IPB University Gelar Pelatihan Estimasi Cadangan Karbon pada Ekosistem Lamun

Akun resmi Institut Pertanian Bogor
Konten dari Pengguna
1 Desember 2021 15:25
·
waktu baca 2 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Tulisan dari Berita IPB tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
IPB University Gelar Pelatihan Estimasi Cadangan Karbon pada Ekosistem Lamun (264028)
zoom-in-whitePerbesar
Departemen Ilmu dan Teknologi Kelautan IPB University Gelar Pelatihan Estimasi Cadangan Karbon pada Ekosistem Lamun
Divisi Hidrobiologi, Departemen Ilmu dan Teknologi Kelautan, IPB University menyelenggarakan Pelatihan Hidrobiologi “Estimasi Cadangan Karbon pada Sedimen Ekosistem Lamun,” 18/11. Pelatihan ini bekerjasama dengan Pusat Riset Oseanografi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
ADVERTISEMENT
Dr Hawis Madduppa, Ketua Departemen Ilmu dan Teknologi Kelautan IPB University mengatakan, pelatihan ini berusaha meningkatkan kompetensi mahasiswa mengenai estimasi stok karbon di ekosistem lamun. Ia berharap riset ini terus berkembang dan dapat meningkatkan kompetensi serta pengetahuan mahasiswa mengenai estimasi stok karbon khususnya di ekosistem lamun.
“Semoga ilmu yang diperoleh dari pelatihan ini bermanfaat untuk riset stok karbon khususnya pada sedimen di Indonesia yang semakin bertambah. Harapannya, semua peserta dapat terlibat aktif dalam diskusi,” ujar Dr Hawis.
Materi pertama disampaikan oleh Adriani, MSi, dosen IPB University dari Departemen Ilmu dan Teknologi Kelautan. Ia menjelaskan mengenai jasa lamun terhadap lingkungan laut serta kaitannya dengan kemampuan lamun dalam menyimpan karbon.
Materi kedua disampaikan oleh perwakilan dari BRIN, yaitu Husen Rifai, M.Biol.Sc dan Firman mengenai rencana penelitian dimulai dari penentuan lokasi, metode pengambilan data, analisis laboratorium serta pengolahan data hingga mendapatkan nilai stock carbon dalam sedimen lamun. Selain pemberian materi, peserta juga diberikan demonstrasi preparasi hingga pengolahan sampel pada tahap penghalusan dan penimbangan sedimen sebelum diproses ke tahap akhir pengolahan. (REZ/ARS)
ADVERTISEMENT
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020