Mahasiswa KKN Sosialisasi Pentingnya Pendaftaran Merek, Pelaku UMKM Wajib Tahu!

Mahasiswa KKN Tim II 2021/2022, dari Fakultas Hukum, Universitas Diponegoro.
Konten dari Pengguna
9 Agustus 2022 19:56
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Tulisan dari Nikita Hanisa tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Mahasiswa KKN UNDIP 2021/2022 Sedang Melakukan Penyuluhan Mengenai Pentingnya Pendaftaran Merek Bagi Pelaku UMKM di Wilayah Kelurahan Jangli yang Memasarkan Produknya ke Siswa SMP Negeri 17 Semarang. (Sumber Foto : Dokumentasi Pribadi).
zoom-in-whitePerbesar
Mahasiswa KKN UNDIP 2021/2022 Sedang Melakukan Penyuluhan Mengenai Pentingnya Pendaftaran Merek Bagi Pelaku UMKM di Wilayah Kelurahan Jangli yang Memasarkan Produknya ke Siswa SMP Negeri 17 Semarang. (Sumber Foto : Dokumentasi Pribadi).
ADVERTISEMENT
Jangli, Semarang (24/07/2022) - Mahasiswa KKN Tim II Periode 2022 Universitas Diponegoro, Nikita Hanisa Utami (21) dari Fakultas Hukum telah melaksanakan program kerja monodisiplin yaitu "Penyuluhan Pentingnya Pendaftaran Merek Bagi Pelaku UMKM". Program kerja ini dilakukan di SMP Negeri 17 Semarang yang terletak di Jalan Gabeng Raya, Kelurahan Jangli, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang, saat para pelaku UMKM sedang melakukan penjualan produknya kepada siswa.
ADVERTISEMENT
Di sekitar wilayah Kelurahan Jangli, terdapat kurang lebih 160 UMKM yang pemiliknya merupakan warga asli Kelurahan Jangli dan jenis usahanya beragam antara satu dengan yang lainnya. Dengan jumlah UMKM yang cukup banyak tersebut, diharapkan masyarakat yang merupakan pelaku UMKM dapat memaksimalkan kualitas produknya saat dipasarkan ke khalayak umum. Salah satu bagian terpenting yang perlu diperhatikan dari suatu usaha adalah merek produk.
Menurut Direktur Jenderal Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum dan HAM, Freddy Harris, pendaftaran merek sejak awal mendirikan usaha dapat mengantisipasi dan menghindari terjadinya sengketa merek di kemudian hari. Maka dari itu, dengan adanya penyuluhan ini diharapkan dapat menekan jumlah persengketaan merek yang akan terjadi di masa depan.
Pelaksanaan program kerja ini dilakukan dengan cara memberikan penjelasan secara singkat mengenai pentingnya melakukan pendaftaran merek. Media yang digunakan untuk menjelaskan pada pelaku UMKM yaitu berupa poster yang memuat penjelasan singkat, padat, dan jelas mengenai pendaftaran merek.
ADVERTISEMENT
Respon positif yang ditunjukkan masyarakat pada penyuluhan ini termasuk dalam skala prioritas keberhasilan program. Setelah penyuluhan dilakukan, diharapkan pelaku UMKM di Kelurahan Jangli yang belum mendaftarkan merek dari produk usahanya dapat segera melakukan pendaftaran merek ke Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) untuk menghindari terjadinya persengketaan merek dagang.
Foto Bersama Setelah Melakukan Penyuluhan Kepada Pelaku UMKM Kelurahan Jangli. (Sumber Foto : Dokumentasi Pribadi).
zoom-in-whitePerbesar
Foto Bersama Setelah Melakukan Penyuluhan Kepada Pelaku UMKM Kelurahan Jangli. (Sumber Foto : Dokumentasi Pribadi).
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020