• 0

Wawancara Aiptu Sutisna: Soal Dora, Naik Haji, dan Tasbih Pak Dubes

Wawancara Aiptu Sutisna: Soal Dora, Naik Haji, dan Tasbih Pak Dubes



Kondisi arus lalu lintas dari jembatan halte transjakarta Semanggi

Kondisi arus lalu lintas jalan Gatot Subroto dari jembatan halte transjakarta Semanggi (Foto: Aditia Noviansyah)

Kesabaran Aiptu Sutisna menghadapi pengemudi mobil Dora Natalia di jalur bus TransJakarta Jatinegara, Jakarta Timur berbuah hikmah. Dia mendapat berbagai apresiasi dan hadiah dari banyak pihak, salah satunya ibadah haji dari Kerajaan Arab Saudi.
Bagaimana cerita lengkapnya? Simak wawancara dengan Aiptu Sutisna berikut:

Bagaimana rasanya dapat hadiah naik haji dari Kerajaan Arab Saudi?
Alhamdulillah senang banget. Haji kan impian setiap orang muslim. Biasanya harus menunggu lama dan biayanya mahal, alhamdulillah saya malah dapat undangan khusus untuk haji tahun 2017. Alhamdulillah berkat kesabaran saya, bukan hanya Indonesia tapi negara luar juga menghargai saya.

Bagaimana awalnya bisa dapat hadiah itu?
Saya ditelepon staffnya Dubes Arab Saudi, namanya Pak Anwar, disuruh datang ke Kedubes Arab. Saya pikir disuruh ngapain, ternyata saya ditungu di ruangan Pak Dubes. Terus saya masuk ke ruangan, duduk di bangku yang sampingnya ada bendera Indonesia. Saya enggak bisa Bahasa Arab, jadi bicara pakai Bahasa Indonesia kemudian ditranslate oleh Pak Anwar ke Bahasa Arab.
Beliau (Dubes Arab) langsung membahas kejadian itu (Aiptu Sutisna dicakar pegawai MA bernama Dora) yang dia lihat dari YouTube. Dia menanyakan kok bisa sesabar itu. Kemudian saya bilang, mungkin itu memang kebiasaan saya. Di rumah saya enggak marah-marah, karena enggak ada gunanya. Malah jadi berantem sama istri. Biasanya kalau istri saya marah-marah, saya dengerin saja sampai dia puas. Kalau udah selesai marah, saya keluar. Nanti balik lagi sudah enggak marah-marah lagi. Jadi enggak berlarut-larut.

Kembali ke apresiasi Dubes Arab?
Mendengar jawaban saya, beliau memberikan bonus yang luar biasa kepada saya, nanti bisa haji tahun 2017 sama istri. Saya kaget sekaligus senang banget. Saya langsung dibikinin jaminan yang bentuknya seperti piagam. Dia bilang, 'Saya sudah janji sama Bapak, tapi kalau lisan saja tidak ada bukti. Takutnya saya tidak ada umur panjang dan enggak bisa memenuhih janji saya. Maka piagam ini sebagai jaminannya,'.
Kemudian saya keluar dari ruangan Pak Dubes. Pas saya lagi ngobrol sama Pak Anwar, tahunya dipanggil lagi aja sama Pak Dubes. Katanya, 'Saya masih kurang beri penghargaan,". Dia kemudian memberikan tasbih sambil berkata "Tasbih kesayangan saya ini saya berikan ke bapak, dipakai ya saat haji nanti,". Itu tasbihnya terbuat dari gading gajah dilapisi emas. Sekarang saya simpan, nanti dipakainya pas haji.

Bapak dapat penghargaan dari Kapolda Metro Jaya juga atas sikap sabar waktu menghadapi Dora. Bagaimana rasanya. Pernah terbayang sebelumnya?
Mimpi juga enggak. Alhamdulillah, saya terima kasih dan senang banget. Saya menanggapi kejadian ini seperti biasa. Saya pikir enggak akan se-booming ini. Ternyata yang memberi apresiasi luar biasa. Dari Dirlantas, saya juga dapat hadiah umroh tanggal 18 Januari bersama istri. Ada juga hadiah dari salah satu habib. Alhamdulillah, ini anugerah bagi saya.

Lalu bagaimana sikap Bapak dengan Ibu Dora. Masih ada perasaan yang mengganjal atau sudah benar-benar menaafkan?
Ibu dora secara pribadi kemarin datang ke kantor kami di gedung biru Ditlantas Polda Metro. Secara pribadi dia minta maaf ke saya, dan saya pun sudah memaafkan. Dari awal kejadian, saat saya berikan kunci ke Ibu Dora, saya sudah maafkan. Mungkin beliau sedang ada masalah. Kebetulan ada itikad baik beliau datang ke kantor kami dan mohon maaf kepada saya dan Pak Direktur. Waktu itu saya ditemani atasan-atasan saya, bahkan sampai Pak Dir (Dirlantas Polda Metro Jaya) dan Pak Wadir (Wadirlantas Polda Metro Jaya).

Kasus hukumnya Dora bagaimana?
Itu kewenangan penyidik. Sekarang masih disidik, masih jalan, kita lihat saja nanti.

Boleh diceritakan lagi kejadian waktu itu?
Saya tugasnya mengamankan jalur TransJakarta supaya steril. Jadi saya berdiri di jalur Transjakarta. Ibu Dora tidak melanggar karena beliau berada di jalur yang benar, di jalur cepat. Saya juga enggak tahu kenapa, mungkin dia ada masalah, tiba-tiba maki-maki saya. Dia sampai turun dari mobil dan maki-maki saya. Waktu kunci mobilnya saya ambil, dia semakin marah. Ya seperti yang di YouTube.

Sejak kapan bertugas di Satlantas?
Tahun 2005.

Sebelumnya di mana?
Di lantas juga tapi di Polsek Penjaringan. Sekarang di Ditlantas Polda Metro Jaya, bagian Satpatwal.

Aiptu Sutisna kemudian pamit mengakhiri perbincangan. Dia hendak berangkat ke Polda Metro Jaya karena dipanggil atasannya.

NewsPolisiMegapolitanLalu Lintas

500

Baca Lainnya