Pencarian populer
PUBLISHER STORY
29 Mei 2018 11:44 WIB
..
..

Ramadan Fair Bawa Banyak Berkah untuk Medan

Sebanyak 210 stand makanan di Ramadan Fair Medan laris manis diserbu pengunjung.. Panggung hiburan yang digelar setiap hari juga senada. Lautan manusia tumpah ruah di satu titik. Maklum, lokasinya sangat strategis.

Sekali melangkah ke Ramadan Fair, pengunjung bisa sekalian menikmati Istana Maimun dan Masjid Raya Medan. Lokasi dua tempat ikonik di Medan itu letaknya bersebelahan dengan Ramadan Fair. Dua-duanya bisa disambangi dengan berjalan kaki.

"Jadi sekali melangkah tiga tempat langsung terlampaui," terang Ketua sekaligus Koordinator Umum Generasi Pesona Indonesia (GenPI) Sumut Fitato, Senin (28/5).

Teori Menpar Arief Yahya pun langsung terbukti. setiap event pariwisata yang sukses menghadirkan crowd selalu menghasilkan dampak ekonomi. Perpindahan orang bisaa diartikan sama dengan perpindahan uang!

"Itu benar-benar nyata dirasakan dampaknya. Tahun lalu saja, seorang teman saya bisa mendapatkan penghasilan Rp 40 juta saat Ramadan Fair berlangsung. Tahun ini kira-kira sama lah dengan 2017," tambahnya.

Masyarakat memang merasakan langsung dampak perekonomiannya. Bayangkan, ribuan orang datang ke satu titik. Dan semuanya belanja. Spending money. Kalau dirata-rata Rp 50 ribu per orang, ada Rp 500 juta perputaran uang saat akhir pekan menyapa.

"Itu baru akhir pekan. Belum termasuk hari lainnya," terangnya.

Ucapan yang sangat masuk akal. Sebab, mayoritas pengunjung adalah muslim yang sedang berpuasa. Dan hampir bisa dipastikan mereka membeli takjil. Membeli kuliner khas Medan. Membeli jajanan untuk berbuka puasa.

Yang ingin hunting pakaian pun juga bisa. Karena di separuh jalan yang ditutup, ada juga ratusan stand pakaian. Semua harganya sudah dikurasi Pemerintah Kota Medan.

Semuanya dijamin nggak mahal. Pemkot Medan sudah mengatur patokan tarif atas dan tarif bawahnya. Untuk jajanan kuliner, makanan termahal Rp 20 ribu. Sementara makanan termurah adalah Rp 5 ribu.

Beragam spanduk raksasa juga ikut memampang daftar harganya. Nuansanya mirip seperti pasar malam di Bangkok. Ada daftar harga yang pasti. Ada tenda besar. Meja dan kursi untuk makan yang nyaman. Juga layanan penuh senyum dari pemilik stand.

Keamanannya? Malah lebih bagus dari Bangkok di Thailand. Puluhan petugas Satpol PP selalu terlihat di seluruh titik Ramadan Fair. Polisi juga setia mengawal. Belum lagi dukungan Dishub yang mengatur lalu lintas. Bahkan mobil damkar dan ambulan juga ikutan stand by berjaga-jaga di sekitar even.

"Saya berharap kegiatan ini dapat menjadi syiar Islam yang sejuk dan penuh pesona," timpal Gubernur Sumatera Utara Erry Nuradi.

Walikota Medan H.T Dzulmi Eldin juga seirama. Bagi dia, Ramadan Fair di Medan mampu menghasilkan efek domino yang sangat menguntungkan. Dua wisata ikonik di sekitarnya juga ikut terangkat.

"Kegiatan ini juga mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat karena diikuti para pelaku UMKM. Sebanyak 210 stand selalu penuh. Selain itu, Masjid Raya Medan dan Istana Maimun juga ikutan ngehits karena banyak yang selfie dan posting di dunia maya," ucapnya.

Deputi Pemasaran I Kementerian Pariwisata, I Gde Pitana, didampingi Asisten Deputi Pemasaran 1 Regional II Kemenpar, Sumarni, ikutan sumringah. Dia berharap Ramadan Fair di Medan menjadi bagian dari pendongkrak kedatangan wisatawan ke Medan khususnya, dan Sumatera Utara pada umumnya.

"Crowd ini harus dimanfaatkan untuk mempromosikan potensi pariwisata yang ada di Medan dan sekitarnya. Karena impact terbesar dari Ramadan Fair adalah media impact. Pastikan semua yang membaca berita Ramadan Fair Medan juga mengetahui keindahan wisata yang ada di sini," kata Pitana.

