• 0

USER STORY

Tentang Makna "Hari Ibu" yang Terlupakan

Tentang Makna "Hari Ibu" yang Terlupakan


Dewasa ini, hari ibu mengalami pergeseran makna layaknya "Mothers Day" yang dirayakan di berbagai negara lain. Hari ibu erat kaitannya dengan hari penuh penghormatan atas jasa para ibu, yang sayangnya masih kerap diasosiasikan sebagai mahkluk domestik.

Sebenarnya, momentum hari ibu diilhami dari peringatan kongres perempuan Indonesia pertama pada 22 Desember 1928. Semenjak itu, lahirlah Perserikatan Perhimpunan Istri Indonesia (PPII). Gerakan ini menjadi geliat kebangkitan perempuan untuk melawan penindasan akibat perbedaan jenis kelamin.

Menurut Pringgodigdo, hari ibu juga dapat dilihat sebagai hari lahirnya kesadaran mendalam para perempuan Indonesia akan nasibnya, kewajibannya, kedudukannya, dan keanggotaannya dalam masyarakat. Pada perkembangannya, pergerakan para perempuan ini tidak semata-mata soal politik saja, tapi juga soal sosial masyarakat, pendidikan, dan kesejahteraan umum.

Menapaki 22 Desember, seperti mengembalikan ingatan betapa hebatnya perempuan Indonesia, ibu-ibu kita. Bukan hanya soal kecakapan fisik dan terpelajarnya seorang perempuan, tapi juga soal kepekaan sosial, kesadaran untuk berubah, dan teguhnya niat baik.

Selamat hari ibu nasional, selamat hari perjuangan untuk perempuan Indonesia!

Catatan: Foto diambil dari kowani.or.id

Tentang Makna "Hari Ibu" yang Terlupakan




SejarahFeminisme

500

Baca Lainnya