COVER LIPSUS INDONESIA TANPA FEMINIS
25 Agustus 2021 10:41
ยท
waktu baca 5 menit

Perempuan Tidak Butuh Legitimasi Laki-Laki untuk Childfree

Ketika kecil, kalau ada kesempatan main rumah-rumahan, saya biasanya memilih peran sebagai ibu. Kemudian, pelajaran biologi di sekolah--terutama saat saya melihat alat peraga tubuh perempuan, lengkap dengan bayi yang meringkuk di dalam rahimnya--membuat saya berpikir bahwa kehidupan adalah sebuah siklus: dia yang dilahirkan akan melahirkan pula. Dengan kata lain, saya pernah mengira setiap perempuan akan menjadi ibu.
Tahun-tahun berganti dan pikiran saya bertumbuh.
Setelah kakak saya melahirkan, saya kebagian jatah mengurus keponakan. Sejujurnya saya menikmati momen-momen itu. Rasanya tidak ada alasan untuk tidak menyukai makhluk kecil dengan wajah imut dan suara tawa yang renyah. Meski begitu, saya tidak bisa lagi membayangkan diri saya melahirkan dan menjadi seorang ibu. Bagi saya, menyukai bayi dan anak-anak bukan berarti harus memiliki anak.
Keuntungan berlangganan kumparan+
  • Ratusan konten premium dari pakar dan kreator terbaik Indonesia
  • Bahasan mendalam dengan kemasan memikat
  • Pengetahuan, hiburan, dan panduan yang solutif untuk hidupmu