hehe.
ADVERTISEMENT
Diawal sudah saya utarakan, sebelumnya memang sudah ada sedikit gambar mural yang kami kerjakan tahun lalu, tapi untuk kali ini berbeda. Bukan hasil gambar yang bagus yang membuat pengerjaan kali ini berbeda atau lainnya, namun terdapat idealisme dan harapan yang membuat, saya personally, bersemangat sukarela memberikan partisipasi kemampuan sentuhan kreatif untuk bangunan pendidikan ini. Apa itu?
Saya adalah seorang yang memahami pentingnya pendidikan. Jujur, saya tak pernah merasakan jenjang Pendidikan Usia Dini apalagi Taman Kanak-Kanak. Di masa kecil saya hanya mengenyam pendidikan agama dari guru agama dan ibu saya dan berlanjut ke Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah (SD) hingga kini kuliah. Artinya, bagi saya, mereka (anak didik paud/tk) ini mendapatkan kesempatan lebih baik dari pada saya dulu, terlebih mereka ini adalah penerus bangsa dan agama yang kelak akan menjadi pemimpin dikemudian hari. Dalam hati kecil saya, ada rasa ingin andil memberikan partisipasi dalam tumbuh kembang mereka. Ada panggilan jiwa yang berkata kepada saya supaya memberikan sesuatu yang berguna karena itu akan menjadi amal baik untuk saya sendiri. Namun, dengan cara apa?
ADVERTISEMENT
Ambil Peran sesuai Kemampuan
Berpikir mencari jawaban pun dimulai. Ikut andil menjadi guru? Ah, itu bukan jawaban! I'm sorry, tapi saya personally tak berbakat menjadi seorang guru bahkan tidak menyukainya mungkin, untuk saat ini. Tak usah menyodorkan segudang kemuliaan akan guru, saya paham, namun untuk saat ini saya tak berminat menjadi pendidik profesional.
Teringat satu kalimat yang tertancap di benak saya, saat berdiskusi bersama seseorang yang bagi saya dia memiliki kapabilitas di banding orang lain yang saya temui di wilayah saya. (Saya lupa redaksi aslinya) Dia berkata :" Sudah waktunya kamu mengambil peran. Mulailah dengan apa yang kamu bisa dan kamu mau!"
berawal dari arahan itu, ya sudah, saya mulai mencari-cari kegiatan yang sekiranya saya kuasai. Maka, untuk langkah pertama berpartisipasi pada jenjang pendidikan di wilayah saya dengan cara menjadi volunteer untuk menggambar mural di bangunan PAUD inilah jawabannya. Begitulah kira-kira yang saya pikirkan pada saat itu. Hal yang sangat kecil yang bisa saya lakukan dan berikan.
Menanam 'Saham' di Dunia Pendidikan (17928)
searchPerbesar
(Gambar: dokumen pribadi)
Menanam 'Saham' di Dunia Pendidikan (17929)
searchPerbesar
(Gambar: dokumen pribadi)
Tapi, bukankah kreativitas dapat memicu dan merangsang kreativitas baru, modal untuk mencipta karya besar? Bukankah dengan lingkungan (termasuk hal ini, dekorasi ruangan) dapat membantu proses belajar lebih nyaman? Bukankah beragam warna , gambar, proyeksi imajinasi dapat memicu tumbuh kembang anak? Bukankah imajinasi & kreatifitas ikut andil dalam membentuk karakter anak? Saya bukan ahli untuk menjelaskan dalam bidang itu, tapi itu sangat menjadi harapan. Sesuatu saham besar jika hal itu menjadi kenyataan dan akan bernilai ibadah bagi kami di mata tuhan, Allah SWT, meski kami, ikut andil dalam proses pendidikan di masa usia emas mereka hanya dengan memberi sentuhan dekorasi gambar mural agar tercipta susana belajar yang imajinatif bagi mereka. Aamiin.
ADVERTISEMENT
Muhammad Rifai ( Mahasiswa UNPAM)