Tekno & Sains
·
23 September 2021 19:49

Kontribusi UPI Melalui Program Literasi pada KKN Tematik 2021

Konten ini diproduksi oleh Novie Herdyanti Putri
Di abad ini, Indonesia sedang berusaha menyiapkan generasi emas di tahun 2045 dengan memanfaatkan digitalisasi dalam dunia pendidikan. Dimana pengetahuan, sikap, kecakapan serta keterampilan ditopang dengan teknologi yang semakin canggih. Pemanfaatan teknologi dalam pembuatan media pembelajaran diharapkan dapat meningkatkan budaya literasi sebagai salah satu modal utama menciptakan generasi emas.
ADVERTISEMENT
Namun pandemi covid-19 yang saat ini sedang terjadi, memberikan dampak yang sangat besar terlebih dalam dunia pendidikan. Kegiatan pembelajaran terpaksa harus dilakukan dengan jarak jauh yang menimbulkan masalah besar. Pembelajaran jarak jauh seakan menghilangkan atmosfer dan ruhnya pendidikan, serta mengancam pada budaya literasi. Privilese yang tidak semua orang miliki untuk mengakses media pembelajaran secara digital, ditakutkan dapat melunturkan budaya literasi para generasi muda.
Berdasarkan perolehan peringkat dalam evaluasi PISA (Programme for International Student Assessment), Indonesia selama empat tahun terakhir mengalami penurunan dalam semua bidang yang diujikan (membaca, matematika dan sains). Laporan PISA di akhir tahun 2019 menyebutkan, Indonesia berada di peringkat 72 dari 77 negara untuk skor membaca, 72 dari 78 negara untuk skor matematika dan 70 dari 78 negara untuk skor sains. Hal ini tentu menjadi PR dan tanggung jawab kita bersama,
ADVERTISEMENT
Melihat situasi dan kondisi tersebut, Universitas Pendidikan Indonesia turut berkontribusi dalam program peningkatan indeks literasi nasional melalui program literasi pada kegiatan KKN (Kuliah Kerja Nyata) Tematik 2021 gelombang 2. Program ini diimplementasikan dalam bentuk pendampingan para mahasiswa ke lingkungan sekolah, keluarga dan masyarakat. Kegiatan ini dilaksanakan selama satu bulan terhitung dari tanggal 26 Agustus – 26 September 2021.
Saya, Novie Herdyanti Putri yang merupakan salah satu mahasiswa peserta KKN Tematik gelombang 2, melaksanakan program literasi baca tulis, sains dan numerasi di SD Negeri 1 Curug Agung, Padalarang, Kab. Bandung Barat. Sekolah ini dipilih, karena berdekatan dengan tempat saya tinggal.
Kontribusi UPI Melalui Program Literasi pada KKN Tematik 2021 (190660)
searchPerbesar
Pengajuan kerja sama untuk melaksanakan KKN Tematik di SDN 1 Curug Agung (26/08)
Berdasarkan penemuan pada awal pendampingan, kegiatan pembelajaran hanya sebatas pada pemberian soal yang dikirim oleh guru melalui pesan WhatsApp. Bukan tanpa alasan, hal ini karena adanya ketidakmerataan kecakapan akan pemanfaatan media pembelajaran digital yang dimiliki para siswa serta orang tua sebagai pendamping. Terlebih, guru yang saya dampingi pun mengalami keterbatasan dalam memanfaatkan media pembelajaran digital yang ada.
ADVERTISEMENT
Kegiatan pembelajaran yang hanya sekadar pemberian tugas melalui pesan Whatsapp tentu membuat siswa kebingungan dengan materi yang belum pernah dijelaskan. Sehingga, para siswa dan orang tua memilih untuk menemukan jawaban soal melalui pencarian google secara instan. Hal tersebut tentu berdampak pada kurangnya literasi yang dilakukan siswa dan tidak adanya pemahaman tentang materi pembelajaran.
Mengatasi permasalahan tersebut, akan sulit melakukan kegiatan pembelajaran melalui tatap muka virtual (Zoom Meeting, Google Meet) karena keterbatasan kecakapan para orang tua dan siswa. Sehingga, saya memilih untuk membuat video pembelajaran untuk menjelaskan materi yang kemudian pemberian soal untuk mengukur pemahaman siswa pada video pembelajaran yang dibuat.
Kontribusi UPI Melalui Program Literasi pada KKN Tematik 2021 (190661)
searchPerbesar
Salah satu video pembelajaran yang dibuat tentang alat dan sistem pernapasan pada hewan (31/08)
Video tersebut semaksimal mungkin dibuat secara menarik sehingga diharapkan dapat meningkatkan motivasi siswa untuk melakukan kegiatan literasi baca tulis, numerasi dan sains. Pendampingan juga dilakukan kepada para orang tua untuk mendukung proses pembelajaran terkait literasi pada siswa dengan melakukan diskusi serta pemberian aspirasi terkait kegiatan pembelajaran,
ADVERTISEMENT
Privilese yang tidak semua orang miliki untuk mengakses media pembelajaran secara digital tentu menjadi poin utama yang harus diperhatikan oleh para pendidik. Seorang pendidik tentu harus peka pada situasi dan kondisi para peserta didiknya untuk memilih media pembelajaran yang tepat. Kreativitas para pendidik pun sangat diperlukan untuk meningkatkan motivasi belajar peserta didik, sehingga tumbuh menjadi insan yang berprestasi. Dengan begitu, maka cita-cita bangsa dalam menciptakan generasi emas pada tahun 2045 akan terwujud.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020