• 2

Pembajak Pesawat Libya Ingin Promosikan Partai Baru

Pembajak Pesawat Libya Ingin Promosikan Partai Baru


Pembajakan pesawat Afriqian Libya berakhir damai. Para pembajak menyerahkan diri tanpa melukai satu pun penumpang.
Dilansir Reuters, Sabtu (24/12), stasiun televisi setempat melaporkan telah berbicara kepada pembajak bernama Moussa Saha. Dia mengaku sebagai pimpinan partai pro Khaddafi, Al-Fateh Al-Jadid, atau The New Al-Fateh.
Al-Fateh adalah sebutan Khaddafi untuk bulan September, bulan di mana dia melakukan kudeta pada tahun 1969. Saat itu disimbolkan sebagai waktu datangnya kekuasaan bagi Khaddafi.

Pembajak Pesawat Afriqiyah Airlines

Salah satu pembajak pesawat Afriqiyah Airlines di Malta (Foto: Darrin Zammit-Lupi/Reuters)

Stasiun televisi tersebut kemudian mencuit dalam akun twitternya yang berisi kutipan dari pembajak, "Kami mengambil langkah ini untuk menyatakan dan mempromosikan partai baru kami."
Sementara itu, semua penumpang yang berada di dalam pesawat sudah dibebaskan. Mereka dikeluarkan dari pesawat secara bertahap dengan pemeriksaan ketat.
Pesawat jenis Airbus A320 ini sebelumnya dipaksa mendarat ke Malta, yang berjarak sekitar 500 km arah utara dari pantai Libya. Pembajak mengaku membawa granat dan siap meledakkannya di dalam pesawat jika keinginannya tak dipenuhi.
Pesawat ini sedianya hendak menempuh rute penerbangan dari Sebha, Libya Barat Daya ke Tripoli. Namun sekitar pukul 11.32 waktu Malta, pesawat dibajak dan dipaksa mendarat di bandara Malta.

NewsInternasionalPembajakan Pesawat

500

Baca Lainnya