kumparan
28 Mar 2019 11:35 WIB

Ajak Warga Ciliwung, Kolaborasi Mahasiswa IPB Turun Langsung ke Desa

Mahasiswa IPB Turun ke Desa
Sungai Ciliwung merupakan salah satu sungai yang keberadaannya populer di kalangan masyarakat Indonesia. Sungai ini digunakan sebagai pengendali banjir yang sering terjadi di DKI Jakarta dengan dibangunnya pos pengamatan banjir atau pembuatan sejumlah pintu air. Selain itu, Sungai Ciliwung dianggap sebagai sungai yang mengalami kerusakan terparah apabila dibandingkan dengan sungai-sungai yang mengalir di Jakarta. Permasalahan yang terjadi di Sungai Ciliwung adalah adanya pendangkalan sehingga menyebabkan rentan terjadinya banjir di sekitar Daerah Aliran Sungai (DAS) Ciliwung. Hal ini dibuktikan dengan hasil pemantauan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia (KLHK RI) pada tahun 2016 lalu yang menunjukkan bahwa sebesar 73,24 persen air dari Sungai Ciliwung berada pada kondisi status mutu cemaran berat.
ADVERTISEMENT
Sementara itu, kebutuhan masyarakat akan adanya Sungai Ciliwung sangat beraneka ragam. Beberapa masyarakat menganggap Sungai Ciliwung sebagai sumber kebutuhan primer untuk mandi, cuci dan kakus. Kebutuhan sekundernya yaitu sebagai sarana rekreasi untuk beberapa kalangan masyarakat. Namun, kondisi Sungai Ciliwung semakin hari semakin membutuhkan perhatian lebih untuk kembali pulih sebagaimana semestinya.
Masyarakat sekitar memiliki tanggung jawab besar dalam upaya penjagaan kelestarian Sungai Ciliwung. Himpunan Mahasiswa Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Institut Pertanian Bogor (Himasper FPIK IPB) menyadari hal tersebut dan kemudian melakukan aksi pengabdian masyarakat di daerah sekitar Sungai Ciliwung dengan tajuk Ciliwung Care Day.
Ciliwung Care Day menjadi wadah bagi mahasiswa IPB dalam pengaplikasian ilmu yang diperoleh di bangku perkuliahan dalam rangka pemecahan masalah yang ada di masyarakat. Ciliwung Care Day mengajak tujuh organisasi mahasiswa (ormawa) yang ada di IPB yaitu Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa (BEM KM) IPB, BEM FPIK IPB, Himpunan Mahasiswa Teknologi Hasil Perairan (Himasilkan), Himpunan Mahasiswa Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan (Himafarin), Himpunan Mahasiswa Teknik Sipil dan Lingkungan (Himatesil), Himpunan Mahasiswa Arsitektur Lanskap (Himaskap), dan Resource and Environmental Economics Student Association (Reesa).
ADVERTISEMENT
Febri Ria Safitri, Kepala Division of Environmental dan Social Himasper IPB sekaligus Ketua Pelaksana Ciliwung Care Day mengatakan bahwa acara ini dilaksanakan untuk memperingati Hari Air Sedunia yang jatuh pada tanggal 22 Maret. Kegiatan Ciliwung Care Day ini diawali dengan kegiatan Focus Group Discussion (FGD) yang dilaksanakan di Ruang Diskusi Departemen MSP FPIK IPB (23/02). Diskusi tersebut dihadiri oleh beberapa ormawa dan pihak Komunitas Peduli Ciliwung (KPC).
“Kegiatan Ciliwung Care Day ini terdiri dari berbagai rangkaian program, yaitu gotong royong bersih-bersih DAS Ciliwung, penanaman pohon, games lingkungan kepada anak-anak, edukasi pengolahan sampah plastik dan pembuatan kompos, pengarahan dan gotong royong penataan DAS Ciliwung, serta kajian kualitas air dan biodiversitas di Sungai Ciliwung. Ciliwung Care Day digelar dengan melibatkan masyarakat setempat mulai dari anak-anak, karang taruna, hingga ibu-ibu daerah setempat di DAS Ciliwung, Kedung Badak, Bogor tanggal 24 Maret lalu,” ujarnya.
ADVERTISEMENT
Kegiatan ini berkolaborasi juga oleh Seameo Biotrop, Dewan Pengurus Pusat Himpunan Alunni (DPP HA) IPB, KPC, Dinas Lingkungan Hidup Kota Bogor, dan Balai Pengelolaan DAS dan Hutan Lindung (BPDASHL) Citarum Ciliwung. “Alhamdulillah ada 275 peserta yag terlibat. Respon teman-teman ormawa dan pihak KPC menyambut baik inisiasi kegiatan ini,” ujar Ketua Himasper FPIK IPB, Rafialwan Athariq Subing (AD/Zul).
Keyword: DAS Sunga Ciliwung, pencemaran sungai, Ciliwung Care Day, Himasper, FPIK IPB
Tulisan ini adalah kiriman dari user, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan