Belajar dari Pidato BTS di Sidang Umum PBB 2018 (Bagian 1)

Sedang belajar Sastra Indonesia di Universita Negeri Semarang
Konten dari Pengguna
10 Oktober 2021 8:26
·
waktu baca 4 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Tulisan dari Nisfatun Khasanah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Belajar dari Pidato BTS di Sidang Umum PBB 2018 (Bagian 1) (5528)
searchPerbesar
Penyanyi grup pria Korea, BTS, hadiri Konferensi Pemuda Strategis (Youth Strategy Conference) di markas besar PBB saat Sidang Umum PBB ke-73 di New York, AS, Senin (24/9/2018). Foto: REUTERS / Caitlin Ochs
Entah dari mana saja aku selama ini, pidato luar biasa Kim Nam Joon di Sidang Umum PBB 2018 ini baru muncul di jendelaku, sekarang ini, tahun 2021. Butuh waktu 3 tahun lamanya, bagiku untuk menemukan sesuatu yang selama ini kubutuhkan. Kadang aku heran, bagaimana bisa aku tak terjangkau olehnya lebih awal. Tapi sebagian diriku bilang, tidak ada yang terlambat, semuanya terjadi tepat pada waktunya. Mungkin saja pada saat inilah, memang waktu yang tepat untuk mendengarkan kalimat-kalimat indah dan memberanikan darinya. Luar biasa bukan, dahsyatnya kekuatan internet, apa yang kamu bagikan akan abadi dan bisa menjangkau siapa pun, di mana pun, kapan pun. Oleh karenanya, sangat penting untuk membagikan hal-hal yang positif dan bermanfaat. Memangnya sehebat apa pidato yang disampaikan oleh leader BTS itu?
ADVERTISEMENT

True love first begins with loving myself

BTS dan UNICEF telah melakukan kampanye End Violence (menghentikan tindakan perundungan dan kekerasan), dan para fans banyak berkontribusi untuk menyebarkan pesan tersebut. BTS membagikan pesan-pesan positif melalui musik-musik yang mereka buat. Tak hanya itu, mereka pun mengajak fans untuk menyebarkan pesan positif tersebut ke lebih banyak orang. Mereka selalu melibatkan para penggemar di setiap kesempatan dan kegiatan yang sedang mereka jalani. Mereka memanfaatkan posisi strategis yang mereka punya untuk hal kebaikan.
Berdasarkan hasil riset yang dilakukan PISA (Programme for International Students Assessment) tahun 2018, sebanyak 41% murid di Indonesia mengaku pernah mengalami perundungan. Hal itu menempatkan Indonesia di urutan ke-5 dari 78 negara dengan siswa korban perundungan terbanyak. Angka tersebut sangat banyak, kita bisa bayangkan trauma, ketakutan, dan ingatan buruk yang dialami oleh anak-anak yang mengalami tindak bully.
ADVERTISEMENT
Ada berbagai bentuk tindak kekerasan. Kekerasan tidak hanya berkaitan dengan fisik saja, ada juga kekerasan verbal (menggunakan kata-kata). Kekerasan baik fisik bisa menimbulkan luka, kekerasan verbal membahayakan kondisi psikologis, keduanya sama-sama berbahaya.
Kenapa ya anak-anak bisa menjadi pelaku kekerasan terhadap temannya sendiri? Saya tidak punya kuasa untuk menjelaskan semuanya secara detail, itu sudah menjadi ranah para ahli dan harus ada penelitiannya terlebih dahulu. Akan tetapi berdasarkan apa yang saya alami dan amati, setidaknya ada beberapa alasan: yang pertama karena ingin berteman atau mencari perhatian, sayangnya ia justru mengekspresikan perasaannya dengan cara yang salah. Bukannya melakukan pendekatan yang baik dan menyenangkan, ia malah mengganggu dan bersikap kejam.
Hal ini pernah dituangkan dalam drama The Heirs, tokoh Choi Young Do, yang mengganggu Cha Eun Sang, sang tokoh utama wanita. Ia pernah menjegal kaki Eun Sang, menceburkannya ke kolam renang, dan tindakan mengganggu lainnya. Pada akhirnya, Young Do menyesali tindakannya. Ia sebenarnya bingung dengan perasaannya sendiri sehingga mengungkapkannya dengan cara yang salah. Jika ditarik lebih jauh, tokoh Young Do ini juga mengalami tindakan kekerasan dari ayahnya. Ia seringkali menghukum dengan kekerasan fisik. Selain itu, ia juga kehilangan sosok ibunya saat SMP, jadi dapat disimpulkan dirinya terluka, dan karenanya ia melukai orang lain.
ADVERTISEMENT
Kedua, karena perasaan benci, tak tahu apa yang bisa menimbulkan kebencian. Saya pernah mengalaminya sendiri. Ia sangat baik, ia begitu ramah, ia hangat, suka bercerita, dan disukai oleh orang-orang. Seringkali, orang-orang membandingkanku dengannya, mengatakan padaku agar aku seperti dia. Hal itu membuatku tak suka padanya, padahal kami berteman.
Aku menyimpan ketidak sukaanku untuk diri sendiri, karena aku ingin mempertahankan pertemanan kami. Aku berusaha menjadi baik, apa pun yang orang-orang bilang. Tapi ternyata, ia tak baik kepadaku. Ia suka menceritakan diriku dari sudut pandang yang buruk, kepada orang lain. Ia sering menyakitiku dengan perkataannya.
Aku memutuskan untuk pergi darinya. Sudah terlalu lama, aku menjadi lemah, memberi kesempatan baginya untuk terus menyakitiku. Pada akhirnya aku sadar, luka-luka yang bertumpuk itu tak bisa hilang sekaligus ketika aku pergi darinya. Aku bahkan masih hidup dengan ketakutan hingga sekarang. Sedangkan dirinya, mungkin saja ia bahagia dan menemukan teman-teman baru, merasa tidak ada yang salah.
ADVERTISEMENT
Aku hanya ingin bilang terima kasih kepada kepada BTS yang mengajariku tentang bertahan, menjadi kuat, dan tidak menyerah. Mereka seperti harapan, yang memberiku keberanian untuk berbicara. Jika bukan karena keberanian yang mereka bagikan, aku tak akan berani menuliskan ini dan membagikan cerita ini. Mereka sendiri pun mengalaminya, ujaran kebencian dan hinaan yang mereka terima saat-saat awal tak membuat mereka menyerah. Mereka tetap melanjutkan apa yang mereka yakini dan bertahan dari serangan yang ada.
Mereka mengajariku tentang mencintai diri sendiri. Itu benar, seandainya saja aku belajar konsep tentang sayang diriku sendiri lebih awal, dan lari darinya sejauh mungkin sejak pertama. Sudahlah, semuanya sudah terjadi, memang seperti adanya. Mungkin saja saat itu, ia juga terluka. Cukup jadikan ini pelajaran, untuk menjadi baik ke semua orang. Berkata yang baik, berpikir yang baik, dan memberi pengaruh yang baik.
ADVERTISEMENT
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020