kumplus-Opini Mutti Anggitta- Korut- Hwasong 17

Perfect Timing Uji Coba Hwasong-17 di Tengah Krisis Ukraina

LAB45, Analis Utama Politik Keamanan
28 Maret 2022 10:12
·
waktu baca 5 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Kamis lalu, Korea Utara melakukan uji coba rudal balistik antarbenua yang diberi nama “Hwasong-17”. Berdasarkan data pemerintah Jepang, rudal berukuran 25 meter ini terbang sekitar 71 menit hingga ketinggian sekitar 6.000 km dan mencapai jarak sekitar 1.100 km. Hwasong-17 diluncurkan dari Bandara Internasional Pyongyang dan mendarat di zona ekonomi eksklusif Laut Jepang.
Kantor berita pemerintah Korea Utara (Korean Central News Agency/KCNA) mengklaim bahwa uji coba tersebut berhasil, membuktikan bahwa kapabilitas rudal balistik antarbenua Korea Utara saat ini sudah dapat dioperasikan dengan cepat dalam kondisi perang. Peluncuran rudal ini juga menandakan berakhirnya moratorium uji coba rudal balistik antarbenua yang Presiden Kim Jong Un janjikan kepada dunia internasional pada 2018 lalu.
Hasil uji coba Hwasong-17 tersebut juga mengindikasikan bahwa kemampuan rudal balistik antarbenua Korea Utara saat ini kemungkinan besar sudah mampu menjangkau berbagai wilayah daratan Amerika Serikat, tidak hanya Hawaii atau pun Los Angeles, tetapi juga Washington DC dan New York. Dengan kata lain, Korea Utara menjadi negara ketiga, selain Rusia dan China, yang mempunyai kapabilitas meluncurkan serangan rudal nuklir ke Amerika Serikat. Hal ini juga menyiratkan pesan kepada dunia, khususnya Amerika Serikat, bahwa Korea Utara adalah negara yang punya kapabilitas melawan siapa saja jika diancam atau diprovokasi.
Lanjut membaca konten eksklusif ini dengan berlangganan
Keuntungan berlangganan kumparanplus
check
Ribuan konten eksklusif dari kreator terbaik
check
Bebas iklan mengganggu
check
Berlangganan ke newsletters kumparanplus
check
Gratis akses ke event spesial kumparan
Kendala berlangganan hubungi [email protected] atau whatsapp +6281295655814
Apakah lebih banyak hulu ledak nuklir akan membuat dunia internasional lebih aman? Bagaimana dengan terorisme bersenjatakan nuklir? Kolom Mutti Anggitta, Analis Utama Keamanan dan Perempuan LAB45.
Sedang memuat...0 Konten
Sedang memuat...0 Konten
Sedang memuat...0 Konten
Sedang memuat...0 Konten
Sedang memuat...0 Konten