PPM IPB University Gandeng Bupati Sigi Bangun Beberapa SPR

Akun resmi Institut Pertanian Bogor
Konten dari Pengguna
30 November 2022 9:55
·
waktu baca 2 menit
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari Berita IPB tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
PPM IPB University Gandeng Bupati Sigi Bangun Beberapa SPR
zoom-in-whitePerbesar
PPM IPB University Gandeng Bupati Sigi Bangun Beberapa SPR
ADVERTISEMENT
Penggagas Sekolah Peternakan Rakyat (SPR) IPB University lakukan sosialisasi SPR bersama peternak di Desa Bahagia, Kecamatan Palolo, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, (26/11). Dalam sosialisasi ini, Prof Muladno didampingi Wakil Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) bidang Pengabdian kepada Masyarakat, Dr Sofyan Sjaf dan staf LPPM, Danang Aria Nugroho.
ADVERTISEMENT
Sosialisasi yang digelar di Kantor Desa Bahagia ini merupakan hasil dari kerjasama antara LPPM IPB University bersama Bupati Sigi. Tujuannya untuk meningkatkan kualitas sumberdaya manusia melalui transfer ilmu dari akademisi ke masyarakat yang bergelut di bidang agribisnis, khususnya peternakan.
“Jangan sampai ilmu dan inovasi yang tercipta di perguruan tinggi hanya diserap oleh korporasi saja, tetapi masyarakat juga harus menyerapnya. Keduanya harus seimbang,” ucap Dr Sofyan Sjaf.
Dalam acara yang juga dihadiri oleh Dekan Fakultas Peternakan dan Perikanan Universitas Tadulako, Prof Muladno berpesan agar para dosen dan pihak perguruan tinggi terus berpihak kepada masyarakat. Sebagai pelaku utama kedaulatan rakyat, perguruan tinggi ikut andil dalam melakukan pendampingan di setiap kegiatan yang diselenggarakan pemerintah.
ADVERTISEMENT
“Upaya pembentukan SPR di Kecamatan Palolo ini merupakan kegiatan ketiga di Kabupaten Sigi. Sebelumnya SPR telah selesai didirikan di Kecamatan Dolo Selatan dan sedang berjalan di Kecamatan Marawola,” jelasnya.
Dilihat dari segi geografisnya, lanjutnya, Kecamatan Palolo merupakan wilayah yang subur dan sangat potensial bagi pengembangan pertanian. Lahan pertanian dan hijauan melimpah ini akan menjadi peluang besar bagi pengembangan peternakan.
“Pemenuhan kebutuhan pakan ternak bisa didapatkan dari lingkungan sekitar sehingga dapat menekan biaya pemeliharaan dan meningkatkan keuntungan peternak dengan penanganan yang tepat,” imbuhnya.
Sementara itu, Moh Ismari selaku peternak menyampaikan bahwa kegiatan SPR ini merupakan kegiatan yang ditunggu-tunggu oleh para peternak di sini. Dengan adanya kegiatan transfer ilmu ini diharapkan kegiatan beternak tidak hanya dilakukan sebagai usaha sampingan tetapi hasilnya bisa menjadi mata pencarian utama.
ADVERTISEMENT
“Peternak yang tadinya hanya mampu memelihara 3-4 ekor, kami berharap dengan adanya SPR, satu orang bisa memelihara 20 ekor bahkan lebih tanpa merasa terbebani. Dan pada akhirnya bisa mensejahterakan masyarakat,” tandasnya. (**/Zul)
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020