News
·
19 Oktober 2020 8:23

Fahutan IPB University Deklarasikan Masyarakat Konservasi

Konten ini diproduksi oleh Berita IPB
Fahutan IPB University Deklarasikan Masyarakat Konservasi (32290)
Fahutan IPB University Deklarasikan Masyarakat Konservasi
Departemen Konservasi Sumberdaya Hutan dan Ekowisata (KSHE), Fakultas Kehutanan dan Lingkungan (Fahutan) IPB University mengadakan pertemuan virtual bertajuk ”Diskusi Menuju Pembentukan Masyarakat Konservasi Indonesia,” 15/10. Pertemuan tersebut dipandu oleh Dr Rinekso Soekmadi, dosen Departemen KSHE. Acara ini juga merupakan bagian dari Fahutan Talks Series yang ke-9. Acara ini dilaksanakan dengan tujuan utama mendorong terbentuknya Masyarakat Konservasi Indonesia.
ADVERTISEMENT
Dekan Fakultas Kehutanan dan Lingkungan IPB University, Dr Naresworo Nugroho dalam sambutannya menegaskan pentingnya pembentukan masyarakat konservasi. Ia menyampaikan ada banyak tantangan yang dihadapi oleh para konservasionis. Tantangan tersebut diantaranya adanya perbedaan opini mengenai konservasi (pro manusia dan pro lingkungan) dan kompleksnya permasalahan pengelolaan lingkungan. Tantangan ini perlu strategi terpadu yang melibatkan berbagai pihak untuk menghadapinya. Masyarakat konservasi dapat menjadi wadah untuk menciptakan strategi tersebut. Masyarakat konservasi juga diharapkan dapat membantu mengawal pelaksanaan berbagai kebijakan pemerintah yang berlaku.
Peserta yang hadir berjumlah lebih dari 200 orang yang berasal dari berbagai latar belakang instansi (pemerintah, lembaga swadaya masyarakat, praktisi dan akademisi) dan juga berbagai generasi, dari para sesepuh sampai anak-anak muda milenial. Narasumber yang berbagi pengalamannya juga berasal dari berbagai latar belakang yang berbeda.
ADVERTISEMENT
Turut hadir Prof Hadi S Alikodra, pendiri Jurusan Konservasi Sumberdaya Hutan (nama awal dari Departemen Konservasi Sumberdaya Hutan dan Ekowisata) tahun 1982 dan Prof Rudy C Tarumingkeng (Dekan Fakultas Kehutanan tahun 1968-1971). Keduanya bercerita mengenai sejarah pembentukan Jurusan Konservasi Sumberdaya Hutan dan awal mula berkembangnya kegiatan konservasi di Indonesia. Keduanya menyampaikan beratnya tantangan terhadap konservasi sehingga adanya masyarakat konservasi memang sangat diperlukan.
Prof Hadi menyampaikan bahwa dalam melakukan gerakan konservasi, sangat penting pemahaman mengenai konservasi dan juga harus memahami akan adanya perubahan dalam gerakan konservasi. Ia menekankan manusia harus menjadi core dari gerakan konservasi tersebut. Dengan demikian semua kegiatan atau upaya untuk melindungi keanekaragaman hayati dilakukan demi untuk kelanjutan kehidupan manusia itu sendiri.
ADVERTISEMENT
Sementara, Ir Wahyudi Wardoyo, MSc dari The Nature Coservancy menyampaikan tiga hal penting terkait pembentukan Masyarakat Konservasi. Hal tersebut meliputi alasan melakukan konservasi, alasan pembentukan masyarakat konservasi dan pelaksanaan konservasi ke depannya.
Sementara, Ketua Departemen KSHE, Dr Nyoto Santoso Satyawan menyampaikan perlunya meletakkan landasan yang benar dalam pembentukan wadah konservasi ini. Ia juga menekankan pentingnya jejaring untuk menyelesaikan permasalahan dan perbedaan yang terjadi pada berbagai stakeholder dalam isu konservasi.
Pada akhir pertemuan, Prof Dr Harini Muntasib, Guru Besar Departemen KSHE menyampaikan kesimpulan dan hasil-hasil penting dari seluruh hasil pemaparan dan juga diskusi dengan peserta pertemuan. Ia menyampaikan tentang pentingnya pembentukan masyarakat konservasi yang merupakan kesepakatan dari peserta pertemuan dan juga pentingnya memasyarakatkan value dari konservasi tersebut. Ia juga menyoroti pentingnya inklusivitas dalam keanggotaan masyarakat konservasi.
ADVERTISEMENT
Pertemuan ini, yang pada awalnya dimaksudkan hanya untuk menjaring opini dan menjadi pertemuan awal justru sampai pada kesimpulan bahwa konservasionis harus langsung beraksi. Atas kesepakatan peserta, kesimpulan besar dalam acara ini adalah pembentukan suatu wadah masyarakat konservasi yang ditandai dengan “Deklarasi Pembentukan Masyarakat Konservasi Alam dan Lingkungan di Indonesia” oleh Dekan Fahutan IPB University.
Langkah selanjutnya dari acara ini adalah perumusan konsep awal dari tata kelola, code of conduct dari wadah ini oleh tim kecil yang dimotori oleh DKSHE. (DER/RA)
Keyword: konservasi, masyarakat konservasi, Departemen Konservasi Sumberdaya Hutan dan Ekowisata
Kategori SDGs: SDGs-14