kumparan
26 Maret 2020 9:18

COVID-19 sebagai Pengoreksi Hidup Manusia

 Ilustrasi virus corona
Ilustrasi virus corona Foto: Dok. Watiek Ideo dan Luluk Nailufar
Saya percaya bahwa setiap peristiwa apa pun di atas bumi ini adalah kehendak dan seizin Allah termasuk Covid-19 ini, sebagai berikut:
ADVERTISEMENT
  • Kita sadar bahwa kita semua sama di mata Tuhan dan sama di mata Covid-19.
  • Kita sadar bahwa kita semua terkoneksi satu sama lain dan terkoneksi lewat Covid-19.
  • Kita jadi sadar sesadar-sadarnya bahwa kesehatan adalah harta terbesar bukan uang.
  • Kita sadar untuk menimbun kebaikan dengan melindungi orang tua/lansia dan yang sakit bukan menimbun makanan dan masker.
  • Kita jadi sadar untuk peduli dengan orang sekeliling dan punya hati untuk menolong ibu pertiwi dan bukan tega mencari keuntungan di atas penderitaan orang lain.
  • Kita sadar betapa sibuknya kita selama ini sehingga tidak mengenal anak-anak dan pasangan kita, saatnya untuk benar-benar pulang ke rumah.
  • Kita disadarkan betapa bukan pekerjaan yang paling penting dalam hidup ini, tapi orang-orang tersayang dalam hidup yang begitu singkat ini.
  • Kita disadarkan bahwa keegoisan, kesombongan dengan menganggap diri hebat selama ini, tapi virus sebesar 150 nano menunjukkan betapa lemahnya diri kita. Saatnya melihat karakter asli manusia yang sebenarnya, setiap orang punya kebebasan memilih untuk bersatu, memberi, menolong, dan mendukung atauuu... tamak, rakus, tidak peduli, dan egois! That's your true colors!
  • Kita bisa memilih untuk panik atau sabar. Sabar untuk mengerti bahwa pandemi seperti ini sudah sering terjadi dalam sejarah dan pasti akan berlalu atau menjadi panik seakan-akan dunia akan kiamat yang merusak kesehatan mental dan fisik kita dan orang-orang sekitar kita.
  • Kita bisa melihat pandemi sebagai jalan buntu atau justru satu kehidupan baru untuk memulai hidup yang tertib dan sehat.
ADVERTISEMENT
Dan terakhir, saya melihat pandemi ini sebagai cambuk bagi planet bumi dan setiap manusia di dalamnya untuk mengoreksi hidup yang tidak bertanggungjawab menjadi hidup yang teratur dan tertib!
Yuk dengan empati dan hati, kita berbuat kebaikan sekecil apa pun untuk menolong bangsa ini.
Tulisan ini adalah kiriman dari user, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan