• 1

Alasan Dugaan Omen Bisa Direkrut Teroris di Lapas Cipinang

Alasan Dugaan Omen Bisa Direkrut Teroris di Lapas Cipinang



Polisi buru teroris HL

Polisi berburu teroros (Foto: Reuters)
Kapolri Jenderal Tito Karnavian menyebut, Omen, teroris yang tewas ditembak Densus 88 di Babakan, Tangerang Selatan direkrut di Lapas Cipinang. Omen merupakan eks narapidana kasus pembunuhan.
Bagaimana Lapas yang semestinya menjadi pembinaaan malah menjadi ajang perekrutan?
Kasubbag Humas Ditjen Pemasyarakatan Kemenkum HAM, Akbar Hadi Prabowo, mengatakan di Lapas Cipinang sebetulnya ada pemisahan antara napi terorisme dengan kasus lainnya. Namun mereka masih berada di dalam satu gedung dan masih dapat beraktivitas bersama-sama.
"Mereka bisa bertemu kalau salat berjamah atau kegiatan lainnya. Karena satu LP, kemungkinan bertemunya besar," kata Akbar saat dikonfirmasi, Rabu (21/12).
Pemisahan khusus hanya dilakukan untuk napi militan atau yang memiliki ideologi kuat. Mereka ditempatkan di satu ruangan khusus.
"Apalagi kalau dari awal sudah ada informasi, kita pisahkan. Tapi kalau kategori follower itu ya tetap (ditempatkan di sel yang sama)," terangnya.
Pihak Lapas memberikan pola pembinaan kepribadian untuk seluruh napi, termasuk napi teroris yang masih kategori pengikut. Lapas juga bekerjasama dengan BNPT dan Kemenag untuk memberikan pembinaan bagi para napi.
Untuk menghindari terulangnya kejadian serupa, Akbar berharap ke depannnya ada sel khusus bagi napi kelas berat atau high risk. Saat ini Lapas yang menerapkan sistem tersebut baru Lapas Nusa Kambangan dan Lapas Gunung Sindur.




NewsTerorisBom Tangsel

500

Baca Lainnya