Konten dari Pengguna

ECOPRINT: Bisnis Usaha di Bidang Fashion

Muthi Mulyana

Muthi Mulyana

Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Muthi Mulyana tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sebagian dari kita pasti jarang mendengarkan kata Ecoprint. Namun, bagi para pekerja industri tekstil kata ini mungkin merupakan suatu hal yang tidak asing lagi. Eco berarti ramah lingkungan sedangkan print berarti mencetak. Sehingga Ecoprint dapat diartikan sebagai teknik mencetak pada kain dengan menggunkaan pewarna alami atau ramah lingkungan dan membuat motif dari daun secara manual yaitu dengan cara ditempel sampai timbul motif pada kain.

Ecoprint memiliki perbedaan dengan batik, dimana untuk membuat sebuah batik kita harus membuat gambar polanya terlebih dahulu dan pola ini cenderung bisa sama dengan yang lainnya, sedangkan pada Ecoprint polanya sangat bergantung pada teknik menyusun daun/bunga pada kain menjadi sebuah pola atau corak yang indah. Ecoprint merupakan sebuah teknik cetak dengan pewarna kain alami yang cukup sederhana namun dapat menghasilkan motif unik dan otentik. Dengan teknik ini, prosesnya sederhana dan tidak melibatkan mesin atau cairan kimia, dan biasanya digunakan untuk membuat hiasan atau fashion yang ramah lingkungan.

Ecoprint menjadi salah satu alternatif bisnis di bidang fashion yang menjanjikan. Bisnis Ecoprint bisa menjadi pilihan berbisnis fashion yang bersifat kreatif, inovatif, eksklusif dan beda dari yang lain. Dengan memanfaatkan sumber daya alam di lingkungan sekitar, produk Ecoprint merupakan produk yang layak dijual, memiliki harga jual yang tinggi dan yang paling penting ramah lingkungan.

Proses pembuatan Ecoprint step printing (Sumber: Dokumentasi Pribadi)

Adapun alat dan bahan yang dibutuhkan untuk pembuatan Ecoprint:

  1. Kain (katun, sutera atau kanvas)

  2. Daun/Bunga

  3. Panci

  4. Kompor

  5. Plastik

  6. Cuka

  7. Baking soda

  8. Tawas bubuk

  9. Kapur bubuk

  10. Tunjang

Adapun step-step pembuatan Ecoprint, yaitu:

Step 1: Scouring

Scouring sendiri adalah tahapan menghilangkan zat kimia yang terdapat pada kain yang akan di pakai.

Cara:

  • Campurkan baking soda dengan air

  • Nyalakan kompor dan rebus campuran baking soda dan air

  • Apabila air mulai memanas masukan kain dan pastikan kain terendam dengan sempurna

  • Apabila air mulai mendidih, aduk kain selama 30 menit

  • Angkat dan bilas kemudian keringkan kain

Step 2: Mordant

Mordant merupakan tahapan perawatan kain dengan zat logam sehingga kain dapat menerima proses transfer warna daun/bunga.

Cara:

  • Campur cuka 2 sendok makan dengan air 3 liter, aduk hingga tercampur rata

  • Masukkan baking soda ke larutan cuka, aduk sampai tidak berbusa

  • Di wadah lain, campur tawas dan air hingga larut

  • Campurkan air tawas yang sudah larut dengan larutan sebelumnya lalu aduk rata

  • Masukkan tunjang, aduk rata

  • Masukkan kain, rendam dan remas-remas kain selama 5 menit, kemudian angkat dan jemur

  • Larutkan kapur dan air 3 liter

  • Setelah kain kering, rendam kain dengan larutan kapur dan pastikan kain terendam secara merata, kemudian biarkan selama 5 menit

  • Angkat kain dan bilas sampai bersih

  • Kain siap digunakan saat basah atau keringkan dengan sempurna kemudian disimpan

Step 3: Printing

Printing merupakan tahapan penempelan daun/bunga pada kain sesuai motif yang diinginkan.

Cara:

  • Basahi kain dengan air, peras hingga lembab dan tidak basah

  • Bentangkan kain di atas plastik

  • Lipat kain menjadi dua, lalu buka bagian lipatan atas

  • Dibagian kain lipatan bawah, tata daun sesuai dengan motif yang diinginkan

  • Jka pembuatan motif selesai, tutup kain bagian bawah dengan kain bagian atas

  • Tutup dengan plastik kembali

  • Gulung kain beserta plastik dan pastikan gulungan kecil dan erat, kemudian ikat dengan kencang

  • Kukus selama 2 jam (untuk 2 meter kain)

Step 4: Fiksasi

Fiksasi merupakan proses yang diperlukan untuk mengunci warna dan corak pada kain.

Cara:

  • Setelah kain diangin-angin kan minimal 3–5 hari, siapkan 1 liter air yang telah dicampur dengan 14 gram tawas

  • Rendam kain pada larutan air tawas yang telah dibuat selama 5 menit

  • Bilas lalu angin-anginkan kain hingga kering

  • Setelah kain kering, cuci kain dengan pelembut pakaian (softener) untuk menghilangkan zat korosif dari sisa tunjung yang menempel

  • Setelah kain kering, kain siap untuk disetrika dan digunakan untuk membuat berbagai macam produk.