Pencarian populer
Awal Terbongkarnya Kebohongan Dwi Hartanto Sebagai Ilmuwan
Dwi Hartanto (Foto: Dwi Hartanto)
Mahasiswa Indonesia program doktor di TU Delft Belanda, Dwi Hartanto, sudah meminta maaf atas klaimnya sebagai ahli kedirgantaraan dan sederet prestasinya yang ternyata palsu. Kebohongan Dwi terbongkar setelah alumni TU Delft di Indonesia menyelidiki latar belakangnya.
Penyelidikan tentang kebohongan Dwi, bermula saat dia diundang sebagai pembicara di salah satu konferensi tentang kedirgantaraan di Indonesia. Kala itu, alumni TU Delft di Indonesia menyelidiki background Dwi, namun tak menemukannya.
"Alumni yang awalnya nyelidiki ini adalah dosen di Indonesia, dulunya TU Delft juga, bidang aerospace engineering. Dia merasa ada yang aneh dengan Mas Dwi, lalu dicek backgroundnya. Agak dalam juga tuh ngeceknya," kata salah seorang mahasiswa TU Delft saat dihubungi kumparan (kumparan.com), Minggu (8/10).
Mereka juga menanyakan ke European Space Agency (ESA), karena Dwi mengaku bekerja di sana. Namun ternyata setelah dikroscek, tidak ada nama Dwi Hartanto di ESA.
Dia tak tahu sejak kapan Dwi Hartanto berbohong. Namun menurutnya penyelidikan kasus Dwi sudah berlangsung cukup lama.
"Awal mula kecurigaan alumni itu sudah lama. Mungkin sudah setahunan," katanya.
Akhirnya, Dwi diinterogasi oleh PPI Delft, PPI Belanda, dan KBRI Den Haag, dan dia mengakui kesalahannya. Dwi yang menyelesaikan pendidikan S1 nya di Akprind Yogyakarta itu juga telah menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada publik.
"Selama ini kami enggak tahu kalau ternyata Mas Dwi berbohong," ujar teman Dwi yang enggan disebutkan namanya ini.
Dwi mengaku khilaf --tidak mengkoreksi, verifikasi, dan klarifikasi. Bahkan latar belakang pendidikan Dwi yang sebelumnya digembar-gemborkan bersinggungan dengan satelit, dibantahkan lewat pernyataannya.
Saya mengucapkan permohonan maaf sebesar-besarnya pada semua pihak yang telah dirugikan atas tersebarnya informasi-informasi yang tidak benar terkait dengan pribadi, kompetensi, dan prestasi saya.
Saya mengakui dengan jujur, kesalahan/kekhilafan dan ketidakdewasaan saya, yang berakibat pada terjadinya framing, distorsi informasi, atau manipulasi fakta yang sesungguhnya secara luas yang melebih-lebihkan kompetensi dan prestasi saya.
Saya sangat berharap bisa berkenan untuk dibukakan pintu maaf yang sebesar-besarnya.
Untuk itu saya berjanji:
1. Tidak akan mengulangi kesalahan/perbuatan tidak terpuji ini lagi,
2. Akan tetap berkarya dan berkiprah dalam bidang kompetensi saya yang sesungguhnya dalam sistem komputasi dengan integritas tinggi,
3. Akan menolak untuk memenuhi pemberitaan dan undangan berbicara resmi yang di luar kompetensi saya sendiri, utamanya apabila saya dianggap seorang ahli satellite technology and rocket development, dan otak di balik pesawat tempur generasi keenam.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2018 © PT Dynamo Media Network
Version: web: