News
·
20 Desember 2020 9:05

Akhir Tahun, Liburan atau di Rumah Saja?

Konten ini diproduksi oleh Suzan Lesmana
Akhir Tahun, Liburan atau di Rumah Saja? (58141)
Ilustrasi Liburan Jelang Tahun 2021 di Tengah Pandemi. Sumber: Freepik.com
Pah…ayok kita liburan lagi, ya Pah?,” ujar anak keduaku. Anak perempuanku itu menatapku. Lama, penuh harap, menanti jawaban. Aku menatapnya dalam. “Sepertinya liburan akhir tahun kali ini kita di rumah aja ya, Nak,” jawabku parau. “Kenapa Pah?,” tanyanya kembali. “Kan masih ada kolona,” timpal anak lelaki bungsuku, yang memang masih belum fasih melafalkan huruf “R”. Lalu anak perempuanku kembali mengalihkan matanya ke layar hape yang masih memutar rekaman video dirinya berkeliling naik Gajah di Kebun Binatang Bandung atau Bandung Zoological Garden (Bazoga).
ADVERTISEMENT
Masih terbayang dalam ingatan, betapa bahagia akhir tahun 2019. Kala itu saya dan keluarga kecil menghabiskan jatah cuti tahunan sekaligus libur sekolah anak-anak ke kota Paris van Java. Ya, kami tuntaskan dahaga keluarga dengan berwisata ke kota Bandung. Semua rekaman kenangan baik foto dan video masih tersimpan rapih di folder laptop dan sebagian saya titipkan di lapak media sosial saya.
Itu tahun lalu, saat sang virus Corona masih belum “berlibur” ke Indonesia. Semua masih aman damai. Tak wajib memakai masker, tak perlu menjaga jarak, dan tak harus mencuci tangan. Tak terasa, setahun terlewati sudah.

Potensi Klaster Liburan

Bagaimana tahun ini? Akhir tahun 2020? Apakah pembaca berencana liburan akhir tahun, Natal atau Tahun Baru?
Akhir Tahun, Liburan atau di Rumah Saja? (58142)
Ilustrasi Liburan Kala Pandemi. Sumber: Freepik.com
Sudah pasti banyak keluarga yang akan berlibur ke objek wisata dan hiburan. Bahkan ke luar kota, ke luar negeri malah. Sah-sah saja. Lha wong, hak masing-masing. Duitnya punya sendiri. Ya, boleh-boleh saja.
ADVERTISEMENT
Namun, patut juga dipertimbangkan karena virus SARS-CoV-2 penyebab COVID-19 sifatnya “ngajak-ngajak”. Meski kita sudah melakukan rapid antibody, rapid antigen, atau malah PCR swab test sekalipun, potensi kerumunan dan tidak menjaga jarak di objek wisata dan hiburan sangat mungkin terjadi dan menjadi medium penyebaran sang virus.
Maka, pada titik ini kita lihat risiko penularan virus sangat luas ruangnya. Siapa yang dapat mengetahui seseorang masuk dalam kategori suspek atau kategori tracing karena pernah kontak dengan terpapar COVID-19?
Meski katanya sudah menjaga protokol kesehatan, namun kita dengar sendiri klaster liburan muncul beberapa waktu lalu, menjadikan munculnya klaster keluarga dalam siklus paparan COVID-19. Banyak kolega, penyintas COVID-19 menyatakan sungguh telah menjalankan protokol kesehatan, namun apa daya. Sang virus telah menjatuhkan pilihan padanya untuk bersemayam.
ADVERTISEMENT
Apakah kita menginginkan klaster liburan muncul di awal tahun 2021? Tentu tidak! Semua tidak menginginkannya. Tak ingin kita mengawali awal tahun 2021 dengan berita meningkatnya jumlah terpapar COVID-19 akibat klaster libur panjang.
Terbayang sudah proses isolasi mandiri 14 hari akan dijalani jika terpapar COVID-19. Na’udzubillah, siapa yang mau. Tak ada yang ingin, meski memimpikannya sekalipun. Apalagi saat ini vaksin masih diujicobakan, meski gratis tegas Pak Presiden Jokowi, pada Rabu (16/12). Sampai saat ini, belum ada vaksin yang mumpuni mengatasi mahluk mikro satu ini.

