News
·
25 Agustus 2020 8:19

IPB University Gandeng Pupuk Kaltim Operasionalkan Teknologi Precipalm

Konten ini diproduksi oleh Berita IPB
IPB University Gandeng Pupuk Kaltim Operasionalkan Teknologi Precipalm (18645)
IPB University Gandeng Pupuk Kaltim Operasionalkan Teknologi Precipalm
IPB University bersama PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT) menggelar Pelatihan Teknik Sistem Informasi Geografis (SIG), Penginderaan Jarak Jauh (RS) dan Operasional Precipalm. Pelatihan dilakukan selama dua hari, (24-25/8).
ADVERTISEMENT
Dalam pembukaan kegiatan ini, turut hadir Bakir Pasaman, Direktur Pupuk Indonesia, Prof Dr Kudang Boro Seminar selaku Koordinator Kegiatan Riset Sistem Rekomendasi Pemupukan Berbasis Citra Satelit Sentinel (Precipalm), Meizar Effendi, Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama, Direktur SDM dan Umum PKT, serta Prof Dr Erika Budiarti Laconi, Wakil Rektor IPB University Bidang Inovasi, Bisnis dan Kewirausahaan.
Precipalm merupakan sebuah aplikasi yang bisa memberikan informasi kebutuhan hara pada perkebunan kelapa sawit dengan memanfaatkan citra satelit sentinel dan drone. Rektor IPB University, Prof Arif Satria mengatakan, Precipalm merupakan hal yang baru dan sangat penting dalam pengembangan teknologi pertanian 4.0. Ke depan, pengembangan Precipalm perlu disertai paparan teknis seperti bagaimana cara pemupukan dengan robotik dan otomatis.
ADVERTISEMENT
“Dalam tataran riset, IPB University sudah mengembangkan robotik untuk pemupukan dan pemanenan sawit. Dengan kamera dan sensor, pemanenan dilakukan secara otomatis. Robot dapat memilah mana matang dan siap diambil lalu dimasukkan ke Fastrex, traktor khusus pemanen sawit yang juga dikembangkan IPB University,” ujar Prof Arif.
Hal yang tak kalah penting menurut Prof Arif adalah tingkat presisi luasan lahan pertanian. Sebab saluran pupuk subsidi ke masyarakat tergantung kemampuan identifikasi luasan tanam secara presisi, berapa luasan tanam petani sekaligus kondisi tanahnya. Menurutnya, masalah ini bisa teratasi dengan teknologi.
“Hasil penelitian sementara Pusat Studi Pembangunan Pertanian dan Pedesaan (PSP3) Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) IPB University mendeteksi bahwa dalam data potensi desa (Podes), tingkat deviasinya sampai 47 persen. Ini masalah yang serius dan akan berbahaya bagi pola subsidi selama ini,” kata Rektor.
ADVERTISEMENT
Menurut Prof Arif hal tersebut merupakan tantangan bersama, sehingga kerjasama IPB University dengan PT Pupuk Indonesia terutama dengan PKT harus terus ditingkatkan sehingga pengembangan teknologi 4.0 dalam pertanian ke depan akan semakin maju.
Hal serupa juga disampaikan Bakir Pasaman, bahwa kerja sama antara IPB University dengan Pupuk Indonesia di berbagai bidang perlu ditingkatkan lagi. Menurutnya, Pupuk Indonesia perlu dukungan penuh terutama dari IPB University.
“Tujuan kami saat ini adalah mengembangkan agri solution. Dan ini tidak mungkin lepas dari dukungan institusi pertanian yang reputable seperti IPB University. Terima kasih kepada IPB University yang telah bekerjasama dengan baik mudah-mudahan dapat meningkat lebih baik lagi,” ujar Bakir. (Rz/Zul)
Keyword: Precipalm, IPB University, Pertanian Presisi, Kelapa Sawit
ADVERTISEMENT