kumparan
search-gray
News4 Maret 2020 8:37

Dengan Mendengar, Belajar Bahasa Jadi Lebih Mudah

Konten kiriman user
DSC_6119.JPG
Dengan Mendengar, Belajar Bahasa Jadi Lebih Mudah
IPB University tidak hanya dikenal sebagai perguruan tinggi terbaik di Indonesia dalam hal sains. Tetapi, IPB University juga memberikan perhatian terhadap perkembangan bahasa, termasuk salah satunya adalah bahasa arab. Hal tersebut dibuktikan dengan mahasiswa IPB University pernah mendapat juara 2 lomba debat bahasa Arab nasional dua kali berturut-turut. Hal tersebut disampaikan oleh Dr Asep Nurhalim Lc, MPdI, Ketua Departemen Ilmu Ekonomi Syariah IPB University dalam acara Arabic Talk Show: Milenial Lancar Bahasa Arab Itu Keren, Jum’at (28/2) di Kampus IPB Dramaga.
ADVERTISEMENT
Dr Asep menyampaikan, bahasa arab penting dipelajari, oleh karena itu kegiatan ini bertujuan sebagai pengingat bagi semua tentang pentingnya bahasa Arab. “Saya membayangkan, kalau banyak dari dosen dan mahasiswa IPB University yang mengerti bahasa arab, maka kelak keilmuan IPB University itu bisa tersampaikan, jadi bisa diunggah ke Timur Tengah. Sehingga kebermanfaatannya bisa menjangkau lebih luas lagi,” ujar Dr Asep.
Sementara itu, Founder Arabiya Indonesia, Muhsinin Fauzi, Lc, MSi yang hadir sebagai pembicara mengungkapkan, kemampuan kebahasaan seseorang akan memudahkan jalan bagi orang tersebut untuk berhubungan dengan orang lain. Ia pun berbagi cerita menarik tentang kiat-kiat mudah meraih kata sepakat dengan salah seorang investor dari Timur Tengah lewat kemampuan berbahasa arabnya.
ADVERTISEMENT
“Beberapa waktu lalu ada investor dari Saudi yang datang. Bertemulah dengan beberapa pengusaha yang notabene mereka berbahasa Inggris, sehingga kesulitan untuk berkomunikasi. Ketika saya membantu, langsung deal. Jadi, kedekatan bahasa memungkinkan kita untuk punya keluasan peluang, ini dalam konteks usaha,” ungkap Muhsinin.
Muhsinin juga menunjukkan fakta bahwa kini bahasa Arab menempati posisi keempat sebagai bahasa yang paling banyak digunakan di dunia. Perserikatan Bangsa-Bangsa telah menetapkan tanggal 18 Desember sebagai Hari Bahasa Arab Sedunia.
Muhsini meyakini, kemampuan bahasa Arab juga bisa menunjukkan seseorang menempuh pendidikan yang lebih baik. Ia menyebut, universitas-universitas yang ada di Timur Tengah secara peringkat, menempati posisi antara 150-200.
“King Abdul Aziz itu peringkat 150, jauh mengalahkan negara-negara lain termasuk Indonesia. Tidak menutup kemungkinan ini akan dikejar oleh siapapun. Artinya sekarang tren untuk belajar sains bukan hanya ke negara maju, tapi juga ke negara-negara Arab,” ujar Muhsinin.
ADVERTISEMENT
Ke depannya, menurut Muhsinin, bahasa Arab memiliki prospek yang semakin tinggi. Baik untuk kepentingan dunia maupun kepentingan agama. Salah satu yang membuat bahasa kuat adalah tingkat kekuatan ekonomi. Karena jika ekonomi suatu negara kuat, dan berinvestasi, maka penggunaan bahasa akan mempengaruhi negara tujuan investasi.
Sementara itu, Nouran Ali Al-Fashtakie, Native Arabiya Indonesia dari Syiria yang turut hadir menyampaikan beberapa tips agar para milenial mudah belajar bahasa Arab. Menurutnya, hal yang pertama dan terpenting yang harus dimiliki adalah motivasi. “Apa yang akan kita dapatkan setelah belajar bahasa, apakah untuk peluang mencari kerja atau melanjutkan studi atau untuk bisa memahami al-Quran. Yang terakhir inilah motivasi terbaik,” kata Nouran.
Menurutnya, menumbuhkan kecintaan juga tak kalah penting. Tak hanya berlaku untuk mempelajari bahasa, tapi juga berlaku bagi aktivitas apapun yang akan dilakukan. “Bahasa itu kaya dengan kosa kata. Tantangannya, terkadang kita tidak mendapatkan hasil yang konkrit. Sehingga biasanya setengah perjalanan, menyerah. Maka kalau sudah cinta, sesulit apapun pasti akan diperjuangkan,” tutur Nouran.
ADVERTISEMENT
Hal lain yang menjadi tantangan dalam belajar bahasa arab adalah rumitnya kaidah bahasa arab, yang biasa dikenal dengan istilah nahwu shorf. Maka Nouran menjelaskan, mestinya pembelajaran bahasa arab bisa difokuskan lebih dulu kepada membaca, menulis dan mendengar.
Baik Nouran maupun Muhsinin juga sepakat bahwa hal paling mudah untuk belajar bahasa adalah dari mendengar. Bahasa arab termasuk bahasa yang paling jelas pelafalannya. Sehingga dengan mengoptimalkan pendengaran, bisa mempermudah milenial untuk belajar dan memperkaya kosa kata yang dimiliki. (Rz/RA)
Kata kunci: Milenial, Bahasa Arab, Departemen Ilmu Ekonomi Syariah
Tulisan ini adalah kiriman dari user, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan
sosmed-whatsapp-white
sosmed-facebook-white
sosmed-twitter-white
sosmed-line-white