• 1

USER STORY

Puan Maharani Peduli Pengungsi Muslim Rohingya

Puan Maharani Peduli Pengungsi Muslim Rohingya


Seperti yang selalu diyakininya selama ini, bahwa tugasnya adalah tugas kemanusiaan, maka Puan Maharani pun tergerak untuk kepentingan kemanusiaan. Karena nilai kemanusiaan adalah nilai universal, maka ia tak tersekat tempat dan jarak. Sebagai sesama warga negara, sesama manusia, dan sesama warga dunia. Sebab membangun negeri, tidak berarti acuh untuk menunjukkan rasa peduli terhadap mereka yang, secara kemanusiaan, sedang diuji.
Pada Rohingnya, Puan Maharani menunjukkan rasa empati dan peduli.
Pada persoalan kemanusiaan, Puan Maharani menunjukkan kerja koordinasi yang efektif. Soal Rohingya, adalah persoalan semuanya; yang merasa dirinya adalah bagian dari warga dunia. Ini bukan persoalan siapa dan apa agamanya, karena kemanusiaan memutus sekat-sekat perbedaan. Betul sekali ketika banyak orang mengatakan, “kita cukup menjadi manusia, untuk menunjukkan rasa peduli terhadap Rohingya”.
Tugasnya adalah melakukan koordinasi, sebagai wujud dan apresiasi atas diplomasi yang dilakukan pemerintah RI. Maka, melalui kerja gotong-royong di bawah koordinasi Kemenko Pembangunan Manusian dan Kebudayaan, kemudian terkumpullah sekian ton bantuan untuk diberikan kepada ratusan ribu pengungsi di Bangladesh.
Pemerintah RI peduli, dan Puan Maharani secara cantik bisa melakukan koordinasi.
“Kemenko PMK telah mengkoordinasikan Kementerian dan Lembaga (K/ L) di jajarannya untuk bergotong royong menyiapkan bantuan,” kata Puan Maharani saat mendampingi Presiden Joko Widodo melepas Bantuan Pemerintah Republik Indonesia untuk pengungsi Rohingya (13/9/2017).
Akhirnya, dari hasil gotong- royong untuk penyiapan bantuan adalah Kementerian Kesehatan menyumbang obat-obatan 1 ton, makanan pendamping ASI 4 Ton dan makanan tambahan ibu hamil 4 ton. Sementara BNPB yang juga di bawah koordinasi Kemenko PMK, mengirim bantuan tenda, makanan siap saji, pakaian, selimut. Di luar itu, Bulog dan Asosiasi Pemerintah Provinsi, masing-masing membantu 10 ton beras. Sementara, TNI mengkontribusikan Herculesnya sebagai alat transpor (tribunnews, 13/9/2017).
Seperti dikatahui, untuk tahap pertama, bantuan yang diangkut 4 pesawat Hercules TNI AU itu jumlahnya sebanyak 34 ton. Bantuan tersebut akan sampai di bandara terdekat dengan pengungsian. Pemerintah sendiri akan mengirimkan beberapa tahap bantuan untuk pengungsi Rohingya. Bantuan yang diberikan pemerintah Indonesia ini total mencapai 90 ton, yang akan dikirim secara bertahap. Bantuan tersebut dihimpun dari K/ L, LSM, Ormas, dan swasta.
Untuk pengungsi Rohingya yang sedang menderita, siapapun harus membuka mata. Mereka adalah saudara, sebagai manusia, dan tak perlu mencari alasan pembeda. Puan Maharani secara cerdas melakukan koordinasi, tidak sendiri, tapi bergotong royong menyatukan berbagai lembaga dan instansi.
“Indonesia berharap bantuan ini dapat membantu mengurangi beban hidup pengungsi Rohingya. Seiring dengan itu Indonesia mendorong adanya penyelesaian damai, adil dan permanen terhadap penyelesaian krisis Rohingya di Myanmar,” ujar Puan Maharani penuh harap.


Puan MaharaniKabinet KerjaRohingyaPolitikJoko Widodo

500

Baca Lainnya