Peran Industri Kosmetik Halal Indonesia di Tengah Pandemi COVID-19

Mahasiswi Ilmu Ekonomi Syariah IPB University
Konten dari Pengguna
7 Maret 2022 14:21
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Tulisan dari Nur Azhizhah Zhulkarnain tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Peran Industri Kosmetik Halal Indonesia di Tengah Pandemi COVID-19 (34256)
zoom-in-whitePerbesar
Sumber foto: Nur Azhizhah Zhulkarnain
ADVERTISEMENT
Populasi Muslim di Indonesia
Mayoritas penduduk di Indonesia adalah Islam dan terbanyak di dunia. Berdasarkan data World Population Review, pada tahun 2022 jumlah penduduk Indonesia sebesar 279,13 juta jiwa dengan populasi muslim sebesar 229 juta jiwa. Dengan populasi muslim terbesar, tentunya menjadi peluang besar bagi Indonesia dalam pengembangan industri halal di dunia. Industri halal sangat berperan dalam meningkatkan perekonomian karena telah menyumbang PDB sebesar 3,8 miliar setiap tahunnya sehingga berpotensi untuk memenuhi permintaan produk halal dari pasar domestik maupun global. Namun, pada tahun 2021 Indonesia menempati peringkat ke-5 sebagai produsen halal dunia dan menempati peringkat pertama dalam pasar konsumen produk halal dunia.
ADVERTISEMENT
Indonesia mempertahankan posisi ke-4 dalam GIEI (Global Islamic Economy Indicator) di semua sektor halal. Berdasarkan Indonesia Halal Markets Report, ekspor produk halal sebesar $8,5 miliar, Indonesia berada di posisi ke-10 sebagai pengekspor terbesar secara global dan berada di posisi ke-2 sebagai pengekspor terbesar di antara negara-negara OKI.
Pada tahun 2019, industri halal sektor makanan dan minuman memberikan kontribusi yang besar terhadap ekspor. Selain itu, fashion muslim, media dan rekreasi, farmasi, kosmetik, keuangan syariah, serta pariwisata halal juga memberikan kontribusi terhadap industri halal di Indonesia.
Berdasarkan data dari Indonesia Halal Markets Report tahun 2020, Indonesia menempati peringkat ke-20 ekspor sektor kosmetik halal dan peringkat ke-4 impor kosmetik halal, serta Indonesia menempati peringkat ke-2 dalam Top 5 Cosmetics Muslim Consumer Spend Markets 2020 sebesar $4,19 miliar. Pada tahun 2020, sebanyak 26.197 produk kosmetik sudah tersertifikasi halal di 214 perusahaan. Artinya, Indonesia berpotensi menguasai pasar kosmetik karena ada potensi permintaan produk kosmetik halal baik lokal maupun internasional.
ADVERTISEMENT
Salah satu perusahaan kosmetik halal dan terbesar di Indonesia adalah Paragon Technology and Innovation dengan merek populernya, yaitu Wardah, Kahf, Make Over, dan Emina. Dengan total pendapatan sebesar $214 juta dan semua produknya sudah tersertifikasi halal oleh Majelis Ulama, Indonesia. Produk Wardah diekspor ke Malaysia pada Oktober 2020 senilai $1,6 juta (Rp 22,9 miliar). Selain itu, ada banyak produk yang berkualitas selain produk di atas, yaitu Pixy, Somethinc, Whitelab, Avoskin, Lacoco, dan Everwhite yang ternyata produk tersebut adalah produk lokal yang mampu memikat konsumen Indonesia untuk mengonsumsi produk lokal. Terbukti inovasi produk lokal makin lama, makin berkembang tidak hanya di Indonesia, tetapi juga di luar negeri.
Akibat Pandemi COVID-19 Terhadap Konsumsi Kosmetik
ADVERTISEMENT
Di tengah kondisi pandemi COVID-19, membuat kita beradaptasi dengan kebiasaan baru, seperti menggeser kebiasaan belanja offline menjadi online. Berdasarkan data dari Databoks, Industri Kosmetik Tumbuh 5,59 persen pada Agustus 2021. Hal itu juga termasuk dampak dari kebijakan yang diterapkan oleh pemerintah, seperti PSBB dan PPKM. Ternyata hal tersebut mampu mengubah kebiasaan masyarakat atau pola konsumtif masyarakat.
Sepanjang Januari hingga Agustus 2020, ekspor produk kosmetik Indonesia mencapai US$ 135,67 juta. Belanja konsumen Muslim untuk kosmetik di Indonesia tertinggi ke-2 secara global pada tahun 2020. Hal tersebut membuktikan bahwa pandemi COVID-19 bukanlah penghalang konsumen untuk membeli kosmetik.
Pengaruh Ekspor dan Impor Terhadap GDP
Dampak peluang ekspor non-OKI sektor kosmetik terhadap GDP Indonesia sebesar $0,20 miliar dan dampak impornya sebesar $0,90 miliar terhadap GDP Indonesia. Hal tersebut menunjukkan bahwa ekspor dan impor sektor kosmetik menyumbang peran terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia.
ADVERTISEMENT
Dengan demikian, sektor industri halal memberikan peluang bagi Indonesia untuk menjadi produsen terbesar di dunia karena memiliki populasi penduduk muslim yang tinggi. Diharapkan pengembangan industri halal, khususnya sektor kosmetik dapat memberikan peran besar terhadap pertumbuhan perekonomian di Indonesia.