kumparan
13 November 2019 20:26

Dosen IPB University Promosikan Daya Saing Pertanian Indonesia

IMG-20191112-WA0006.jpg
Dosen IPB University Promosikan Daya Saing Pertanian Indonesia di Australia Awards Indonesia
Dosen IPB University Promosikan Daya Saing Pertanian Indonesia di Australia Awards Indonesia
ADVERTISEMENT
Dekan Sekolah Vokasi IPB University, Dr Arief Daryanto promosikan daya saing Indonesia saat menjadi pembicara Australia Awards Indonesia dalam “Lokakarya Agricultural Policy Promoting Competitiveness”, Kamis (7/11) di Hotel Harper, Purwakarta.
Dr Arief Daryanto, Adjunct Professor di Business School University of New England memberikan materi mengenai bagaimana meningkatkan daya saing sektor pertanian di Indonesia. Konsep daya saing sektor pertanian di Indonesia acap dikaitkan dengan konsep ketahanan pangan dan nutrisi. Ketahanan pangan berupa ketersediaan, aksesibilitas, keterjangkauan, utilisasi dan stabilitas pengadaannya dipengaruhi oleh banyak faktor yang bersifat multidimensi.
Lebih lanjut, dosen IPB University ini mengatakan, konsep daya saing pertanian juga sering menggunakan kerangka analisis Global Value Chains (GVC) System. Sistem GVC yang berdaya saing ke depan seharusnya memiliki ciri-ciri yang antara lain efisien, inklusif, cerdas menyesuaikan dengan perubahan iklim, berkelanjutan, berorientasikan kepada pencapaian ketahanan pangan dan nutrisi serta ramah terhadap sektor bisnis. “Pembangunan pertanian di Indonesia juga sering dikaitkan dengan pencapaian tujuan Sustainable Development Goals (SDGs) terkait pertanian dan pangan, terutama pengentasan kemiskinan, memberantas kelaparan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” kata pakar agribisnis IPB University ini.
ADVERTISEMENT
Dr Arief Daryanto juga menjelaskan mengenai bagaimana pentingnya peran pendidikan tinggi vokasi untuk mendorong sektor pertanian yang berdaya saing. “Pemerintah saat ini memprioritaskan kepada pengembangan pendidikan vokasi yang memiliki link and match dengan dunia industri,” jelasnya.
Pembicara yang lain dalam lokakarya tersebut adalah Ms Trish Gleeson, Counsellor Agriculture, Kedutaan Besar Australia di Indonesia. Ia menjelaskan mengenai posisi sektor pertanian Indonesia di mata Australia dan demikian sebaliknya.
Peserta lokakarya adalah staf senior yang berasal dari Badan Perencanaan Pembangunan Nasional/Kementerian Pembangunan Nasional, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Kementerian Pertanian, Kementerian Perindustrian dan Kementerian Perdagangan. (*/ris)
Tulisan ini adalah kiriman dari user, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan