Mahasiswa PSPSL IPB Belajar Kajian Ekosistem Hutan Mangrove di Cirebon

Akun resmi Institut Pertanian Bogor
Konten dari Pengguna
11 Oktober 2022 9:35
·
waktu baca 2 menit
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari Berita IPB tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Mahasiswa Program Studi PSL IPB University Belajar Kajian Ekosistem Hutan Mangrove di Desa Mundu Pesisir Cirebon
zoom-in-whitePerbesar
Mahasiswa Program Studi PSL IPB University Belajar Kajian Ekosistem Hutan Mangrove di Desa Mundu Pesisir Cirebon
ADVERTISEMENT
Mahasiswa Program Studi (prodi) Magister Ilmu Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (PSL) Sekolah Pascasarjana (SPs) IPB University mengadakan kegiatan fieldtrip di Desa Mundu Pesisir, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat (8/10). Kunjungan ini diikuti oleh mahasiswa magister dari program kelas khusus dan reguler yang berjumlah 37 orang serta didampingi oleh 8 dosen pengajar di PSL SPs IPB University.
ADVERTISEMENT
Dalam kegiatan fieldtrip ini Dr Syartinilia dosen pendamping dan juga Sekretaris Prodi PSL SPs IPB University menyampaikan terima kasih sudah diterima kunjungan terkait dengan kajian ekosistem hutan mangrove di Desa Mundu Pesisir.
Menurutnya, kunjungan ini bertujuan agar mahasiswa dapat belajar secara langsung dengan praktisi-praktisi dengan memberikan pengalaman langsung sehingga dapat mengaitkan teori-teori yang sudah didapatkan selama mengikuti perkuliahan. “Kami perlu melihat langsung di lapangan tentang permasalahan dan juga bentuk pengelolaan terhadap sumberdaya alam dan lingkungan yang ada di Desa Mundu Pesisir, khususnya terkait dengan hutan mangrove,“ ujarnya.
Dalam kesempatan ini, Nursin Ketua Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas) Dharma Kencana Desa Mundu Pesisir menjelaskan terkait hutan mangrove di lokasi tersebut.
“Pertama dilakukan penanaman mangrove pada tahun 2010. Waktu itu sengaja ditanam mangrove di lokasi yang agak jauh dari dermaga, karena memang masih ada perahu. Sebagai nelayan, kami tahu persis lokasi yang masih dipakai nelayan setiap harinya sehingga berbagi wilayah. Hasil penanaman mangrove dari segi ekonomi memang luar biasa, terasa dari pendapatan masyarakat meningkat, seperti kepiting bakau,“ ujarnya.
ADVERTISEMENT
Setelah tiga tahun penanaman, lanjutnya, pada tahun 2013 akar mangrove yang sudah mulai besar dapat memberi manfaat kepada biota di sekitar mangrove ini. Sehingga hasil kepiting bakau ini dapat dinikmati masyarakat Desa Mundu.
Ia menambahkan dengan penanaman mangrove ini, dari segi ekologi dan ekonomi meningkat dan memberikan manfaat masyarakat Desa Mundu Pesisir dan sekitarnya.
“Saat ini kami sudah menanam hutan mangrove sekitar 16 hektar. Awalnya ingin menyelamatkan desa kami dari abrasi dan ingin menghijaukan. Akan tetapi kami ke depan ingin memiliki pengembangan wisata hutan mangrove dan saat ini dengan luasan lahan sudah mulai dilakukan,” lanjut Nursin. (HBL/Zul)
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020