News
·
7 Januari 2021 11:03

Tips untuk Menghadapi Pelanggan dengan Karakter Berbeda saat Pandemi COVID-19

Konten ini diproduksi oleh nizarasatigho
Tips untuk Menghadapi Pelanggan dengan Karakter Berbeda saat Pandemi COVID-19 (266659)
searchPerbesar
Strategi untuk Menghadapi Pelanggan yang Cerewet
Banyak penjual yang dihadapkan dengan berbagai macam pelanggan. Dari berbagai latar belakang, sifat dan karakter yang berbeda. Banyak pembeli yang loyal dan sangat ramah. Namun tak jarang pula, para penjual akan berhadapan dengan pembeli yang ‘sedikit’ menyebalkan.
ADVERTISEMENT
Beberapa pembeli memang sering kali memusingkan penjual. Bahkan membuat penjual harus berpikir extra untuk menanganinya. Mulai dari pelanggan yang tidak sabaran, cerewet, hobi mengancam, dan bahkan cenderung berkata dan bertingkah kasar. Meskipun sulit ditaklukan, namun bukan berarti tidak bisa. Apalagi di musim pandemi seperti sekarang ini. Penjual harus bersiap-siap untuk melayani pelanggan yang super cerewet dan pelanggan yang suka complaint.
Berikut beberapa strategi yang dapat  dipraktikkan untuk menghadapi pelanggan tersebut:
  1. Dengarkan dengan baik Tempatkan posisi anda sebagai pendengar yang baik, dengarkan semua keluhan pelanggan anda, beri waktu mereka untuk mengutarakannya hingga selesai. Jangan berpikir untuk menyerang balik pelanggan anda, kerena sesunggunya dia tidak menyerang anda secara personal. Kerena situasinya di sini adalah pelanggan anda memiliki permasalahan dan lagi pelanggan anda merasa kecewa. Berikan feedback positive ke pelanggan anda agar dia tahu bahwa permasalahannya di dengar.
  2. Ajukan pertanyaan dengan sopan Untuk mendapatkan informasi lebih banyak dari pelanggan anda, anda boleh mengajukan pertanyaan agar anda lebih mengerti perspektif pelanggan anda. Kerena dengan bertanya akan lebih mudah untuk menemukan penyebab terjadinya masalah dan solusi untuk memecahkannya.
  3. Dengarkan pelanggan dan tunjukkan empati Mendengarkan keluh kesah pelanggan memang terdengar membosankan, apalagi jika keluh kesah tersebut diwarnai oleh amarah yang menggebu. Jika dapat memilih, mungkin Anda lebih memilih untuk meninggalkan mereka. Namun, disini Anda dituntut menjadi pendengar yang baik. Pasang telinga baik-baik ketika pelanggan curhat mengenai banyak hal. Jangan memotong ucapan mereka apalagi terus memberikan sangkalan. Ketika mereka meminta tanggapan, itulah saat yang tepat untuk mengkonfimasi. Berikut ini adalah beberapa hal yang perlu diingat ketika mendengarkan pelanggan: (1) Berlatih mendengarkan aktif. Bukan hanya diam mendengarkan, Anda juga harus dapat menyimpulkan keluhan pelanggan dan jalan keluarnya. Menjadi pendengar aktif berarti Anda benar-benar mendengarkan dan berusaha memposisikan diri sebagai pelanggan Anda. Dengan begitu, diharapkan Anda menyelesaikan permasalahan yang ada dengan tepat sasaran. (2) Buat mereka merasa dianggap serius. Gary Johnson, seorang Konsultan Senior menyarankan agar Anda menunjukan kepada pelanggan bahwa Anda memperhatikan masalah mereka secara serius. Ia mengatakan hal ini dapat dilakukan dengan mempertahankan kontak mata dan menunjukan perilaku non-verbal (seperti tidak tersenyum, tidak memutar mata, dan mengangguk secukupnya). Selain itu, Anda juga bisa menyebut nama mereka. Hal-hal seperti ini diharapkan dapat membuat mereka lebih tenang dan merasa dihargai. (3) Tanggapi denga empati. Ketika pelanggan mengeluarkan unek-uneknya. Respon mereka dengan menunjukan empati terhadap apa yang mereka rasakan. Ucapkan kalimat seperti, “Saya mengerti apa yang Anda rasakan” atau “Saya dapat memahami mengapa Anda marah”. 
  4. Bertindak cepat Jika Anda dapat menyelesaikan masalah dengan cepat, maka segera selesaikan. Begitu anda mendapat keluhan dari pelanggan segera selesaikan masalah tersebut. Jika anda tidak mampu menyelesaikannya temukan orang yang dapat menyelesaikannya. Jangan tunda pekerjaan ini lakukan dengan segera agar pelanggan anda tidak semakin kecewa.  Tidak ada pelanggan yang memberikan keluhan tanpa terlebih dahulu memperhatikan bisnis anda, keluhan yang mereka berikan dapat anda anggap sebagai kepedulian mereka terhadap anda. Teruslah mendengar segala keluhan dari pelanggan anda, dengan anda tunjukkan kepedulian terhadap keluhan pelanggan di saat itulah mereka ikut merasakan bahwa anda menghargai keberadaan mereka sebagai pelanggan setia anda. Dan ingatlah bisnis anda tidak akan menjadi apa-apa tanpa pelanggan anda.  Menyelesaikan masalah dengan cepat memiliki keuntungan sebagai berikut: (1) Penyelesaian yang sigap dan cepat dapat membuat pengalaman berbelanja yang awalnya negatif menjadi positif. Bahkan dapat merubah mereka jadi pelanggan dan mempromosikan bisnis Anda pada orang-orang terdekat. (2) Menyelesaikan masalah dengan cepat juga menghindari masalah menjadi lebih besar.
  5. Meminta maaf Saat pelanggan merasa anda memohon maaf dengan sungguh-sungguh, biasanya ini akan lebih menetralkan situasi. Jangan berkilah dengan menyalahkan pihak lain. Yang perlu anda lakukan hanya meminta maaf, tunjukkan bahwa anda benar-benar menyesal atas ketidakpuasan yang mereka alami.
  6. Hati-hati Bersikap bijaksana sangat tepat saat menghadapi pelanggan yang sulit. Terutama jika bisnis Anda memiliki toko offline dan pelanggan tersebut marah-marah di hadapan banyak orang. Ingatlah banyak orang yang menonton, bahkan mungkin saja mereka akan merekamnya dan menjadikannya viral di media sosial. Begitupula bisnis online, tidak menutup kemungkinan pelanggan yang kecewa akan men-screenshot chat Anda. Selalu berhati-hati akan menjaga Anda untuk tidak melakukan hal-hal yang pada akhirnya hanya akan menjatuhkan bisnis Anda.
ADVERTISEMENT
References:
https://turboly.com/blog/2017/02/TIPS-MENGHADAPI-KOMPLAIN-PELANGGAN.html https://blog.hellobill.id/8-tips-menghadapi-pelanggan-yang-menyulitkan/.html
https://blog.hellobill.id/8-tips-menghadapi-pelanggan-yang-menyulitkan/.html
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020