kumparan
search-gray
News11 November 2017 14:37

Puan Maharani dan Arief Yahya Mejeng di Banyuwangi Ethno Carnival

Konten Redaksi kumparan
Puan dan Arif Yahya di Ethno Carnival 2017
Puan dan Arif Yahya di Ethno Carnival 2017 (Foto: Andam Annisa/kumparan)
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani dan Menteri Pariwisata Arief Yahya menghadiri acara Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) 2017.
ADVERTISEMENT
Puan dan Arief tiba di Taman Blambangan sekitar pukul 13.30 WIB, setelah berjalan kaki dari Pendopo Banyuwangi dengan didampingi oleh Bupati Banyuwangi Azwar Anas. Rombongan disambut sejumlah pejabat Forpimda Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi di lokasi acara.
Arif Yahya, Puan Maharani, Abdullah Azwar Anas
Arif Yahya, Puan Maharani, Abdullah Azwar Anas (Foto: Sari Kusumadewi/kumparan)
Dua menteri Kabinet Kerja Jokowi-JK itu langsung diminta untuk memberikan santunan dan rantang kasih kepada 5 anak yatim-piatu.
Bupati Banyuwangi Azwar Anas menyampaikan event BEC adalah kegiatan yang tidak melibatkan Event Organizer. Sebaliknya event tahunan itu merupakan hasil kerja keras seluruh masyarakat dan Pemda Banyuwangi.
"Kami ingin sampaikan event yang digelar Banyuwangi ada 72 dan hampir sebagian besar kegiatan yang kami laksanakan tidak melibatkan EO tapi dilakukan Pemda dan rakyat," tuturnya.
Anas, Puan, dan Arif di Ethno Carnival 2017
Anas, Puan, dan Arif di Ethno Carnival 2017 (Foto: Andam Annisa/kumparan)
Sementara itu Kepala Humas dan Protokol Djuang Pribadi menyampaikan bahwa nantinya seluruh undangan dan masyarakat bakal melihat parade busana megah BEC yang menyajikan 160 karya busana. Busana-busana tersebut akan dibawakan oleh putra-putri daerah, mulai dari anak-anak hingga remaja.
ADVERTISEMENT
"Ini tentunya apresiasi bagi para peserta BEC. Akan menambah kebanggaan mereka bisa tampil di hadapan para pejabat negara dan masyarakat," kata Djuang di Banyuwangi, Sabtu (11/11)
Parade busana kolosal yang telah digelar sejak 2011 lalu, konsisten mengeksplorasi kebudayaan lokal seperti Tari Gandrung, ritual Kebo-keboan, tradisi pernikahan masyarakat Suku Using, hingga seni Barong Kemiren. Tahun ini tema yang diangkat adalah keagungan Gunung Ijen, Majestic Ijen.
Azwar dan Puan di Ethno Carnival 2017
Azwar dan Puan di Ethno Carnival 2017 (Foto: Andam Annisa/kumparan)
Para talent BEC akan membawakan busana dalam tiga tema yang berbeda, yaitu api biru (blue fire), belerang, dan landscape. Tema api biru mewakili fenomena blue fire yang dimiliki oleh Gunung Ijen. Blue fire selama ini menarik perhatian ratusan ribu wisatawan yang datang ke Gunung Ijen setiap tahunnya.
ADVERTISEMENT
”Pada tema Api Biru ini, desain kostum akan didominasi warna biru tentu saja dengan hiasan ornamen yang menggambarkan nyala api berwarna biru,” tutur Djuang.
Selanjutnya tema belerang, menggambarkan Ijen yang memproduksi gas sulfur sebagai pembentuk belerang. Sementara tema landscape mewakili pesona Ijen lainnya berupa lereng perbukitan maupun tumbuh-tumbuhan yang ada di sekitar pegunungan tersebut. Warna busana yang ditampilkan pun akan lebih berwarna.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
sosmed-whatsapp-white
sosmed-facebook-white
sosmed-twitter-white
sosmed-line-white