Pencarian populer

Cerita Panji dan Perjuangan Menuju Memory of The World UNESCO

Cerita Panji dalam pertunjukan wayang geber (Foto: ANTARA FOTO/Prasetia Fauzani)

Apakah kamu ingat cerita rakyat yang mungkin menjadi dongeng pengantar tidurmu seperti Keong Emas — yang menginspirasi pembangunan Keong Emas IMAX Theatre di Taman Mini Indonesia Indah — yang menceritakan seorang putri yang keluar dari seekor keong?

Atau cerita Ande-ande Lumut? Atau Golek Kencana?

Atau tokoh-tokoh populer seperti: Raden Inu Kertapati alias Panji Asmarabangun? Dewi Sekartaji alias Galuh Candrakirana? Atau Panji Semirang alias Kuda Narawangsa?

Hmm...semoga ada bagian yang kamu ingat.

Nama-nama di atas adalah bagian dari cerita rakyat Jawa terkenal yang kemudian disebut Cerita Panji.

Loading Instagram...

Mengutip Wikipedia, Cerita Panji ialah sebuah kumpulan cerita yang berasal dari Jawa periode klasik, tepatnya dari era Kerajaan Kadiri. Isinya adalah mengenai kepahlawanan dan cinta yang berpusat pada dua orang tokoh utamanya, yaitu Raden Inu Kertapati (atau Panji Asmarabangun) dan Dewi Sekartaji (atau Galuh Candrakirana). Cerita ini mempunyai banyak versi, dan telah menyebar di beberapa tempat di Nusantara (Jawa, Bali, Kalimantan, Malaysia, Thailand, Kamboja, Myanmar, dan Filipina).

Cerita rakyat seperti Keong Emas, Ande-ande Lumut, dan Golek Kencana juga merupakan turunan dari cerita ini. Karena terdapat banyak cerita yang saling berbeda namun saling berhubungan, cerita-cerita dalam berbagai versi ini dimasukkan dalam satu kategori yang disebut "Lingkup Panji" (Panji cycle).

Cerita-cerita dalam Lingkup Panji banyak digunakan dalam berbagai pertunjukan tradisional. Di Jawa, Cerita Panji digunakan dalam pertunjukan Wayang Gedog. Di Bali, yang dikenal di sana sebagai "Malat", pertunjukan Arja juga memakai lakon ini. Kisah ini juga menjadi bagian tradisi dari Suku Banjar di Kalimantan Selatan meskipun kini mulai kurang dikenal oleh masyarakat. Di Thailand terdapat seni pertunjukan klasik yang disebut "Inao" yang berasal dari nama "Inu"/"Ino". Begitu pula Kamboja yang mengenal lakon ini sebagai "Eynao".

Nah, popularitas Cerita Panji yang melanglang buana dengan berbagai varian membuat Wardiman Djojonegoro, Mendikbud era Presiden BJ Habibie, menggalang dukungan agar Cerita Panji bisa masuk dalam warisan Ingatan Kolektif Dunia atau Memory of World (MoW) United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO).

Dalam berbagai kesempatan, Wardiman mengisi seminar untuk mengkampanyekan Cerita Panji. Misalnya pada Senin (17/7/2017), Wardiman yang kini penasihat Perpustakaan Nasional (Perpusnas) mengisi seminar bertajuk Revitalisasi Kesenian Berbasis Sastra Panji di Monumen Simpang Lima Gumul, Kediri, Jawa Timur.

Seminar nasional yang diikuti oleh seniman, akademisi, pelajar, dan umum tersebut guna memasyarakatkan Cerita Panji sekaligus bentuk dukungan Cerita Panji menjadi MoW oleh UNESCO.

Wardiman Djojonegoro (kiri) (Foto: ANTARA FOTO/Prasetia Fauzani)

Bersama Perpusnas, Wardiman merintis perjuangan Cerita Panji agar masuk MoW UNESCO mulai tahun 2015. Pada tahun 2016, Perpusnas mendaftarkan naskah kuno mahakarya Cerita Panji ke UNESCO untuk dinominasikan sebagai MoW. Naskah kuno yang berupa bidang kertas dan bidang lontar yang merupakan koleksi Perpusnas itu berisi 76 naskah cerita, termasuk Keong Emas dan Ande-ande Lumut, tentunya.

Wardiman juga menggalang dukungan dengan mendekati perpustakaan negara-negara tetangga yang juga menyimpan naskah Cerita Panji, misalnya Malaysia, Kamboja, Perpustakaan Inggris, dan Universitas Leiden.

Pengaruh Cerita Panji yang kuat, menginspirasi berbagai seni tradisional, seperti seni tari, seni pentas, seni wayang, maupun seni topeng.

Cerita Panji, mengutip pendapat Poerbatjaraka di situs budayapanji.com, merupakan revolusi kesusastraan terhadap tradisi lama yaitu India. Cerita Panji membuat sastra leluhur tidak lagi dibayang-bayangi cerita Mahabarata dan Ramayana.

“Dan yang lebih menarik lagi, ternyata ditemukan 20 situs purbakala di Jawa Timur yang berkaitan dengan Cerita Panji ini. Bahkan, patung Panji itu sendiri pernah ditemukan di sebuah candi di lereng Penanggungan,” tulis situs tersebut.

Cerita Panji merupakan revolusi kesusastraan terhadap tradisi lama yaitu India.

- Poerbatjaraka

Lalu mengapa Wardiman berusaha keras agar Cerita Panji menjadi nominasi MoW? Itu tak lain adalah sebagai upaya menunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia memiliki kreativitas seni budaya yang tinggi.

Pemerintah Kota Kediri, tempat Cerita Panji bermula, mengapresiasi perjuangan Perpunas memasukkan Cerita Panji sebagai warisan dunia.

"Kami sebagai orang yang hidup, lahir dan sekarang tinggal di mana cerita Panji itu dulu ada, kami berkewajiban untuk lebih giat lagi, menggali dan melestarikan serta mengembangkan cerita Panji ini," kata Kepala Dinas Kebudayaan Parwisata, Pemuda dan Olahraga Kota Kediri Nur Muhyar seperti dikutip Antara.

Taman Sekartaji di Solo (Foto: budayapanji.com)

Nur mengatakan, pihaknya tidak mengklaim cerita Panji dari Kediri, namun di Kediri juga masuk dalam historis cerita Panji, yang ditelusuri dari berbagai peninggalannya misalnya Goa Selomangleng, Taman Sekartaji, hingga nama daerah di Kota Kediri.

"Cerita Panji itu kaya versi dan kaya fragmen, ada potongan tertentu, dan dari cerita besarnya ditampilkan potongan-potongan, tapi biasanya sama, hanya menggunakan dialek yang beda, bahasa yang beda," ujar Nur.

Gayung bersambut. Kemendikbud juga mendukung perjuangan Perpunas membawa Cerita Panji menuju UNESCO. Bahkan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy menginginkan agar Cerita Panji bisa dikemas menjadi ekstrakurikuler wajib di sekolah, sebagai bagian dari penguatan pendidikan karakter berbangsa. Apalagi kisah-kisah di Cerita Panji mengandung pesan moral yang penting.

"Saya sarankan Cerita Panji menjadi ekstrakurikuler wajib untuk para siswa di sekitar Kediri, sehingga jangan sampai anak-anak didik yang dari Kediri tidak tahu di daerahnya ada kekayaan budaya yang luar biasa," kata Muhadjir pada Minggu (16/7) di Kediri.

Lolos tidaknya Cerita Panji sebagai warisan dunia akan diketahui pada Oktober nanti. Semoga lolos.

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Selasa,21/05/2019
Imsak04:25
Subuh04:35
Magrib17:47
Isya19:00
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.21