Sharing Session, Departemen Manajemen Hutan IPB Ulas Tips Raih Hibah Kedaireka

Berita IPB
Akun resmi Institut Pertanian Bogor
Konten dari Pengguna
21 Mei 2024 9:00 WIB
·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari Berita IPB tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Sharing Session, Departemen Manajemen Hutan IPB Ulas Tips Raih Hibah Kedaireka
zoom-in-whitePerbesar
Sharing Session, Departemen Manajemen Hutan IPB Ulas Tips Raih Hibah Kedaireka
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Departemen Manajemen Hutan, Fakultas Kehutanan dan Lingkungan (Fahutan) IPB University mengadakan Sharing Session. Salah satu yang dibahas adalah tips sukses mendapatkan hibah Kedaireka dari Direktur Pengembangan Masyarakat Agromaritim IPB University, Dr Handian Purwawangsa.
ADVERTISEMENT
Ketua Departemen Manajemen Hutan IPB University, Dr Soni Trison mengatakan, program Sharing Session ini merupakan kegiatan rutin hasil kolaborasi bersama Innovation Centre for Tropical Sciences (ICTS) dan Komunitas Ahli Manajemen Hutan Indonesia (Komhindo). Program ini bertujuan untuk menjadi sarana berbagi ilmu dan pengalaman, serta membuka peluang kolaborasi antara institusi pendidikan, organisasi nirlaba (NGO), kementerian dan lembaga, serta komunitas.
“Sharing session ini diharapkan dapat membawa manfaat yang besar bagi semua dan membuka jalan untuk kolaborasi yang lebih baik di masa depan. Harapannya, dengan pendekatan ilmu, teknologi dan partisipasi masyarakat, akan terbentuk ekosistem ekonomi hijau sirkular (circular green economy) yang mampu menjawab permasalahan masyarakat,” ujar Dr Soni Trison.
Selanjutnya, Dr Handian Purwawangsa menyampaikan materi utama dalam Sharing Session ini. Ia memulai dengan berbagi pengalaman dan tips keberhasilan timnya dalam mendapatkan hibah Kedaireka selama dua tahun berturut-turut, bekerja sama dengan mitra industri besar seperti Adaro dan Astra Group.
ADVERTISEMENT
Ia mengungkap, keberhasilan timnya dalam memperoleh hibah Kedaireka, salah satunya dicapai dengan keseriusan membaca buku panduan secara menyeluruh sebelum mengajukan proposal. Dr Handian juga berbagi tips mendapatkan mitra kerja sama. Strateginya yaitu fokus pada solusi masalah tanpa membuat mitra khawatir dengan kegiatan audit. Lakukanlah audit oleh tim manajemen program.
“Penting untuk membentuk tim yang terdiri dari tim substansial, tim teknis, dan tim administrasi. Terkait kesiapan dalam pitching, bacalah buku panduan, gunakan bahasa yang mudah dipahami, jalin koordinasi dengan mitra, dan evaluasi proposal berdasarkan masukan dari reviewer,” paparnya.
Dr Handian juga berpesan untuk pentingnya mengetahui masalah, solusi, dan keluaran yang akan dihasilkan dengan jelas. Tak kalah penting, buatlah judul yang menarik perhatian.
ADVERTISEMENT
Ia juga memberikan semangat kepada peserta dan mendoakan agar sukses dalam pengajuan proposal. Meskipun terdapat kekurangan dan masalah dalam pelaksanaan, hal ini dianggap sebagai strategi untuk meningkatkan program yang sudah ada di kampus, mitra, atau pemerintah.
“Niat baik harus dijalankan dengan cara yang baik untuk meyakinkan reviewer akan kualitas program tersebut,” pungkasnya.
Dalam kesempatan itu, juga diperkenalkan secara singkat mengenai ICTS. Lembaga ini didirikan pada tahun 2020 dan berkomitmen untuk memberikan solusi cerdas dan kreatif berbasis pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) tropis. Sebagai organisasi nirlaba, ICTS menjembatani diseminasi teknologi dari laboratorium ke pengguna akhir melalui kemitraan dengan pemerintah, perguruan tinggi, lembaga riset, industri, serta kelompok-kelompok kreatif masyarakat. (*/Rz)
ADVERTISEMENT