• 2

Rusia Pastikan 92 Orang di Pesawat Militer Tewas, Termasuk Dokter Liza

Rusia Pastikan 92 Orang di Pesawat Militer Tewas, Termasuk Dokter Liza



Presiden Putin dan Yelizaveta Glinka

Presiden Rusia (kiri) Vladimir Putin dan aktivis kemanusiaan Yelizaveta Glinka. (Foto: Alexei Nikolsky/Pool Photo via AP)
Pemerintah Rusia memastikan 92 orang yang ada di pesawat angkut militer Tu-152 tewas. Korban termasuk 60 anggota ansambel Alexandrov dan Yelizaveta Glinka alias dokter Liza, yang terkenal dengan kegiatan amalnya.
“Luas area kecelakaan telah ditetapkan. Tidak ada korban yang terlihat," kata jubir Kemenhan Rusia Mayjen Igor Konashenkov seperti dilansir Reuters, Minggu (25/12). Sebuah sumber mengatakan kepada kantor Interfax bahwa pesawat tidak mengirim sinyal SOS.
Dokter Liza yang turut menjadi korban semasa hidupnya mendapat penghormatan luas atas kegiatan amalnya, termasuk misi-misinya di zona perang di Ukrania timur.
Kantor berita AP menyebut, yayasan amal Dokter Liza, Spravedlivaya Pomoshch, atau “Just Help” menyatakan bahwa dokter Liza turut serta dalam pesawat yang lepas landas dari Bandara Internasional Sochi itu untuk mengiringi pengiriman obat-obatan bagi rumah sakit-rumah sakit di Suriah.
Mayjen Igor Konashenkov menuturkan, potongan-potongan pesawat telah ditemukan di kedalaman 70 meter di Laut Hitam, sekitar 1,5 km lepas pantai dari Kota Sochi. “Operasi pencarian masih berlangsung,” ujarnya.
“Empat kapal, empat helikopter, dan satu pesawat terbang dan satu drone bekerja di lokasi,” kata Igor seraya menyatakan bahwa sebuah komisi militer telah terbang ke Sochi untuk mengetahui apa yang telah terjadi.
Informasi dari pejabat Rusia lainnya menyebutkan pesawat itu diduga jatuh karena masalah teknis dan bukan karena tindak terorisme.
Sementara itu, dalam pidatonya di televisi dari St Petersburg, Presiden Vladimir Putin menyatakan Senin, 26 Desember sebagai hari berkabung nasional.
Pesawat militer Rusia jatuh di Laut Hitam setelah mengudara selama 2 menit. Pesawat itu hendak menuju ke pangkalan udara di Provinsi Lantika, Suriah. Di dalamnya terdapat 60 orang dari grup ansambel terkenal, Alexandrov. Ini merupakan kelompok musik orkestra, paduan suara dan penari, yang bermaksud pentas merayakan Natal dan tahun baru di depan pasukan Rusia yang sedang bertugas di Suriah.
Pasukan Rusia berada di Suriah dalam rangka membantu rezim Presiden Assad memerangi militan yang disebut mereka dari ISIS dan Al-Nusra.
Rusia juga dituding turut bertanggung jawab dalam serangan udara di Aleppo pekan lalu yang menewaskan 1.207 warga sipil, termasuk 380 anak-anak. Kelompok HAM menyebut Rusia melakukan kejahatan perang di Aleppo.


NewsRusiaPesawat Rusia Hilang

500

Baca Lainnya