News
·
19 Oktober 2020 8:46

Lawalata IPB University Eksplorasi Surga Gua di Taman Nasional Gunung Halimun

Konten ini diproduksi oleh Berita IPB
Lawalata IPB University Eksplorasi Surga Gua di Taman Nasional Gunung Halimun (100483)
Lawalata IPB University Eksplorasi Surga Gua di Taman Nasional Gunung Halimun
Perkumpulan Mahasiswa Pecinta Alam Lawalata IPB University kembali melakukan eksplorasi biodiversitas. Eksplorasi kali ini dilakukan di kawasan karst di sekitar Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS) tepatnya di wilayah Gunung Bongkok. Eksplorasi tersebut dilakukan selama 10 hari yaitu pada 26 September sampai 6 Oktober 2020.
ADVERTISEMENT
Eksplorasi dilakukan dengan dilandasi adanya informasi bahwa masyarakat setempat menemukan lubang yang diduga mulut gua dan belum ada penelitian yang dilakukan di sana. Eksplorasi yang dilakukan oleh tim Lawalata IPB University adalah dalam rangka untuk menganalisis serta mendokumentasikan potensi kawasan karst yang berada disekitar kawasan TNGHS.
Dr Arzyana Sunkar, dosen IPB University dari Fakultas Kehutanan dan Lingkungan mengatakan kawasan karst merupakan bentukan alam yang khas. Kawasan tersebut terbentuk akibat proses hidrologi dan berfungsi sebagai pensuplai kandungan air. Kawasan karst juga memiliki nilai hidrologi, biologi, geologi, mineralogi, klimatologi, nilai budaya, nilai sosial ekonomi dan juga rekreasi.
“Oleh karena itu, sangat penting menjaga kawasan karst dalam rangka pengelolaan konservasi ekosistem dan keanekaragaman hayati,” katanya dalam seminar hasil eksplorasi gua, 17/10.
ADVERTISEMENT
Kepala Balai TNGHS, Ahmad Munawir mengaku potensi kawasan karst di TNGHS masih belum banyak dieksplorasi. Hal tersebut merupakan peluang bagi pecinta alam atau peneliti untuk melakukan penelitian tentang kawasan karst diwilayah TNGHS.
Kegiatan eksplorasi kali ini meliputi invetarisasi dan pendataan lokasi mulut gua, melakukan penelusuran dan pemetaan gua, serta melakukan inventarisasi biota gua yang ditemukan. Selama eksplorasi, tim Lawalata IPB University berhasil memetakan lima gua dan menemukan 57 titik persebaran gua. Titik persebaran gua tersebut tersebar di empat desa yang berbeda.
Tidak hanya itu, di dalam gua tim Lawalata juga berhasil mendokumentasikan foto-foto ornamen gua seperti stalaktit dan stalakmit. Tim Lawalata juga berhasil mendokumentasikan biota gua seperti jangkrik, kelalawar, dan kalacemeti. Harapannya hasil dari eksplorasi ini dapat bermanfaat bagi pengelolaan kawasan karst yang berkelanjutan. (*/RA)
ADVERTISEMENT
Keyword: gua, karst, stalakmit, Lawalata IPB
Kategori: SDGs-14