kumparan
3 Agu 2019 9:03 WIB

Ini Cara Menyapih dengan Cinta Ala Acha Septriasa

Sumber: instagram.com/septriasaacha
Tak terasa, Si Kecil sudah beranjak besar, Moms pun mulai memikirkan cara menyapih anak.
ADVERTISEMENT
Saat anak harus berhenti menyusui, hal ini bisa menjadi momen yang cukup emosional bagi Moms dan Si Kecil.
Namun sebenarnya hal ini tidak akan menghilangkan keintiman antara Moms dan anak kok. Salah satunya seperti apa yang dilakukan oleh Acha Septriasa.
Mengutip dari Kumparan, Acha ingin memanfaatkan waktu proses syuting film '99 Nama Cinta' dalam waktu dekat ini, menyapih sang buah hati. Ia membawa Si Kecil ke Indonesia, agar bisa dirawat oleh ibunya saat Acha menjalani syuting nanti.
Hal ini yang sedang coba dilakukan oleh Acha Septriasa. Ibu dari Bridgia Kalina Kharisma ini, merasa bahwa sudah saatnya sang anak mulai berhenti ASI.
“Saya ingin memanfaatkan hal ini sebagai momen pendewasaan bagi Bridgia,” ucap Acha Septriasa.
Bagi Moms yang ingin mulai menyapih anak, mungkin Moms bingung bagaimana cara terbaik untuk menyapih anak. Bahkan bagi beberapa orang, hal ini bisa jadi hal yang menyedihkan.
ADVERTISEMENT
Dikutip dari buku The Womanly art of Breastfeeding, banyak orang melihat menyapih sebagai akhir dari hubungan ibu dan anak, akan tetapi hal ini sebenarnya merupakan hal yang positif sebagai suatu awal dari pengalaman yang lebih luas, apalagi kita bisa menyapih dengan cinta.
Agar Moms tidak bingung lagi, yuk simak cara menyapih dengan cinta di bawah ini.

1. Tidak Menolak, Tidak Juga Menawarkan ASI

Cara ini mungkin akan memakan waktu lama, apalagi jika Si Kecil terus-terusan meminta ASI pada ibu. Namun metode ini tidak akan tidak akan meninggalkan trauma pada anak, seperti menyapih dengan meninggalkan anak misalnya.
ADVERTISEMENT
Meski lambat, cara ini bisa menjadi cara yang ampuh. Istilahnya perlahan tapi pasti. Lama-kelamaan, anak akan lupa dan tidak meminta ASI lagi.

2. Tentukan Jangka Waktu

Coba tentukan berapa lama Moms ingin kegiatan menyapih anak ini selesai. Karena bisa jadi di tengah perjalanan, kita berubah pikiran atau membutuhkan waktu lebih.
Jika Moms menentukan waktu, maka Moms jadi tahu apa yang harus dilakukan, menyapih dengan cinta pun bisa selesai tepat waktu.

3. Berikan Distraksi

Agar bisa menyapih dengan cinta, Moms harus pintar mengalihkan perhatian anak. Sebelum ia berpikir ingin menyusu, coba tawarkan Si Kecil mainan favoritnya, memberikan camilan favorit sebagai pengganti susu, atau membawa anak bermain di luar.
ADVERTISEMENT
Sedangkan jika anak tiba-tiba bangun di malam hari dan ingin menyusu, Moms bisa mengalihkan perhatiannya dengan menenangkannya, mengajaknya ngobrol, atau memberikan anak minum air putih.

4. Cobalah untuk Menolak Beberapa Kali

Pilih beberapa waktu untuk menyusui anak yang ingin Moms pertahankan. Kita bisa memilih untuk menyusui anak di pagi hari, saat tidur siang, dan tidur malam. Ketiganya membuat tidur lebih mudah, karena menyusui membantu bayi tertidur.
Selain ketiga waktu itu, Moms bisa memilih untuk tidak menyusui anak. Begitulah menyapih dengan cinta yang baik.

5. Ajak Anak Berbicara Mengenai Menyapih

Menyapih anak dengan cinta tidak harus selalu dengan cara-cara yang terkesan memaksa. Moms bisa coba untuk mengajak anak berbicara mengenai hal ini, karena ia sudah bisa mengerti sedikit demi sedikit.
ADVERTISEMENT
Beri pengertian pada anak agar ia mengerti dan bisa mengerti sedikit mengapa waktu menyusunya kini harus berkurang.
Berapa pun usia anak, menyapih adalah perubahan besar bagi kedua orang antara ibu dan anak. Ketika waktu yang tepat untuk menyapih sudah datang, ingatlah untuk melakukannya dengan pelan tapi pasti. Menyapihlah dengan aman dan cinta. Lakukan saat Moms sudah siap melakukannya.
"Tetapi jika kita sedang mempertimbangkan untuk menyapih dan menangis setiap kali memikirkannya, mungkin kita belum siap," kata Laura Sayce, konselor laktasi yang berbasis di Johannesburg.
Jadi, apakah Moms sudah siap untuk menyapih anak?
Artikel dari Orami Parenting.
Tulisan ini adalah kiriman dari user, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·