Remaja Inspiratif Asal Gresik yang Berusia 14 Tahun Berhasil Mencuri Perhatian

Seorang Mahasiswi Semester 3 Universitas Muhammadiyah Tangerang Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Konten dari Pengguna
9 Desember 2021 16:25
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Tulisan dari Nisa Andini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Nama saya Nisa Andini. Saya adalah seorang mahasiswi Universitas Muhammadiyah Tangerang Program Studi Ilmu Komunikasi dan saya mendapatkan tugas dari dosen Dasar-Dasar Penulisan untuk membuat sebuah artikel halaman opini untuk tugas akhir. Saya membuat halaman opini, yang membahas mengenai isu lingkungan yang tidak pernah terselesaikan dan selalu menjadi masalah bagi kebanyakan masyarakat.

ADVERTISEMENT
Saya mengambil pembahasan, dari seorang remaja asal Indonesia, Aeshnina Azzahra Agilani. Dia adalah seorang remaja berusia 14 tahun asal Gresik, Jawa Timur. Nina berhasil menjadi pembicara mewakili Indonesia di "Plastic Health Summit", Amsterdam. Dalam konferensinya, Nina menyampaikan bahwa banyak negara berkembang yang telah menyelundupkan sampah mereka dan mengirimkannya ke Indonesia. Hal tersebut rupanya menjadi fokus Nina mengenai isu lingkungan ini.
ADVERTISEMENT
Kunjungan Nina ke Amsterdam yang dibagikan melalui akun instagram pribadinya, “dari semua sampah yang dikirim kesini, hanya 60% sampah plastik, sampah lain seperti kaleng, alumunium, kertas, tekstil, sachet (multilayer) dikirim ke insenerator atau dibakar. Mesin-mesin pabrik ini sangat canggih dan mahal, tetapi mereka hanya mampu mengolah 80% dan sisanya dikirim ke landfill atau dibakar. Sebelum di recycle, sampah plastiknya harus dicuci dahulu, dan menghasilkan limbah.”
Remaja Inspiratif Asal Gresik yang Berusia 14 Tahun Berhasil Mencuri Perhatian (59187)
zoom-in-whitePerbesar
Sumber gambar : https://pixabay.com/id/
“agar bisa membuat produk yang baru, mereka membutuhkan 50% biji plastik yang baru, jadi bukan sepenuhnya dari sampah plastik daur ulang. Recycle membutuhkan banyak energi, uang, waktu, dan tetap menghasilkan limbah, oleh karena itu kita harus mengurangi plastik sekali pakai.”
Dari Nina, saya belajar memahami bagaimana plastik bisa membahayakan makhluk hidup lainnya. Seperti salah satu contohnya adalah mikroplastik, yang merupakan serpihan-serpihan dari plastik besar yang berukuran kurang dari 5 milimeter. Salah satu bahaya mikroplastik jika ada di sungai adalah dia akan menyerap polutan-polutan yang ada di sungai, lalu ikan-ikan di sungai memakan plankton yang berukuran sama kecil dengan mikroplastik. Jika ikan memakan mikroplastik, maka polutan-polutan yang diserap akan menyebar ke tubuh ikan.
Remaja Inspiratif Asal Gresik yang Berusia 14 Tahun Berhasil Mencuri Perhatian (59188)
zoom-in-whitePerbesar
Sumber gambar : https://pixabay.com/id/
Menurut saya, ini bukan hanya pemerintah yang harus memperhatikan masalah lingkungan seperti ini, melainkan kita juga sebagai masyarakat sudah seharusnya juga peduli dan memperhatikan lingkungan sekitar. Jika masih banyak masyarakat yang tabu akan hal ini, perlu adanya edukasi mengenai masalah lingkungan seperti ini dan bgaimana cara mengolah sampah agar tidak dibuang ke sembarang tempat. Salah satu contohnya adalah sampah sisa makanan dapat digunakan sebagai pupuk tanaman dan sebenarnya masih banyak cara lainnya yang bisa diolah agar Indonesia secara perlahan mulai mengurangi penumpukan sampah.
ADVERTISEMENT
Karena saat ini pun juga sudah cukup banyak sekali akun-akun sosial media yang memberikan edukasi juga mengenai masalah lingkungan dan bagaimana cara mengatasi agar sampah-sampah tersebut bisa dikelola menjadi bermanfaat. Di mulai dari reusable botol-botol bekas, menggunakan bahan-bahan alami yang tidak memberikan dampak besar dalam mencemari lingkungan, dan tentunya masih banyak lagi lainnya cara untuk mengelola sampah.
Karena perubahan-perubahan kecil saat ini akan memberikan dampak yang positif untuk kita dan pastinya kita juga sadar akibat dari kurangnya edukasi atau pemahaman mengenai sampah dan plastik, yang sudah kita rasakan seperti banjir, mampetnya saluran air, pencemaran lingkungan, dan masih banyak lainnya. Maka dari itu kita harus menjadi masyarakat yang sadar dan terbuka akan lingkungan sekitar dan makhluk hidup lainnya.
ADVERTISEMENT

Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020