Pencarian populer
USER STORY
11 Desember 2018 17:39 WIB
..
..

Rektor IPB Paparkan Peta Jalan Agro-Maritim 4.0 di Malaysia

Rektor IPB, Dr. Arif Satria diundang menjadi pembicara kunci dalam 11th IMT-GT UNINET Conference 11-12 Desember 2018 di Penang Malaysia. Dalam keynote speech-nya, Dr. Arif Satria menjelaskan kepada peserta konferensi tentang berbagai program yang telah dan akan dikembangkan di IPB di masa datang, khususnya dalam kaitannya dengan Agro-Maritim 4.0 seperti : Smart Farming dan Sea Farming, Smart Small Island Management, Fire – Risk System, Smart Irrigation System, Smart Robotic Seed Planter, Smart Fertilizer 4.0, Smart Integrated Pest Management, pengembangan aplikasi (Apps) yang bertujuan mendeteksi kualitas buah, Smart Robotics for Harvesting, Smart Agrologistic 4.0, Aerial drone monitoring biodiversity, dan Smart Aquaculture dengan menggunakan Smart Phone dalam mengoperasikan sistem budidaya ikan sidat.

Sebuah fasilitas yang mampu menjadi hub para petani dari mulai hulu hingga hilir dan pemasaran sedang dikembangkan di IPB yang disebut sebagai TANI Center juga salah satu upaya IPB dalam menjalankan AGRO-MARITIM 4.0. Dr. Arif Satria juga menyampaikan bahwa IPB siap menyambut era AGRO MARITIM 4.0 melalui pengembangan kurikulum pendidikan yang sesuai, pengembangan kapasitas sumberdaya manusia (SDM) dan pemberdayaan masyarakat, penyusunan regulatory framework, penyusunan Road Map penelitian agroindustry 4.0 dan pengembangan infrastruktur yang excellent dan ekosistem yang sehat dan produktif.

Acara yang diselenggarakan Universiti Sains Malaysia (USM) ini adalah bagian dari kegiatan Segitiga Pertumbuhan Indonesia-Malaysia-Thailand (Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle- IMT-GT). IMT-GT dibentuk sebagai pemrakarsa integrasi ekonomi kawasan ASEAN di tahun 1933. Tahun ini, 11th IMT-GT UNINET Conference turut melibatkan Associate Professor Yousuke Taoka, dari Universitas Miyazaki, Jepang, sebagai salah satu pembicara selain akademisi dari tiga negara yang tergabung dalam IMT-GT. Tema yang dibahas pada kegiatan tahun ini terbagi menjadi tiga, 1) Biodiversitas dan Konservasi; 2) Ilmu dan Teknik Biomedis; 3) Sumberdaya Herbal dan Obat-obatan; dan 4) Pertanian dan Agro-industri dengan peserta mencapai 74 orang.

The Sustainable Development Goals (SDG) atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan yang dicanangkan oleh Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) menekankan pentingnya lingkungan yang sehat untuk masa depan yang sehat. Namun revolusi industri 4.0 menekankan adanya pergeseran cara hidup manusia di masa depan, ditandai adanya Internet of Things, Cloud Technology, dan Big Data. Adanya kerjasama yang baik antara dua institusi terbaik dapat mempersiapkan manusia di masa depan untuk dapat selaras dengan lingkungan-lingkungan pertanian dan maritim, khususnya- menuju pergeseran teknologi 4.0.

Pada kesempatan tersebut, IPB dan Universiti Sains Malaysia (USM) menandatangani MoU kerjasama untuk lima tahun ke depan yang ditandatangani oleh Rektor IPB, Dr. Arif Satria, dan Vice-Chancellor, Prof Datuk Dr. Asma Ismail, FASc pada tanggal 11 Desember 2018 di Jen Hotel, Penang, Malaysia, disaksikan Pejabat Negara Malaysia Dr. Afif Baridin yang antara wakil menteri pertanian. USM merupakan salah satu universitas top Malaysia dengan QS Rank 2019 berada di peringkat 207. Penandatanganan MoU tersebut dilakukan di sela acara 11th IMT-GT UNINET Conference – Bioscience for A Sustainable Future dan disaksikan oleh Dr. Ario Damar, Kepala Pusat Kajian Sumberdaya Pesisir dan Lautan LPPM IPB dan Prof. Dato’ Dr. Aileen Tan Shau Hwai, Direktur Centre for Marine and Coastal Studies, USM.

Penandatangaan MoU ini selaras dengan visi IPB untuk menjadi techno-socio-entrepreneurial university yang terdepan dalam memperkokoh martabat bangsa melalui pendidikan tinggi unggul pada tingkat global di bidang pertanian, kelautan, dan biosains tropika; serta misi USM sebagai universitas riset. Melalui penandatanganan tersebut, IPB dan USM dapat saling mendukung kolaborasi dalam promosi, riset, pendidikan, dan pelatihan yang saling menguntungkan kedua belah pihak. Kerjasama dalam penyelenggaraan seminar, konferensi, pertukaran mahasiswa dan mobilitas dosen antara IPB dan USM merupakan beberapa hal yang tercakup dalam area kerjasama.

Fase awal kerjasama akan difokuskan pada pembangunan dan pemberdayaan lingkungan maritim dan pesisir laut dengan pendekatan inovatif sesuai era 4.0 yang efektif, cepat dan akurat. Penang misalnya, dapat memanfaatkan wisata, aquakultur, dan perikanannya sebagai sumber pendapatan negara melalui turis nasional ataupun internasional. Integrasi lingkungan maritim dengan sosial manusia di pesisirnya memerlukan pemahaman dan prediksi yang akurat akan kemungkinan bencana akibat kerusakan di laut, seperti pertumbuhan alga bloom, bahaya akan ubur-ubur (jelly fish) dan ancaman terhadap budidaya laut. Mitigasi kerusakan lingkungan karena tumpahan minyak (oil spill) yang diakibatkan oleh tumpahan dari kapal saat transportasi juga dapat menjadi salah satu fokus awal kolaborasi penelitian antara IPB dan USM. IPB juga mengusulkan aplikasi Agro Maritim 4.0 dalam sebuah pilot berbagai aplikasi terpadu teknologi dalam sebuah konsep yang disebut Smart Small Island Management.

Tulisan ini adalah kiriman dari user, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: web: