News
·
24 Juli 2021 5:23

Peluang E-voting di Tengah Pandemi Sebagai Optimalisasi Pelayanan Publik Era 4.0

Konten ini diproduksi oleh Nicholas Martua Siagian
Peluang E-voting di Tengah Pandemi Sebagai Optimalisasi Pelayanan Publik Era 4.0 (8001)
searchPerbesar
Ilustrasi Penerapan E-voting Sumber : Website Resmi Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi Indonesia
Analisis Peluang E-voting dalam Pemilu di tengah Pandemi Sebagai Upaya Optimalisasi Pelayanan Publik era 4.0
ADVERTISEMENT
Hingga saat ini, pandemi COVID-19 belum juga berakhir di Indonesia. Bahkan, pemerintah lebih ekstra dalam menangani lonjakan penyebaran COVID-19 di wilayah Indonesia. Selain aktivitas yang harus dirumahkan, banyak program pemerintah yang juga hingga kini dibatalkan. Pandemi ini tidak hanya menuntut kita untuk bersabar, namun beradaptasi, serta mencari cara untuk berinovasi. Begitu juga dengan pemerintah yang terus berinovasi untuk memberikan pelayanan terbaik di tengah pandemi ini.
Pelayanan publik menjadi kebutuhan dasar masyarakat yang harus dipenuhi oleh pemerintah. Pelayanan publik dalam pasal 1 angka 1 UU Nomor 25 Tahun 2009 diartikan sebagai kegiatan atau rangkaian kegiatan dalam rangka pemenuhan kebutuhan pelayanan sesuai dengan peraturan perundang-undangan bagi setiap warga negara dan penduduk atas barang, jasa, dan/atau pelayanan administratif yang disediakan oleh penyelenggara pelayanan publik. Salah satu implementasi pelayanan publik terutama dalam pelaksanaan demokrasi adalah penyelenggaraan pemilu.
ADVERTISEMENT
Dalam tulisan ini, penulis ingin menjelaskan tentang peluang penerapan e-voting di pemilu berikutnya. Pada pemilu tahun lalu, BPPT ( Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi) telah merencanakan pelaksanaan e-voting dalam pemilu. Namun, wacana itu belum dilaksanakan karena belum memadainya infrastruktur untuk melaksanakan e-voting. Namun, pemerintah sudah melaksanakan e-rekap pada pilkada 2020 yang lalu sebagai sarana publikasi hasil penghitungan suara dan rekapitulasi hasil penghitungan suara, serta alat bantu di pelaksanaan rekapitulasi hasil penghitungan suara. Mungkin masih banyak yang belum mengerti apa itu e-voting. E-voting adalah sistem yang memanfaatkan perangkat elektronik dan mengolah informasi digital untuk membuat surat suara, memberikan suara, menghitung perolehan suara, serta menayangkan perolehan suara. Keunggulan dari pelaksanaan e-voting adalah waktu pelaksanaan yang lebih cepat, mencegah kecurangan pemilihan, serta efisiensi pemilihan.
ADVERTISEMENT
Bagaimana dengan mekanisme pelaksanaan e-voting?
  • Pemilih datang ke TPS
  • KTP diperiksa mesin
  • Identitas pemilik dikonfirmasi
  • Setelah itu, akan keluar chip berwarna putih
  • Di dalam bilik, pemilih menyentuh gambar calon yang akan dipilih
  • Tekan konfirmasi pilih
  • Struk akan keluar sebagai bukti sudah memilih
Mengoptimalkan pelayanan publik di era 4.0 menjadi tanggung jawab pemerintah. Kapabilitas dari pemerintah terlihat dari bagaimana mengoptimalkan pelayanannya kepada masyarakat. Berbicara tentang inovasi dalam pesta demokrasi, e-voting memang menjadi salah satu opsi, namun apakah e-voting menjadi menjadi solusi (?). Apabila kita melihat Amerika Serikat, mereka sudah meninggalkan e-voting karena mudah dimanipulasi. Memang dari aspek efisiensi, e-voting lebih baik dari pada pemilihan konvensional. Namun, bukan berarti karena Amerika telah meninggalkan e-voting, maka peluang opsi penerapan e-voting Indonesia sudah tidak ada lagi.
ADVERTISEMENT
Melihat pandemi yang belum juga berakhir hingga hari ini, penulis berargumen bahwa pelaksanaan e-voting dalam pemilihan umum bisa menjadi solusi pada pemilihan umum berikutnya. Apalagi kita tidak tahu, sampai kapan pandemi ini akan berakhir. Selain memberikan efisiensi pemilihan, e-voting mampu mengurangi kerumunan serta mempersingkat waktu di tempat pemilihan. Artinya, pelaksanaan e-voting dapat menjadi inovasi dalam menyelenggarakan pesta demokrasi di tengah pandemi COVID-19. Memang tidak semudah itu untuk menerapkan e-voting pada pemilihan di Indonesia. Selain harus mempersiapkan infrastruktur yang memadai, protokol kesehatan dan alat pelindung diri (APD) juga menjadi sarana prasarana yang sangat penting. Dan, yang tidak kalah penting lagi adalah sosialisasi dan pengenalan e-voting kepada seluruh masyarakat. Tidak akan mungkin pemilu dengan metode e-voting, dapat berjalan dengan baik tanpa adanya pemahaman di masyarakat. Oleh karena itu, penulis berpendapat, e-voting bisa menjadi solusi pada pemilihan umum di tengah pandemi, namun pemerintah perlu untuk mengkaji lebih dalam pelaksanaan e-voting ini.
ADVERTISEMENT
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020