Meriahnya rangkaian Pesona Ramadan di Sumut, mendapat apresiasi dari Menteri Pariwisata Arief Yahya. Menurutnya atraksi-atraksi wisata Ramadan yang digelar di Sumut menjadi sebuah suguhan yang dapat menarik wisatawan untuk datang.

Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan
Baca Lainnya
91 Organisasi Wanita siap ramaikan KOWANI Fair 2018
JAKARTA, kabarbisnis.com: Wanita Indonesia semakin inovatif dan kreatif. Bukti nyatanya dengan akan digelarnya pameran Kongres Wanita Indonesia (KOWANI) Fair 2018. Kegiatan ini dipusatkan di Gedung SME Tower Jakarta. Yaitu 24-27 Mei 2018. Setidaknya 91 organisasi wanita tingkat pusat siap mempromosikan industri kreatif mereka. Tidak hanya itu, organisasi-oeganisasi ini juga siap menciptakan jalur komunikasi antara produsen, penjual dan pembeli. Tujuannya tentu untuk melakukan transaksi.Kementerian Pariwisata (Kemenpar) tak segan untuk mendukung KOWANI. Terlebih untuk memperkenalkan, mempromosikan, serta memajukan pariwisata Indonesia. Yaitu melalui usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM)."Seribu lebih pengunjung ditargetkan hadir setiap hari selama event berlangsung. Event ini digelar untuk meningkatkan perekonomian anggota dan masyarakat. tentunya melalui penciptaan barang-barang yang inovatif dan kreatif sektor pariwisata," ujar Asisten Deputi Pemasaran I Regional II Kemenpar Sumarni, didampingi Kepala Bidang Pemasaran Area I Kemenpar, Wawan Gunawan. Hal itu disampaikan saat jumpa pers penyelenggaraan KOWANI Fair 2018 di Gedung Sapta Pesona, Jakarta, Senin (21/5).Menurut Sumarni, KOWANI Fair 2018 mempunyai dampak langsung terhadap pariwisata Jakarta. Apalagi Jakarta adalah destinasi wisata MICE (Meeting, Incentive, Convetion, and Exhibiton/Event). Jakarta pun dituntut banyak menyelenggarakan pameran seperti KOWANI Fair."Pameran ini sangat tepat momentumnya diselenggarakan di bulan Ramadhan karena masyarakat sedang membutuhkan berbagai keperluan menjelang liburan Idul Fitri 2018," ujar Sumarni.Dikesempatan yang sama, Ketua Umum KOWANI Giwo Rubianto Wiyogo mengatakan, tema yang diusung kali ini adalah ‘Optimalisasi Kemandirian Perempuan Pengusaha untuk Ketahanan Ekonomi Keluarga’.Pameran ini merupakan rangkaian kegiatan KOWANI selaku tuan rumah GA ICW (General AssemblyInternational Council of Women) ke-35. Serta, Rembuk Nasional dalam rangka HUT KOWANI ke 90 yang akan diselenggarakan di Yogyakarta pada September 2018 mendatang."Penyelenggaran kali ini merupakan wujud komitmen kami untuk memperkenalkan dan mempromosikan serta memajukan pariwisata Indonesia. Sedangkan kegiatan GA-ICW ke-35 akan membawa dampak positif bagi perkembangan pariwisata di Indonesia dan khususnya di Kawasan  Borobudur dan sekitarnya," ujarnya.Seperti tahun-tahun sebelumnya, lanjut Gino Rubianto, pameran KOWANI Fair 2018 akan menjembatani serta memfasilitasi wanita pengusaha untuk mempromosikan hasil produknya, sekaligus sebagai sarana dalam mencari pasar-pasar baru bagi produknya."Dengan  memperkuat posisi perempuan dalam masyarakat dan ekonomi, kita akan memiliki multiplier effect dalam mencapai dan menjangkau tujuan SDG’s terutama pada kemiskinan, kelaparan, kesehatan, pendidikan dan kesetaraan gender," katanya.Ketua Panitia Ony Jafar Hafsah menambahakan, KOWANI Fair 2018 akan memamerkan produk unggulan dari seluruh Indonesia. Sehingga dapat mengundang pengunjung baik wisnus maupun wisman dengan target setiap hari 1.200 pengunjung."UMKM di sektor pariwisata memilik potensi sangat besar untuk mendorong perekonomian Indonesia. Pariwisata merupakan sektor unggulan dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah saat ini," katanya.Menteri Pariwisata mendukung penuh kegiatan ini. Terlebih, KOWANI Fair memiliki dampak yang baik untuk perekonomian."Kegiatan ini sangat baik. Karena berdampak langsung terhadap perekonomian. Semua hal yang berdampak positif untuk ekonomi masyarakat, atau anggota organisasi, harus kita dukung. Karena bisa mensejahterakan," katanya. kbc9
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: web: