BPDPKS Gandeng IPB Training, Genjot SDM Perkebunan Kelapa Sawit Tangguh di Riau

Akun resmi Institut Pertanian Bogor
Konten dari Pengguna
5 Agustus 2022 13:23
·
waktu baca 3 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Tulisan dari Berita IPB tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
BPDPKS Gandeng IPB Training, Genjot SDM Perkebunan Kelapa Sawit Tangguh di Riau
zoom-in-whitePerbesar
BPDPKS Gandeng IPB Training, Genjot SDM Perkebunan Kelapa Sawit Tangguh di Riau
ADVERTISEMENT
Pemerintah terus berupaya mengoptimalkan hasil perkebunan kelapa sawit di Riau. Salah satu upaya yang dilakukan adalah memberikan pelatihan penguatan kelembagaan kepada pekebun. Menurut data Direktorat Jenderal Perkebunan, luas komoditi kelapa sawit di Provinsi Riau mencapai 3,38 juta hektar. Luasan ini merupakan menduduki nomor satu di Indonesia 20,08 persen dari total luasan kepala sawit Indonesia 16,8 juta hektar.
ADVERTISEMENT
Untuk meningkatkan hasil produksi perkebunan itu, pemerintah melalui Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS), Direktorat Jenderal Perkebunan dan IPB Training memberikan pelatihan kepada para pekebun di Provinsi Riau. Pelatihan ini dilaksanakan dalam rangka Pengembangan Sumber Daya Manusia Perkebunan Kelapa Sawit (SDMPKS). Digelar selama 10 hari di Pekanbaru, mulai tanggal 1 hingga 10 Agustus 2022 mendatang, pelatihan ini dihadiri oleh 26 orang perwakilan pekebun di Provinsi Riau. Pelatihan ini menghadirkan narasumber, Dr Lili Dahliani selaku tim narasumber IPB Training.
Adapun sejumlah materi pelatihan yang disampaikan yaitu, strategi pengembangan kelembagaan pekebun, manajemen kemitraan dan kepemimpinan kelembagaan pekebun. Selain itu pekebun juga memperoleh materi terkait administrasi dan program tabungan, perencanaan ekonomi rumah tangga, dan pengelolaan kelapa sawit berkelanjutan.
ADVERTISEMENT
"Pelatihan penguatan kelembagaan angkatan 1 tahun 2022 ini, melibatkan 26 orang pekebun. Dengan rincian 11 orang pekebun dari Kabupaten Kampar, dan 15 orang berasal dari Kabupaten Pelalawan," kata Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Riau, Ir Zulfadli, (2/8).
"Pada pelatihan ini akan diberikan materi terkait dengan pengembangan kelembagaan pekebun. Kemudian dilengkapi pula dengan kunjungan lapang ke Koperasi Unit Desa (KUD) yang dinilai sukses dalam menjalankan kelembagaannya," ujar Zulfadli.
Menurutnya, sangat berat upaya pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan petani, jika melihat luasnya kawasan perkebunan rakyat di Provinsi Riau. Zulfadli menyadari sepenuhnya, bahwa dalam melaksanakan dan menyukseskan pembangunan perkebunan, banyak kendala yang dihadapi. Menurutnya, diperlukan implementasi konsep-konsep pembangunan untuk mengatasi berbagai kendala, seperti rendahnya tingkat pengetahuan dan keterampilan petani.
ADVERTISEMENT
"Secara bertahap terus diupayakan pemecahannya, antara lain dengan memberikan pelatihan teknis maupun non teknis kepada para petani. Semuanya harus dioptimalkan untuk mewujudkan Riau yang makmur dan sejahtera," harapnya.
Tidak bisa dipungkiri, lanjutnya, perkebunan kelapa sawit merupakan penggerak utama atau pilar utama ekonomi Riau, karena sebarannya yang sangat luas dan melibatkan 823.026 Kepala Keluarga (KK) petani (data tahun 2019). “Jika asumsi 1 KK terdiri dari 4 orang, maka sekitar 3,37 juta orang menggantungkan hidupnya dari perkebunan, atau sekitar 52,7 persen dari jumlah penduduk di Provinsi Riau yang sebanyak 6,8 juta orang, “ jelasnya. Saat ini, sebutnya, program pemerintah tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan produksi di bidang perkebunan, tetapi yang lebih diutamakan adalah peningkatan pendapatan petani. (Ratih)
ADVERTISEMENT
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020