Jika Tetap Liburan

Sebagaimana diketahui, kasus terkonfirmasi COVID-19 di Indonesia terus meninggi, masih enggan melandai. Tercatat sebanyak 657.948 orang terkonfirmasi positif COVID-19 (per 19/12/2020), belum termasuk yang masih berstatus suspek karena berinteraksi langsung dengan mereka yang positif terkonfirmasi.
ADVERTISEMENT
Secara umum, potensi paparan kian terbuka mengingat kita memasuki musim penghujan, imunitas lemah dan fase kelelahan karena ketidakpastian kapan pandemi berakhir (pandemic fatigue). Demotivasi untuk mengikuti berbagai langkah perlindungan yang direkomendasikan, kewaspadaan yang berkurang, dan cenderung abai pada Protokol Pencegahan Penyebaran COVID-19.
Sekali lagi perlu kita mempertimbangkan keputusan menghabiskan masa libur panjang akhir tahun 2020 ini ke objek wisata dan hiburan. Tokh, menghabiskan waktu di rumah saja cukup bijak dan tak berisiko terpapar COVID-19 dari luar.
Sudah pasti siklus panjang dari rumah, perjalanan pergi, tempat wisata, tempat parkir, pusat oleh-oleh, perjalanan pulang, rest area (jika naik kendaraan darat), dan kembali ke rumah akan melewati beberapa titik yang tidak kita ketahui dengan pasti kebersihan dan sudah terdesinfektasi tidaknya.
ADVERTISEMENT
Terlalu berlebihan ya? Lah, daripada menyesal nantinya? Ikhtiar zhohir secara maksimal sangat perlu kalau masih bisa kita upayakan dan tak menjadi beban. Namun ikhtiar batin pun dilakukan sebagai bukti ketergantungan kita pada sang pencipta, Allah SWT.
Kalau pun akhirnya pembaca tetap memutuskan untuk tetap berlibur dan tak dapat ditunda lagi di akhir tahun ini, saya merekomendasikan, beberapa hal, yakni: tetap melakukan prinsip jaga jarak fisik minimal 1,5 meter saat mengantre tiket atau duduk kursi antar pengunjung. Selain itu, tak lupa selalu menjaga dan melaksanakan secara konsisten protokol kesehatan 3M (memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan), dan melakukan rapid test setelah sampai di rumah nantinya.

Catatan Jika di Rumah Saja

Bagi pembaca yang memilih di rumah saja bersama keluarga, maka saya tetap merekomendasikan membatasi berkerumun lebih dari lima orang dengan tetangga atau rekan-rekan pembaca. Apalagi menjelang tahun baru biasanya tradisi “bakar-bakaran” yang berpotensi berkerumun dalam waktu lama sangat potensial.
Akhir Tahun, Liburan atau di Rumah Saja? (58143)
Ilustrasi di rumah saja. Sumber: freepik.com
Jika ada niatan menghelat kegiatan keagamaan di rumah yang mengundang banyak orang seyogyanya ditahan dulu karena potensi berkerumunnya tinggi. Cukuplah beribadah ritual di rumah ibadah yang memang masih representatif karena ruangnya luas dengan hanya dinyalakan kipas angin dan desinfektasi secara rutin sebagai ikhtiar menjaga kesehatan jama’ah.
ADVERTISEMENT
Apabila ada hajatan keluarga misalnya pernikahan, haruslah dibatasi jumlah undangan yang hadir dan tentu saja dengan disertai disiplin menjalankan protokol kesehatan yang diperketat selama masa pandemi ini yang belum berakhir.
Membatasi kehadiran tamu warga dari luar kota dan pemeriksaan protokol kesehatan di pintu-pintu utama pemukiman warga, menjadi rekomendasi yang patut dipertimbangkan selanjutnya jika ternyata ada kolega yang berniat berkunjung.
Tak kalah krusialnya adalah menginformasikan ke pihak Satuan Tugas (Satgas) COVID-19 di RT masing-masing apabila merasakan gejala sakit. Pastilah Tim Satgasnya sudah memahami dan memiliki prosedur tanggap penanganan warga yang sakit di masa pandemi ini.
Perlu dicatat pula, hasil test COVID-19 hanyalah secarik kertas sebagai petanda kondisi kesehatan seseorang. Namun yang paling penting, memastikan diri yang terpapar dalam keadaan tenang, tangguh secara psikologis dengan mendukungnya menjalani masa-masa sulit. Selain tentunya dukungan logistik kebutuhannya sehari-hari tercukupi hingga masa berakhirnya isolasi atau perawatan juga menjadi prioritas.
ADVERTISEMENT
Jadi bagaimana? Pergi liburan akhir tahun atau di rumah saja? Semoga Tetap Sehat, Lawan COVI-19!