Guru Besar IPB Bahas Aplikasi Teknologi Digital dalam Pengelolaan Rantai Pasok

Akun resmi Institut Pertanian Bogor
Konten dari Pengguna
29 November 2022 9:25
·
waktu baca 2 menit
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari Berita IPB tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Guru Besar IPB University Bahas Aplikasi Teknologi Digital Lanjutan dalam Pengelolaan Rantai Pasok Agroindustri Sirkular dan Hijau
zoom-in-whitePerbesar
Guru Besar IPB University Bahas Aplikasi Teknologi Digital Lanjutan dalam Pengelolaan Rantai Pasok Agroindustri Sirkular dan Hijau
ADVERTISEMENT
Konsep revolusi industri 4.0 telah menjembatani sumberdaya industri dengan teknologi digital lanjutan dan peran manusia dalam pemanfaatannya. Teknologi ini berupa teknologi automasi dengan teknologi siber seperti robot, internet of things (IoT) dan kecerdasan buatan.
ADVERTISEMENT
Hal itu terungkap dalam The 1st International Conference in Food and Agricultural Sciences (ICFAS) 2022 dengan tema “Advanced Agricultural Technology to Deal with Climate Change Issue for Achieving Food Security”. Kegiatan digelar oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), (24/11).
Menurut Prof Yandra Arkeman, Guru Besar Bidang Teknologi Agroindustri IPB University, sektor pertanian juga harus didukung dengan teknologi digital seperti kecerdasan buatan dan blockchain. Hal itu agar mampu tumbuh secara lebih optimal, sehingga muncul istilah agroindustry 4.0.
Ia menjelaskan, dalam menghadapi tantangan upstream dan downstream serta keamanan pangan di sektor pertanian, perlu didorong dengan pull strategy. “Dengan pendekatan pull strategy, permasalahan over produksi akan terhindari karena komoditas pertanian diserap oleh industri dengan harga yang masuk akal, petani juga sejahtera,” terangnya.
ADVERTISEMENT
Dosen IPB University dari Fakultas Teknologi Pertanian (Fateta) IPB University itu menambahkan, aplikasi teknologi digital mampu mengatasi berbagai permasalahan logistik pangan dunia, terutama dalam keamanan dan mutu pangan. Pengelolaan rantai pasok agroindustri sangat penting untuk menjamin kualitas produk pangan bagi konsumen.
“Pengelolaan rantai pasok cerdas dan terintegrasi dapat diaplikasikan untuk mengawasi aliran produk dari upstream ke downstream yang akan menampilkan informasi kondisi produk pangan dengan cerdas pada setiap proses rantai pasok,” lanjut Ketua Program Studi Magister Logistik Agromaritim IPB University ini.
Prof Yandra menyebut, teknologi kecerdasan buatan ini dapat diimplementasikan dalam pengembangan pertanian presisi. Dengan demikian, dari pengelolaan di hulu ke hilir dan dari kebun ke meja konsumen mampu terprediksi secara lebih akurat.
ADVERTISEMENT
Tidak luput, menurutnya isu ketertelusuran produk pangan berbasis sistem halal juga mesti dilibatkan. “Caranya dapat dilakukan dengan merancang sistem distribusi yang transparan dalam rantai pasok halal menggunakan teknologi blockchain,” ujarnya.
“Sistem digital berbasis blockchain mampu memberikan ruang bagi konsumen untuk melacak sejarah transaksi dalam hitungan detik. Contohnya inovasi PreciFLog (Precision Food Logistics), yakni sistem logistik pangan berpresisi tinggi yang dikembangkan IPB University sebagai respon terhadap pandemi COVID-19,” imbuhnya.
Prof Yandra kembali menekankan, pertanian yang lebih berkelanjutan juga harus didukung melalui ekonomi sirkular. Pendekatan ekonomi ini mampu mempertahankan material yang ada untuk mengurangi limbah dan pemborosan energi.
“Ekonomi sirkular ini harus dipromosikan dan dioptimalisasi melalui hukum, kebijakan dan teknologi inovasi yang sesuai, sehingga dapat diimplementasikan dalam pengelolaan rantai pasok pertanian hijau,” pungkasnya. (MW/Rz)
ADVERTISEMENT
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020