kumparan
25 Okt 2017 8:06 WIB

Saksi WNI Sebut Sopir Bus yang Kecelakaan di Penang, Malaysia, Ngebut

Ilustrasi kecelakaan. (Foto: Pixabay)
Bus yang ditumpangi para pekerja pabrik Sony kecelakaan di Penang, Malaysia, Selasa (24/10). 8 Penumpang tewas dan 33 lainnya luka-luka akibat kecelakaan itu. 7 Dari 8 penumpang tewas adalah WNI.
ADVERTISEMENT
Salah seorang WNI yang menjadi korban luka, Rafizah (22), menuturkan, bus tersebut mengantar para karyawan dari asrama karyawan di Simpang Ampat, Sungai Bakap, menuju pabrik Sony di Perai. Tepat di KM 147 sebelah utara jalan tol Utara-Selatan dekat plaza tol Juru, Penang, bus ini mengalami kecelakaan maut.
Rafizah menyebut, sopir melajukan bus tersebut dengan kecepatan tinggi hingga bagian belakang bus mengeluarkan asap. Penumpang sudah mengingatkan, namun sopir tak mengindahkan.
"Selama perjalanan, bus digerakkan dengan cepat. Beberapa penumpang melihat asap keluar dari mesin, dan kami memberitahu sopir bus, namun bus terus melaju," ujar Rafizah, dikutip dari themalayonline.com, Rabu (25/10).
"Asapnya bertambah tebal, dan ada api yang keluar dari mesin, jadi saya berteriak pada sopirnya dan dia berhenti di sisi kiri jalan sebelum bus kami dipukul dari belakang," imbuh wanita yang telah bekerja selama setahun di Malaysia itu.
ADVERTISEMENT
Menurut Rafizah, saat itu suasana tidak terkendali. Bus terdorong ke tengah jalan dan para penumpang terlempar ke luar. Mereka menjerit ketakutan.
"Saya sedang duduk di tengah bus dan terlempar ke depan tapi saya beruntung tidak terlempar keluar. Kalau tidak saya juga pasti sudah mati," kata pekerja yang menderita luka di wajah dan tubuhnya ini.
Sementara itu, Nor Shakirah Ishak, seorang korban di atas bus pabrik lain, mengatakan bahwa dia tertidur saat tiba-tiba mendengar suara keras. Sopir bus kemudian menyuruh mereka turun lewat pintu belakang.
Karyawan Plexus Manufacturing Sdn Bhd ini mengatakan busnya melaju dari Parit Buntar ke tempat kerja mereka. Tiba-tiba bus tersebut menabrak bus lain yang membawa pegawai Sony di depan mereka.
ADVERTISEMENT
"Bus kami tidak berjalan begitu cepat. Mungkin bus di depan tidak menyalakan lampu, jadi sopir bus kami tak sadar akan keberadaannya di sana," kata pria berusia 40 tahun yang mengalami luka ringan di wajah dan kakinya.
Dia meratapi kematian teman dekatnya, Noriah Kasa, (40), yang tewas dalam insiden tersebut.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan