Diary: Perjalanan Terakhir di Bulan November

Sastra Indonesia - Universitas Pamulang - Jangan menduga, caraku berbeda.
Konten dari Pengguna
16 November 2022 11:54
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari Muhammad Rojak Hidayat tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Gambar milik pribadi
zoom-in-whitePerbesar
Gambar milik pribadi
ADVERTISEMENT
Sebelum saya membahas mengenai semester terakhir di bulan November, pada kesempatan kali ini saya akan menceritakan sedikit rasa yang saya tidak mengerti. Jujur saja, saya sendiri bingung dengan posisi seperti ini. Dengan semua perasaan bersalah, gelisah, tidak bisa tidur, dan lain sebagainya yang membuat saya selalu bertanya-tanya.
ADVERTISEMENT
Sebenarnya ada apa? kenapa? dan bisa-bisanya saya terpuruk tidak sehat seperti ini. Dengan niat mencintainya dari awal, saya hanya bertujuan untuk menjaganya dari orang yang salah. Walaupun saya sendiri tahu ia tidak pernah sedikit pun untuk melihat akan hal itu, karena memang yang ia inginkan bukanlah saya.
Tersadar dari bulan Oktober, dimana semua usaha yang sudah saya usahakan rasanya mulai retak dan membuat saya tidak sehat. Mungkin dengan niat saya untuknya itu terlalu berlebihan, atau kenapa seakan-akan rasanya sudah mulai terasa membuat saya semakin menderita. Dengan hati yang selalu bertanya-tanya ada apa, dengan semua perubahannya yang membuat saya serbasalah.
Sampai saya berpikir kenapa sudah sejujur ini Tuhan tetap menyulitkan, seakan-akan dirinya sekarang perlahan menjauh tanpa sedikit kata-kata untuk menghindar. Apakah ini semua balasan dari kejujuran yang selama ini saya perjuangan untuknya, atau kalau memang semua ini tidak bisa dipaksakan kenapa harus ada rasa yang begitu kuat yang saya rasakan untuknya.
ADVERTISEMENT
Bingung saja sebenarnya ini ada apa, dengan perubahannya yang begitu cepat satu hari sebelum saya ditantang untuk langsung mengutarakan. Dengan penuh harapan saat itu, saya langsung utarakannya, namun ternyata jawabannya tidak sesuai dengan harapan saya sebelumnya. Dirinya seakan melupakan, namun dengan pelukan terakhirnya yang begitu erat aneh saja akan semua itu.
Apa ini hasil dari kejujuran saya selama ini? atau memang saya bukanlah seperti yang dirinya harapkan!. Jujur saya sangat bingung dengan rasa yang sekarang mulai tidak sehat, dan rasanya mulai runtuh seketika dengan semua kekosongan pembahasan saat pertemuan itu. Dan sekarang tidak ada lagi mata dan senyum itu, yang membuat saya selalu semangat untuk kuliah setiap hari.
Andai saja saya bisa memilih untuk tidak mencintainya dari awal kalau akhirnya seperti ini, saya pun akan memilih untuk tidak mencintainya. Dengan semua rasa yang begitu kuat yang saya berikan untuknya sekarang, semua itu seakan mulai lemah dengan perubahannya yang selalu menghindar terlihat jelas. Semua perjuangan yang saya lakukan seakan mati, dan hilang arah.
ADVERTISEMENT
Entah sadar atau tidak, saya pun tidak tahu lagi harus bagaimana, namun dengan semua pandangan ia sekarang hati saya berkata semua akan percumah dan berakhir di bulan November. Dengan ini saya harap bisa melupakan secepatnya, meskipun saya tahu semua rasa ini tidaklah mudah hilang begitu saja. Lalu sekarang saya berpikir, untuk bagaimana menghapus semua rasa dan cerita saat bersamanya.
Rasanya sayang saja, dari semua kejujuran dan niat baik saya ini tidaklah terbalaskan dengan kejujuran pula. Dengan luka yang dirinya tinggalkan di hati ini seakan sudah benar-benar melekat, dan mungkin akan membuat hati saya tidak sehat untuk jangka panjang. Jujur semua itu sangat membingungkan saya, karena saya tidak pernah sedikit pun berniat untuk hal lain.
ADVERTISEMENT
Terlebih dirinya selalu terlihat dengan yang lain, dengan saya yang tidak memiliki hak untuk urusannya, saya pun hanya bisa memendamnya semuanya saja. Dengan menahan semua rasa cemburu, kecewa, dan sebagainya yang begitu besar saya sekarang memilih untuk mundur sejauh-jauhnya, dengan harapan saya bisa terlepas dari perasaan tidak sehat sejauh ini terhadap dirinya.
Namun anehnya saya selalu mencintainya, meskipun dirinya tidak pernah sedikit pun melihat perjuangan saya sejauh ini. Dengan hati saya yang selalu menjaga dirinya, sampai sekarang saya mencoba untuk tidak lagi melihatnya. Sampai saya berpikir untuk sekalian saja pergi dari semuanya, tapi keadaan saat ini pun penting bagi saya.
Semua rasa ini sulit saya mengerti, karena saya pun tidak menginginkan kalau pada akhirnya akan percuma seperti ini. Dan saya rasa tidak ada satu orang pun yang menginginkannya, memang rasanya membuat kita hampir lupa dengan kebahagiaan diri sendiri, yang selalu berjuang untuk mempertahankan cinta yang tidak sedikit pun mencintai kita.
ADVERTISEMENT
Andai saja rasa ini tidak untuk dirinya yang selalu terlihat setiap hari, mungkin saja rasanya tidak sesakit dan sesulit ini. Dengan selalu melihatnya, membuat saya semakin mencintainya tanpa sebab dan alasan. Yang jelas sekarang saya harus kuat untuk menahannya, sebab dirinya sekarang ini sudah terlalu jauh meskipun selalu terlihat dalam pengelihatan saya.
Dan sekarang meskipun hancur berantakan seperti ini, saya harus tetap melihatnya baik-baik saja. Karena bagi saya untuk sekarang melihatnya bahagia adalah suatu kebahagiaan yang sebenarnya, meskipun kebahagiaan itu tidak bisa saya rasakan bersamanya. Setidaknya saya harus bangkit dari kehancuran ini, sebab saya tahu Tuhan sudah merencanakan sesuatu yang indah untuk saya.
Oleh karena itu, di bulan November tepatnya bulan kelahiran saya sangat berharap saya dapat terbiasa dengan hadir ia setiap kali pertemuan. Karena itu saya berharap dapat menghilangkan rasa yang pernah membuat saya yakin, hingga pada akhirnya membuat saya hancur berantakan. Dengan semua tanda tanya yang tersisa, semoga dengan berjalannya waktu dapat terjawab dengan jelas.
ADVERTISEMENT
Andai suatu hari nanti dirinya melihat dan membaca tulisan saya ini, saya harap dirinya sudah tidak lagi seperti saat lalu. Mungkin bersama waktu, saya akan kembali lagi untuk meraihnya. Kenapa? karena saya tahu dirinya adalah orang yang benar-benar baik, dan tulus dalam memegang komitmen, karena itulah saya sampai saat ini selalu ngejarnya.
Semoga saja ia selalu di jaga oleh orang-orang baik tanpa adanya saya dibelakangnya, karena niat saya kuliah untuk semester lima ini pun akan berakhir. Meskipun sangatlah berat untuk saya meninggalkannya, namun saya pun harus berbalik untuk mencari kebahagiaan untuk diri saya juga. Agar lekas membaik, dan tidak perlu menutup kesakitan dengan senyum setiap kali melihatnya.
Saya harap artikel ini dapat langsung tembus dan rasanya sampai, dengan harapan semoga saja November tepatnya bulan kelahiran saya kali ini tidak berakhir dengan kesedihan yang berlarut-larut. Pokonya mawar kalau ingin tahu cinta saya terhadapmu itu seperti apa, lihat saya saat ini seperti apa, dan bagaimana saya selalu berusaha untuk terlihat baik-baik saja.
ADVERTISEMENT
Aku selalu menunggu mawarku, "salam satu aspal, nikmat sehat nikmat rejeki untuk mawar ku, mawar yang selalu seperti itu dan tidak akan pernah melihatku".
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020