Entertainment
·
21 November 2020 18:43

Start Up, Bukan Sekadar #TimJiPyeong atau #TimDoSan Saja

Konten ini diproduksi oleh Nabilah Muhamad
Start Up, Bukan Sekadar #TimJiPyeong atau #TimDoSan Saja (10506)
Start Up, drana Korea yang diperankan oleh Bae Suzy, Nam Joohyuk, dan Kim Seonho sebagai pemeran utamanya.
Drama asal Korea Selatan, Start Up belakangan ini sedang ramai dibahas oleh warganet. Bagaimana tidak, drama ini diperankan oleh Bae Suzy (Seo Dal Mi), Nam Joohyuk (Nam DoSan), dan Kim Seonho (Han JiPyeong) sebagai pemeran utamanya. Drama yang diproduksi oleh TvN dan tayang sejak Oktober lalu di Netflix ini telah menarik banyak minat penonton. Melansir dari asianwiki, pada episode 10 drama ini mendapatkan rating internasional sebanyak 4.352% berdasarkan survei AGB Nielson.
ADVERTISEMENT
Hal tersebut terbukti dengan ramainya tagar di Twitter setiap kali episode baru tayang. Pembahasan yang selalu muncul tak lain dan tak bukan yaitu tagar #TimJiPyeong dan #TimDoSan. Drama ini menceritakan mengenai perjuangan anak muda untuk membangun bisnis rintisan yang tidaklah mudah. Namun, love story pemeran utama menjadi yang paling ramai diperbincangkan.
Penonton seolah menghakimi siapa yang lebih pantas bersanding dengan Dal Mi —pemeran utama wanita— hingga muncul kedua tim tersebut. Padahal, Dal Mi bisa saja tidak memilih keduanya, lagi pula, siapa yang akan baik-baik saja setelah dibohongi selama 15 tahun oleh orang yang disayang? Baik JiPyeong maupun DoSan pastinya membuat luka baru untuk Dal Mi.
Bagi #TimJiPyeong, JiPyeong lah yang harusnya berakhir dengan Dal Mi, karena dari awal ia yang menuliskan surat untuk Dal Mi, yang mana hal tersebut menjadi cinta pertama Da Mi. Meskipun begitu, JiPyeong tidak jujur dengan menggunakan nama DoSan ketika bertukar surat dengan Dal Mi.
ADVERTISEMENT
Lain halnya dengan #TimDosan, menurut mereka yang paling berusaha di sini ialah DoSan, meskipun ia tidak berusaha dari awal dan orang yang dikenal oleh Dalmi bukanlah dirinya. Tetap saja, DoSan tidak lebih pecundang dari JiPyeong yang membuat skenario kebohongan dari awal.
Ketimbang memperdebatkan mengenai love life mereka, ada banyak hal yang lebih menarik dan mendapat perhatian lebih. Mulai dari bagaimana DoSan mengembangkan perusahaannya, Samsan Tech. Hingga pertarungan bisnis di Sandbox yang menaungi bisnis rintisan mereka. Jatuh bangun para pemain untuk membangun bisnis rintisan menjadi cerita utama yang paling menarik dan memberikan pelajaran bagi penontonnya
Ide cemerlang tanpa business plan? Omong kosong!
Samsan Tech, perusahaan IT yang mengembangkan kecerdasan buatan atau AI, dibangun oleh DoSan, Chul-san, dan Young-san. Selama dua tahun, mereka berusaha untuk mengembangkan teknologi baru yang dapat berguna bagi orang banyak. Teknologi yang mereka kembangkan sangatlah cemerlang, namun DoSan sebagai CEO dari Samsan Tech tidak memikirkan perencanaan bisnis yang jelas.
ADVERTISEMENT
Meskipun mereka menang di kejuaraan CODA, tidak lantas membuat mereka mendapatkan investor. Memang, setelah kemenangan mereka di CODA banyak investor yang silih-berganti datang untuk menawarkan investasi. Namun, karena hanya fokus kepada pengembangan teknologi, menjadikan DoSan hilang arah ketika ditanya mengenai dari mana mereka menghasilkan uang.
Hingga, suatu hari JiPyeong mengatakan kepada DoSan jika perusahannya tidak akan berkembang jika DoSan yang menjadi CEO, karena ia tidak memiliki rencana bisnis yang jelas. Memang, mengembangkan teknologi dengan ide cemerlang itu bagus dan dapat menyaingi pengembang teknologi lainnya. Namun, bagaimana jadinya jika perusahaan tanpa suntikan dana dari investor? Selama dua tahun tersebut, DoSan hanya mengandalkan investasi dari ayahnya.
Sampai ketika Samsan Tech mengikuti kompetisi untuk Sandbox —perusahaan yang menaungi bisnis rintisan— diharuskan membentuk tim, kemudian Dal Mi yang saat itu terpilih menjadi CEO memilih Samsan Tech sebagai tim untuk membentuk perusahaan. Meskipun Dal Mi tidak memiliki latar belakang pendidikan dan hanya lulusan SMA, namun kerja kerasnya untuk menjadi CEO perlahan membangkitkan Samsan Tech.
ADVERTISEMENT
Dal Mi dibantu JiPyeong membuat rencana bisnis yang jelas, mengenai investasi mana yang bisa mendanai perusahaan mereka, hingga berpikir celah mana dari bisnis mereka yang akan mendatangkan uang. Ide bisnis yang cemerlang lalu terus-menerus mengembangkan teknologi tanpa adanya business plan yang jelas? Omong kosong!
Membangun bisnis rintisan tidak semudah itu
Start Up dalam ceritanya memperlihatkan realita dalam membangun bisnis rintisan tidak semudah itu. Seo Chung-Myung, ayah Dal Mi yang memutuskan keluar kantornya untuk membangun bisnis sendiri sangat terlihat jatuh bangunnya yang belum juga kunjung berhasil.
Hingga ketika ia mendapatkan panggilan oleh perusahaan yang akan memberikan investasi, Chung Myung yang kondisinya habis tertabrak mobil pun tetap berusaha untuk memberikan presentasi hingga akhirnya mendapatkan investasi. Namun, sangat disayangkan ketika ia pulang dengan kabar gembira, sudah meninggal di dalam bus jalan pulang ke rumah.
ADVERTISEMENT
Realita seperti ini yang ingin diperlihatkan penulis, berdarah-darah saat membangun bisnis menjadi hal yang sangat wajar. Adanya persaingan, sulit mendapat investor, konflik dalam tim hal yang paling diperlihatkan dalam drama ini —selain love story tentunya.
Keluarga bisa menjadi rival dalam bisnis
Won In Jae, kakak kandung Dal Mi turut bergabung dalam kompetisi untuk masuk Sandbox. Sebelumnya In Jae menjadi CEO dari Morning Group, namun karena itu perusahaan milik ayah tirinya lantas In Jae ditendang begitu saja. Akhirnya In Jae memulai bisnis dari nol lagi dengan mengikuti kompetisi yang diadakan Sandbox.
Memiliki hubungan saudara kandung lantas tetap menjadikan In Jae dan Dal Mi rival dalam kompetisi tersebut. Bahkan, In Jae mencuri ide teknologi yang akan dikembangkan oleh Samsan Tech. Persaingan sengit terjadi di antara kedua saudara kandung tersebut, berebut posisi teratas untuk menjadi perusahaan terbaik.
ADVERTISEMENT
Bahkan, In Jae dengan mudahnya ‘mencuri’ cerita masa kecil Dal Mi yang menjadi filosofis dibangunnya perusahaan SandBox, hanya demi mendapatkan perhatian lebih dari CEO Sandbox. Jalan cerita seperti ini seringkali terjadi pada dunia nyata. Realitanya, keluarga bisa menjadi rival terbesar dalam bisnis. Rasanya, dalam persaingan bisnis tidak pandang bulu meskipun keluarga sendiri.
Banyak persoalan realita dalam dunia bisnis yang diperlihatkan oleh Start Up. Penonton bisa belajar banyak pelajaran hidup khususnya dalam membangun bisnis rintisan dalam drama ini. Tidak perlu lagi meributkan siapa yang cocok untuk berakhir dengan Dal Mi, hingga terpecah menjadi kedua kubu yang berbeda. Dengan siapapun nantinya Dal Mi, sudah menjadi keputusan penulis yang tidak dapat diganggu gugat.
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-whitesosmed-facebook-whitesosmed-twitter-whitesosmed-line-white