Pencarian populer
USER STORY
8 November 2018 13:51 WIB
0
0

Sekolah Vokasi (SV) Institut Pertanian Bogor (IPB) menggelar workshop “The Implementation

Sekolah Vokasi (SV) Institut Pertanian Bogor (IPB) menggelar workshop “The Implementation of Lean Management Strateges”, di IPB International Convention Center (IICC) Kampus IPB Baranangsiang, Bogor (24/10). Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan keahlian dan skills staf pengajar SV IPB khususnya dan seluruh fakultas dan departemen yang ada di IPB.

Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk berbagi pengetahuan khususnya terkait dengan lean management strategies kepada berbagai akademisi dari jurusan, fakultas, dan kampus lainnya.

“Ini adalah salah satu upaya mempersiapkan kurikulum program Vokasi D4 pada Program Studi Manajemen Industri. Selain itu, kegiatan ini juga untuk memperkuat perancangan kurikulum Program Studi Manajemen Industri Sekolah Vokasi terkait perubahan sistem pendidikan dari tiga tahun (diploma 3) menjadi empat tahun (diploma 4) atau khususnya keahlian dalam bidang ilmu terapan. Sekolah Vokasi IPB akan terus mempertahankan pola 3-2-1 yang menjadi ciri penting pendidikan vokasi. Pola 3-2-1 adalah 3 semester di kelas, 2 semester di industri, dan 1 semester menulis karya akhir,” kata Ketua Program Studi Manajemen Industri Sekolah Vokasi IPB, Ir. Pramono D. Fewidarto,MS.

Ia menambahkan, pola 3-2-1 menjadi ciri penting Pendidikan Vokasi untuk mencetak lulusan terampil di industri dan masyarakat, sehingga masyarakat beranggapan bahwa pendidikan vokasi sangat penting bagi anak-anak untuk terus berprestasi membangun bangsa.

“Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa kurikulum itu terdiri atas bahan-bahan pengajaran dan berbagai pengalaman yang diperlukan dalam tercapainya tujuan pendidikan termasuk di Program Studi Manajemen Industri Sekolah Vokasi IPB. Adanya tuntutan untuk memenuhi hal tersebut para perencana kurikulum sering kali mengalami berbagai kesulitan dalam menyusun dan merencanakan isi kurikulum yang relevan dengan tujuan yang hendak dicapai. Kesulitan tersebut adalah terjadinya perubahan-perubahan dalam segala bidang, yang semakin berkembang setiap waktunya,” imbuhnya.

Penyebab dari perubahan kurikulum itu sendiri adalah adanya keadaan masyarakat yang senantiasa berubah dan berkembang sehingga banyak bermunculan masalah kehidupan baru yang diperlukan. Selain itu, muncul pula berbagai macam perbedaan dan perubahan minat, kebutuhan dan masalah yang dihadapi mahasiswa. Berbagai perubahan dalam bidang sosial, ekonomi, budaya, politik, dan yang lainnya, ikut pula mempengaruhi penentuan relevansi kurikulum.

Menurutnya, hal ini tidak lain karena tuntutan zaman yang semakin hari penuh dengan persaingan, siapa yang maju maka dialah yang menang dan berkuasa. Oleh karena itu pendidikan vokasi dituntut untuk selalu mengembangkan kurikulum pembelajaran.

“Pembentukan kurikulum yang ideal dan aktual sangat dibutuhkan para siswa dalam mengimbangi kemajuan zaman dan tangtangan intelektual,” ujarnya.

Selain itu, Prof. Yandra Arkeman, Guru Besar dari Departemen Teknologi Industri Pertanian Fakultas Teknologi Pertanian IPB juga menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk antisipasi akademis dalam meningkatkan daya saing mahasiswa untuk bersaing di industri global.

Sementara Dr. Doni Yusri, staf pengajar Program Studi Manajemen Industri menyampaikan bahwa pengembangan kurikulum Sekolah Vokasi IPB dari tiga tahun menuju Sekolah Vokasi IPB empat tahun terutama untuk Program Studi Manajemen Industri dikaitkan kerjasama dengan dunia industri. Kurikulum pendidikan Program Studi Manajemen Industri harus menerapkan pola 40 persen berada di kelas, 40 persen praktik di dunia industri atau perusahaan dan 20 persen sisanya untuk menulis karya akhir, sehingga nantinya para lulusan sekolah vokasi sudah siap memasuki dunia kerja, yang persaingannya sangat tinggi untuk bisa masuk diterima bekerja di dunia industri.

Hadir sebagai narasumber Dr. Gerald Beykirch seorang ahli dalam bidang kurikulum dari Senior Experten Service (SES) Expert, Jerman. Dari segi akademik, Ia membahas dan memperlihatkan penggunaan penerapan teknologi augmented reality dalam pengolahan data sebagai alat bantu dalam proses pengambilan keputusan. Ini diproyeksikan sebagai inovasi media proses pembelajaran dengan metode konvensional (slide) dan digunakan untuk menunjang proses pembelajaran itu sendiri guna memberikan pemahaman kepada mahasiswa tentang materi yang disampaikan.

“Menjadi pelaku industri adalah pekerjaan yang sangat saya nikmati karena dapat melakukan perubahan, investasi kerja dan merasakan hasilnya. Sehingga dapat melakukan kemajuan yang berkelanjutan,” ujarnya.

Kegiatan ini juga dihadiri oleh perwakilan program-program studi di lingkup Sekolah Vokasi IPB, perguruan tinggi yang ada di Bogor seperti Universitas Pakuan Bogor dan Universitas Djuanda. (awl/Zul)

Tulisan ini adalah kiriman dari user, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.33