• 9

12 Tahun Tsunami: Aceh Dulu dan Sekarang

12 Tahun Tsunami: Aceh Dulu dan Sekarang



Tsunami Aceh (Tidak untuk Cover)

Kondisi Banda Aceh pasca tsunami 2004 (atas). Perubahan terlihat jelas di tahun 2014 (bawah). (Foto: Getty Image)
Tsunami Aceh 12 tahun silam akan selalu membekas. Tapi bangkit segera dari kesedihan adalah pilihan terbaik bagi korban selamat.
Tanggal 26 Desember 2004 pagi, Aceh adalah negeri hijau nan makmur. Tapi begitu guncangan 9,3 SR datang menjelang pukul 08.00 WIB, pemandangan indah itu porak-poranda. 85 Persen bagian barat Sumatera hancur.
Pada 27 Desember 2004, PBB menyatakan bahwa musibah tsunami yang mengenai 8 negara Asia dan Afrika -- paling parah Indonesia -- adalah bencana kemanusiaan terburuk yang pernah terjadi. Operasi penyelamatan besar-besaran pun dilakukan di Aceh dan Sumut yang paling terdampak.

Kita tidak sewajarnya larut dalam kesedihan dan sekarang tsunami sudah 12 tahun berlalu, Aceh pun banyak bangkit pasca-musibah tsunami.

- Heri, warga Sabang


Pelan tapi pasti, Aceh kemudian bangkit dari keterpurukan. Pada tahun 2014, atau 10 tahun setelah tsunami, Aceh tampak kembali ke wajah semula yang menawan. Rumah-rumah berstruktur baru berdiri rapi. Pemandangan dari angkasa di lokasi yang dulunya terdampak bencana — sebagaimana yang diabadikan Getty Images — tidak lagi kelabu.

Tsunami Aceh (Tidak untuk cover)

Lampuuk, Aceh usai diterjang tsunami 2004 (atas). Kondisi Lampuuk 10 tahun pasca tsunami (bawah). (Foto: Getty Images)

Ada berkah di balik musibah. Kini, puing-puing sisa gempa tektonik dan tsunami, menjadi objek wisata unggulan Aceh.
Ketua Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Banda Aceh yang juga korban tsunami Siti Jihadun Nufus kepada Antara mengakui, banyak pelaku usaha traveler menjual paket wisata di Banda Aceh berkunjung ke objek wisata sisa tsunami.

peringatan 12 tahun tsunami Aceh

Pameran lukisan di Museum Tsunami Aceh (Foto: Irwansyah Putra/Antara)

"Setiap paket wisata yang dijual pasti dalam itinerary-nya ada kunjungan ke situs tsunami, seperti Kapal PLTD Apung (Punge Blang Cut), Kapal di Atas Rumah (Lampulo) serta kunjungan ke Museum Tsunami," kata perempuan yang akrab disapa Jihan ini.
Jihan sering memandu sejumlah wisatawan lokal maupun asing yang berwisata ke Aceh ke objek-objek wisata tersebut.
"Ketika saya pandu para wisatawan mancanegara yang menumpang Kapal Pesiar MS Silver Discovery waktu itu ada yang sampai meneteskan air mata mendegar cerita musibah tsunami yang melanda Aceh," kata Jihan, yang saat kejadian itu masih berusia 12 tahun.

Peringatan 12 tahun tsunami Aceh

Kuburan massal di Siron, Aceh Besar (Foto: Irwansyah Putra/Antara)

Aceh kini telah kembali menjadi yang penuh semangat. "Kita tidak sewajarnya larut dalam kesedihan dan sekarang tsunami sudah 12 tahun berlalu, Aceh pun banyak bangkit pasca-musibah tsunami ," kata seorang warga Kota Sabang, Heri, yang mengikuti doa bersama peringatan 12 tahun tsunami di Pantai Paradiso.

TsunamiNewsTsunami AcehAcehDuka Aceh di Desember

500

Baca Lainnya