kumparan
16 Jan 2019 11:07 WIB

Drama Korea dari Persepsi Pria Sangar

My Sassy Girl Chun Hyang, salah satu serial yang memengaruhi saya untuk lebih mengenal industri hiburan Korea Selatan (Gambar: Pinterest)
ADVERTISEMENT
Dalam kultur budaya dan juga keluarga yang keras, apa yang dicitrakan oleh drama dan acara hiburan yang berkiblat ke Korea Selatan adalah hal yang aneh bagi keluarga saya. Jika ingin mencari hal-hal yang berbau drama, keluarga saya lebih berkiblat pada telenovela ala Latin yang dulu identik dengan Hati Yang Mendua di TVRI.
Padahal jika melihat lebih dalam, kisah dan hal-hal di belakang layar dari industri hiburan Korea Selatan memiliki sisi menarik yang kadang sangat aneh ketika keluarga dan kawan-kawan saya mengetahui akan kegandrungan saya pada K-Pop atau sejenisnya.
Tidak jarang saya mendengar celetukan yang ditujukan pada diri saya, "aneh pria kok suka Korea" atau "Percuma muka sangar kalo sukanya Korea-Korea". Padahal, jika mereka memberikan waktu kepada saya untuk menjelaskan bagaimana saya memandang drama Korea Selatan dan hiburannya.
ADVERTISEMENT
Apa yang ada dalam pikiran saya tidak sesederhana teriakan oppa, ahjusi, atau sentimen remeh soal operasi plastik, atau bagaimana sekelompok pria yang didandani menjadi seorang wanita akan lebih menarik dari pada wanita sebenarnya (Kim Hee Chul adalah contohnya).
Para pemain serial 'Meteor Garden' (Foto: Flickr)
Selayaknya anak-anak yang dibesarkan pada media 90-an, telenovela hadir bersamaan dengan drama Jepang atau J-Drama yang disiarkan oleh TVRI. Kemudian, penetrasi teknologi siaran yang hadir ke kampung saya membuat saya mengenal apa itu F4 yang identik dengan Meteor Garden atau Tao Ming Tse (btw, bias saya adalah Vic Zhou, ya) setelah itu saya juga ingat sebuah drama romantis berjudul Devil Beside Me.
Saya tidak akrab dengan drama laga kolosal, seperti Pendekar Pemanah Rajawali, Legenda Siluman Ular Putih, atau Golok Pembunuh Naga karena pada saat prime-nya serial-serial tersebut kami terlalu miskin untuk membeli perangkat siaran yang mendukung hadirnya serial legendaris tersebut. Hehehe.
ADVERTISEMENT
Nah, kembali pada bahasan mengenai industri hiburan Korea Selatan, pascahebohnya drama legendaris Winter Sonata tidak membuat saya untuk ambil bagian dalam kesyahduan kisah drama tersebut. Lalu, baru pada serial My Sassy Girl Chun-Hyang saya merasakan ketertarikan terhadap drama Korea.
Drama Korea (Foto: Youtube)
Drama tersebut selalu saya ingat meskipun versi filmnya lebih dikenal orang, tak lain tak bukan, karena tokoh laki-lakinya bernama Mong Ryong dan pasangannya yang imut. Kisahnya juga diubah lebih berkesan muda, tidak adult seperti yang dibawakan oleh Cha Te Hyun. Saya masih ingat serial itu disiarkan pada saat sore hari oleh salah satu televsisi swasta yang identik dengan ikan.
Belakangan saya tahu bahwa asal negara drama Meteor Garden yang ost melegenda itu, bagi saya Harlem Yu, merupakan drama yang berbeda dengan My Sassy Girl Chun-Hyang.
ADVERTISEMENT
Satu hal lagi, ternyata saya ketinggalan dengan kisah keseruan drama Korea Full House (Rain dan Song Hye Kyo). Saking populernya drama ini, kawan saya menamai anak anjingnya Hang Ji Eun dan Lee Young Jae. Nama yang aneh untuk seekor anjing karena di kampung saya nama anjing itu cuma tiga patren: Jimbo, Bruno, Lekki (Blacky).
Mengenal industri hiburan Korea Selatan ternyata bagi saya dimulai dari ranah drama di layar kaca. Adapun drama-drama favorit saya adalah sebagai berikut.
1. My Sassy Girl Chun-Hyang
My Sassy Girl Choon Hyang. (Foto: Wikimedia Commons)
Drama yang sampai sekarang saya hafal hanya nama tokoh utamanya adalah Mong Ryong memberikan kesan tersendiri bagi saya karena kisah romansa anak-anak remaja dihadirkan oleh tokoh utamanya. Oh iya, saya baru tahu kalau penulis cerita drama ini adalah dua orang bersaudara yang dikenal dengan Hong Bersaudara (Hong Jung Eun dan Hong Mi Ran).
ADVERTISEMENT
2. My Girl Friend Is Gumiho
My Girlfriend is a Gumiho. (Foto: Youtube.com/HouseofKorea)
Jika di dunia anime Naruto saya mengenal rubah kasar penuh intrik dan setia kawan bernama Kurama, dalam serial Korea saya mengenal Shin Min-a yang menjadi sosok rubah jahat pemangsa laki-laki yang jatuh cinta kepadanya.
Tentu saja akting polos Lee Seung Gi juga menyita perhatian. Pada dasarnya, kisah ini menarik perhatian saya karena menggabungkan konsep folklore Asia Timur seperti Gumiho, atau di Jepang disebut Kitsune, yang identik dengan sosok rubah siluman yang menyamar sebagai wanita cantik untuk memangsa pria demi umur panjang dan juga sihir dengan budaya populer seperti kisah romantis dalam drama korea.
3. The Heirs
The Heirs. (Foto: Youtube.com/xoxo)
Kisah yang identik dengan gaya ala Cinderella ini pada dasarnya basi dan juga begitu biasa untuk saya saksikan. Patren seorang gadis biasa, pekerja keras, hanya memiliki satu ibu dengan segala kekurangnnya di mana si ibu bekerja kepada sosok keluarga Chaebol.
ADVERTISEMENT
Lalu seperti pada umumnya ditebak, kisah cinta si anak gadis pembantu terjalin dengan anak 'haram' keluarga kaya tersebut. Kisah yang sungguh biasa dengan intrik anak sekolahnya sungguh biasa saja. Adapun, alasan saya tetap menontonnya adalah karena sosok aktris Park Shin Hye dan keimutan Krystal Jung 'FX'.
Oh iya, jika orang begitu tergila-gila dengan penokohan sosok Lee Min Hoo, maka saya menyukai bagaimana Kim Wo Bin menjadi sosok nakal, sok berkuasa, tukang bully, namun rapuh. Mengingatkan saya pada salah satu preman di sekolah yang saya hajar. Hmmm Kim Ji Won juga sangat menarik jika menjadi angkuh.
4. Secret Garden
Serial drama Secret Garden yang membuat saya lebih serius melihat efek trauma bagi kejiwaan seseorang (pinterest.com)
ADVERTISEMENT
Kisah pertukaran jiwa yang menarik dan lucu. Kisahnya mirip The Heirs, namun segmentasinya lebih mature atau adult. Akting Hyun Bin dengan lawan main Ha Ji Won menarik perhatian diselingi dengan kekonyolan Yoon Sang Hyun. Oh iya, jika Anda jeli, Lee Jong Suk pertama kali populer dari serial ini, di mana dia berperan sebagai penulis, pencipta, dan musisi lagu berbakat yang berorientasi seksual sebagai seorang gay.
Cerita yang populer juga karena diparodikan Big Bang ini merupakan kisah yang tidak sepintas lalu saya tonton. Bersamaan saat menontonnya saya juga membantu junior saya untuk menyelesaikan psikoanalis sastra yang didasari oleh buku-buku Sigmund Freud.
Kemudian, serial Korea ini membawa saya untuk lebih serius kembali membaca novel 24 wajah Billy karya Daniel Keyes. Oh iya, kisah Secret Garden pada dasarnya adalah sebuah kisah yang menarik karena menyoroti para korban trauma yang mengalami fobia karena kejadian traumatis tersebut.
ADVERTISEMENT
Kill Me, Heal Me yang dibintangi oleh Ji Sung dan juga Mr. Hyde, Jeykell, Me yang juga dibintangi oleh Hyun Bin merupakan film yang sangat saya sukai karena aspek-aspek psikologinya.
Descendent of the Sun (DotS), My Love from the Stars, Dream High, The Producers adalah serial lainnya yang mampu membuat saya menambah pemahaman mengenai industri hiburan terkhusus serial.
Bahkan, serial seperti DotS yang bercerita tentang tentara dan perawat menimbulkan pemikiran tersendiri bagi saya, di mana serial tersebut dalam pemahaman saya digunakan oleh pemerintah untuk menaikkan semangat anak bangsa Korea Selatan agar semangat menjalani wajib militer.
Tulisan ini adalah kiriman dari user, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan