kumparan
19 Sep 2018 12:50 WIB

Mencoba Menjadi Cenayang Taktik dan Strategi Lopetegui di Real Madrid

Julen Lopetegui memberikan Sergio Ramos instruksi. (Foto: Ints Kalnins/Reuters)
Real Madrid akan meladeni Roma pada laga UCL dini hari nanti. Tentu ini merupakan pertandingan menarik ketika kita membahas apa yang terjadi dengan Real Madrid di tangan Lopetegui.
ADVERTISEMENT
Mantan nakhoda Timnas Spanyol tersebut sampai pada pertandingan melawan Bilbao membuat khalayak mempertanyakan dan mencoba apa mau mantan kiper ini. Sebelum kita membahas bagaimana gambaran pertandingan Real Madrid vs Roma, ada baiknya kita mencoba meraba apa sebenarnya yang ada dalam pikiran Lopetegui?
Apa yang akan dia lakukan dengan Real Madrid, dan tentu saja apakah ia akan duduk menuntaskan musim ini sebagai seorang nakhoda Real Madrid atau terjungkal pada musim berjalan? Jawaban itu mungkin kita lihat dari bagaimana dia mengomposisikan pemain Real Madrid dalam aspek taktik dan strateginya.
Kroos dan Tugas Barunya
Toni Kroos. (Foto: Benjamin Cremel / AFP)
Publik mengatakan bahwa Kroos adalah gelandang komplit, namun hal yang terjadi tidak pernah bohong. Meskipun Kroos kompeten sebagai gelandang bertahan yang notabene merupakan atribut lain dari gelandang komplit, Kroos tidak bisa bekerja sebagai mana seorang DM murni. Dia perlu sokongan untuk melakukan pekerjaan kotor (Casemiro) atau minimal ada pemain di sisinya yang memiliki mobilitas tinggi baik saat bertahan maupun menyerang (Lucas Vazquez).
ADVERTISEMENT
Kroos mengatakan bahwa ia menikmati permainan sebagai gelandang bertahan karena mampu mengontrol pertandingan lewat passing-nya. Publik menilai Kroos di tangan Lopetegui ingin difungsikan seperti Basquest, Pirlo, atau Xabi (Lupetegui mengatakan bahwa Kroos bermain baik untuk role no 6 dan 8). Namun apa yang terjadi malah menimbulkan pertanyaan.
Kenapa Kroos tidak punya 'anjing penjaga' selayaknya Pirlo dengan Gattuso/Vidal, atau Xabi dengan Mascherano? Malah pada laga melawan Bilbao seorang Lopetegui mamasang Cabellos, Modric, dan Kroos di lini tengah untuk menyokong Asensio, Bale, dan Benzema, serta Casemiro baru masuk sebagai pemain pengganti.
Isco Alarcon, pemain kesayangan Julen Lopetegui. (Foto: AFP/Javier Soriano)
Untung saja Isco jadi penyelamat. Secara sistem, jika pakem tersebut dipakai Lopetegui melawan tim yang levelnya seimbang maka Lopetegui akan keteteran dengan pakem tersebut. Sebagai catatan, saya menemukan bahwa taktik dan permainan Real Madrid di tangan Lopetegui memiliki 3 pakem dengan menyertakan Kroos di dalamnya.
ADVERTISEMENT
Namun menyertakan Kroos tersebut hanya untuk “menyelamatkan” posisi anak emas Lopetegui, Isco, dan Cabellos. Dengan alasan Modric kelelahan dan termakan umur serta Casemiro tidak terlalu mobile dan tidak efektif untuk mengalirkan bola sesuai taktiknya.
Kroos oleh Lupetegui ditugaskan untuk menjadi CDM namun minim “anjing penjaga” atau “pelari”. Apa yang terjadi bila hal ini menjadi pakem utama Real Madrid.
Dari aspek serangan, maka key pass ala Kroos sebelum Lopetegui hadir di Real Madrid akan turun bahkan hilang (seperti laga melawan Bilbao) meskipun dibarengi dengan meningkatnya guliran dan aliran bola.
Dari aspek pertahanan, Real Madrid akan lebih banyak kehilangan “bola kedua” karena ketiadaan "anjing penjaga" atau “pelari” untuk mengamankan ruang kosong jatuhnya bola, dan hal ini akan bermuara pada makin tingginya pelanggaran dan gol lawan lewat bola-bola mati.
Taktik 1 Lopetegui: Kroos dan Casemiro sebagai duo gelandang bertahan. Menyokong pakem serangan yang offensif.
Taktik 2 Lupetegui: Kroos dan Cabellos menyokong Modric, jika hal ini terjadi maka taktik Lupetegui adalah mengendalikan permainan lewat guliran bola, namun sangat offensif dan menyisakan ruang besar di lini tengah.
ADVERTISEMENT
Pakem ini akan sangat berbahaya jika tim lawan memiliki seorang false nine kelas wahid (Barcelona) atau tim Machester City jika KDB fit. Jika Casemiro hadir, pakem permainannya hanya untuk menjaga keseimbangan dan bagi Lopetegui pakem ini bersifat opsional (jika sudah menang atau tidak ingin kebobolan lebih banyak). Taktik ini sepertinya merupakan taktik utama Lopetegui.
Taktik 3 Lupetegui: Pakem ini akan membuat Kroos sebagai MC yang bisa menjadi CDM dengan sokongan Modric atau Casemiro. Kroos diupayakan ditempatkan di tengah bagian sisi dengan tujuan agar winger Real Madrid yang seirisan dengan Kroos di lapangan diberi tanggung jawab bertahan.
Pakem ini mirip seperti apa yang Zidane berlakukan di Real Madrid dan baik bagi Kroos. Jadi meskipun Kroos difungsikan sebagai CM atau CDM, hal ini bisa berjalan dengan baik dengan syarat ada pemain yang bertanggung jawab untuk bertahan sekalipun merupakan tipikal pemain offensif.
ADVERTISEMENT
Jika Anda memperhatikan selama Real Madrid di bawah asuhan Zidane, saat Kroos ditempatkan seperti posisi di atas, pemain seperti Asensio dan Bale dipaksa harus juga memiliki tanggung jawab pertahanan. Bahkan dalam catatan saya, ada momen pertandingan seorang Isco mencatatkan hal luar biasa dalam aspek defensif movement.
Lucas Vazquez adalah salah satu pemain terbaik dan luar biasa bagi saya selama dalam rezim Zidane. Meskipun merupakan pemain biasa dengan atribut biasa saja, determinasi dan daya jelajahnya adalah hal yang paling saya cintai kala beraksi di lapangan, mengingatkan saya pada Zagallo, Kuyt, dan Madzukic (Juventus).
Melihat Kroos bermain di sebagai CM murni atau gelandang AMC seperti masa mudanya, kemungkinannya sangat kecil jika saat ini mengingat Lupetegui sangat mencintai Isco dan Cabellos. Taktik ke-3 yang saya jelaskan di atas mungkin juga kecil kemungkinan akan digunakan Lopetegui.
ADVERTISEMENT
Namun, sebelum hal lebih buruk terjadi bagi Real Madrid oleh pakem-pakem Lupetegui ini, ada baiknya Lupetegui berkaca pada yang terjadi pada Jerman pada Piala Dunia 2018 lalu.
Jerman dengan pakem Kroos ditugaskan sebagai CDM bersama Khedira atau Rudy. Pakem ini bisa berjalan dengan baik asal Drexler (pemain yang seirisan dengan Kroos dalam pertandingan Mexico dan Swedia) memiliki tanggung jawab bertahan seperti yang Vazquez lakukan.
Pertandingan Melawan Roma
Prediksi komposisi pemain AS Roma saat dijamu Real Madrid di Bernabeu
Ada 3 pakem Lopetegui yang mampu menjawab bagaimana nanti pertandingan melawan Roma. Jika melihat prediksi pertandingan dengan ketiadaan Pastore sebagai otak permainan Roma, trio lini tengah Roma dengan komposisi di atas akan bermain lebih bertahan.
ADVERTISEMENT
Dengan lebih bertahan, garis pertahanan Real Madrid akan sangat tinggi. Kemudian Nzonzi dan Pellegrini yang memiliki atribut passing dan umpan yang terbilang baik akan mengupayakan bola-bola yang baik bagi pelari seperti Elsha.
Hal ini harus dihindari, namun jika Kroos harus bermain sendiri sebagai CDM dan meminggirkan Casemiro demi seorang Isco dan Cabellos yang terjadi bagi Real Madrid adalah pertandingan yang tidak memuaskan.
Sebagai catatan, AS Roma datang dengan hasil mengecewakan setelah dalam kompetisi domestik ditahan Chievo 2-2 dikandang sendiri setelah lebih dahulu unggul 2-0. Motivasi AS Roma itu berlebih karena dalam 4 pertandingan terakhir tidak pernah menang di laga domestik musim ini.

Real Madrid ala Lopetegui selalu kesulitan dengan pakemnya kala menghadapi tim selevel dalam hal ini AS Roma dan ini layak menjadi warning.

- -

ADVERTISEMENT
Mungkin bagi Anda AS Roma bukan selevel dengan Real Madrid itu sah-sah saja namun apakah Anda yakin menempatkan Leganes, Girona, atau Getafe levelnya sama dengan AS Roma?
Entahlah apa yang akan terjadi dengan Real Madrid di tangan pelatih pemilik rekor buruk kala menangani klub ini.
Trivia
Real Madrid mencetak jumlah goal di atas 2.5 dalam 10 pertandingan terakhirdi UCL.
Real Madrid mencetak minimal 2 goal dalam 8 pertandingan dari 9 pertandingan terakhir di UCL.
Roma mencetak goal di atas 2.5 dalam 4 pertandingan terakhir di UCL.
Real Madrid mengalahkan Roma di 3 pertandingan terakhir yang memepertemukan mereka.
---------------------
Refrensi: whoscored.com
https://www.givemesport.com/1390176-how-spanish-media-reacted-to-toni-kroos-performance-in-athletic-bilbao-11-real-madrid
http://www.marca.com/en/football/real-madrid/2018/09/15/5b9d7bf2268e3e78518b4662.html
Tulisan ini adalah kiriman dari user, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan