• 10

Jokowi Ingatkan Isu Indonesia Kebanjiran Pekerja China Fitnah

Jokowi Ingatkan Isu Indonesia Kebanjiran Pekerja China Fitnah



Peresmian PLTP

Jokowi memberi sambutan dalam acara peresmian PLTP (Foto: Sekretariat Presiden)
Untuk kedua kalinya dalam sepekan Presiden Jokowi menyoal isu tenaga kerja China yang membanjiri Indonesia. Jokowi menyebut kabar itu adalah fitnah yang tidak boleh dipercaya begitu saja.
"Saya ingin ingatkan sekali lagi, jangan ada yang percaya dengan sebaran fitnah, dengan tenaga kerja dan investasi yang dibilang sebagai ancaman, kebanjiran tenaga kerja, perlu saya sampaikan tidak," kata Presiden Jokowi saat meresmikan Pembangkit Listrik Tenaga Panas bumi (PLTP) Lahendong Unit 5 dan 6 serta PLTP Ulubelu Unit 3 Lampung yang digelar di Tampaso, Minahasa, Selasa (27/12) seperti dilansir Antara.
Jokowi menyebut saat ini banyak diisukan tenaga kerja asing dari China masuk ke Indonesia hingga jumlahnya mencapai 10 juta, bahkan 20 juta orang.
"Informasi yang saya terima jumlahnya 21.000 itu iya. Itu pun keluar dan masuk karena kita banyak hal-hal yang kita belum siap yang harus dipasang tapi kalau kita sudah siap kita pakai tenaga kerja sendiri," katanya.
Presiden mencontohkan seperti halnya di PLTP Lahendong Unit 5 dan 6 serta di PLTP Ulubelu Lampung Unit 3, tenaga kerja asing hanya datang sebentar pada awal-awal proyek dioperasikan.
Selanjutnya para pekerja asing tersebut akan membantu mempersiapkan, melakukan setting awal, dan menyiapkan sampai terjadi transfer ilmu pengetahuan dan teknologi kepada tenaga kerja di Tanah Air.
"Setelah itu mereka pulang, karena mereka juga lebih senang bekerja di negara sendiri. Dipikir kerja di sini mereka senang? Mereka senang di negara mereka sendiri dekat dengan keluarga dan gaji di sana lebih tinggi," katanya.

Saya ingin ingatkan sekali lagi, jangan ada yang percaya dengan sebaran fitnah, dengan tenaga kerja dan investasi yang dibilang sebagai ancaman, kebanjiran tenaga kerja, perlu saya sampaikan tidak.

- Presiden Jokowi

Presiden menilai isu yang beredar soal tenaga kerja asing ke Indonesia tidak logis sebab upah bekerja di Indonesia yang masih rata-rata Rp 1,5 juta-Rp 3 juta sedangkan di China di atas Rp 5 juta.
"Mereka ada di sini tapi di awal-awal dalam sebuah proyek karena kita belum tahu teknologinya, pengalamannya mengenai itu juga belum ada dan ujungnya yang dapat manfaatnya misalnya di PLTP Lahendong dan Ulubelu adalah masyarakat, adalah kita," katanya.
Jokowi juga menuturkan, dari PLTP Lahendong Unit 5 dan 6 ini bisa melistriki 20.000 rumah di Sulawesi Utara, sedangkan dari PLTP Ulubelu Unit 3 didapatkan manfaat kini kebutuhan listrik di Lampung sudah terpenuhi.
Jokowi pertama kali menyebut isu tenaga kerja China saat berpidato di acara Deklarasi Pemagangan Nasional Menuju Indonesia Kompeten di Karawang, Jawa Barat, Jumat (23/12). Saat itu dia juga menyebut jumlah tenaga kerja China di Indonesia hanya 21 ribu orang. Jumlah ini jauh lebih kecil dibandingkan jumlah TKI di Hong Kong yang mencapai 153 ribu orang.

NewsManadoPekerja ChinaJokowiChina

500

Baca Lainnya