kumparan
News11 November 2017 18:06

Melihat Lenggok Penari Gandrung di Banyuwangi Ethno Carnival

Konten Redaksi kumparan
Banyuwangi Ethno Carnival 2017
Parade Busana 160 kostum budaya BEC 2017 (Foto: Andam Annisa/kumparan)
Dalam acara BEC 2017, selain menampilkan 160 kostum budaya Banyuwangi, juga terdapat aksi Tari Gandrung. Para penari gandrung ikut memeriahkan acara Banyuwangi Ethno Carnival di Taman Blambangan, Banyuwangi, Sabtu (11/11). Sekitar puluhan penari dengan gemulainya, tangan-tangan mereka menari seirama dengan alunan musik khas Banyuwangi.
ADVERTISEMENT
Menjadi kesenian tertua yang berasal dari Banyuwangi, Tari Gandrung dijadikan simbol masyarakat Banyuwangi sebagai perwujudan rasa syukur setiap selesai panen.
Banyuwangi Ethno Carnival 2017
Parade Busana 160 kostum budaya BEC 2017 (Foto: Andam Annisa/kumparan)
Sebelumnya, Tari Gandrung juga dipertunjukkan dan menjadi ikon Festival Gandrung Sewu yang diselenggarakan pada Minggu (8/10) lalu. Tarian yang populer di Banyuwangi ini memang sering ditampilkan dalam berbagai macam acara seperti upacara, pernikahan, tujuh belasan, dan lain-lain.
Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan, Pemerintah Kabupaten Banyuwangi terus mendorong hal positif untuk mengembangkan kesenian budaya Banyuwangi dan tentunya pariwisata.
"Seni budaya kita yang sangat kaya adalah modal untuk membangun daerah, menjadi pilar bagi terwujudnya masyarakat yang berkepribadian, punya etos untuk menyiapkan masa depan yang lebih baik,” kata Anas.
Anas menambahkan, BEC adalah sarana bagi seniman dan budayawan Banyuwangi untuk menyajikan karya terbaiknya yang alhamdulillah selama ini terus mendapat apresiaasi positif dari para pengunjung dan wisatawan.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan